Menyikapi insiden kapal nelayan yang meninggalkan duka, Komando Daerah Militer Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar mengambil langkah tegas. Sosialisasi keselamatan berlayar digelar di Pelabuhan Paotere untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin para nelayan.
Inisiatif TNI AL Menuju Keselamatan Nelayan
Asisten Teritorial (Aster) Kodaeral VI Makassar, Kolonel Laut (P) Jarot Wibisono, menegaskan bahwa kecelakaan kapal nelayan, termasuk insiden ledakan mesin yang memilukan, sejatinya dapat dicegah. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah mentransformasi kesedihan pasca-insiden menjadi komitmen yang lebih kuat terhadap disiplin laut di kalangan nelayan Paotere. Mereka yang menggantungkan hidup pada lautan luas ini kerap dihadapkan pada tantangan dan risiko yang tak terduga.
Mengurai Akar Masalah Kecelakaan Laut dan Peran TNI AL
Analisis mendalam dari data lapangan oleh Kolonel Laut (P) Jarot Wibisono mengungkapkan sebuah fakta krusial: mayoritas kecelakaan di laut bersumber dari faktor internal kapal. Beberapa penyebab utama yang sering terjadi meliputi:
- Kebocoran pada sistem bahan bakar.
- Kerusakan atau korsleting pada instalasi kelistrikan kapal.
- Kelalaian personel, seperti kebiasaan merokok di area mesin yang sangat berisiko.
Dalam konteks ini, kehadiran TNI AL melampaui sekadar penjaga kedaulatan negara. Mereka hadir sebagai ‘saudara’ bagi para nelayan, dengan misi utama memastikan setiap pelaut yang memulai pelayarannya dapat kembali ke pangkuan keluarga dengan selamat.
Pendekatan Edukasi yang Humanis dan Teknis
Berbeda dari format sosialisasi yang kaku, personel TNI AL memilih pendekatan yang lebih humanis dan praktis. Mereka secara langsung mendatangi kapal-kapal kayu milik nelayan untuk memberikan edukasi teknis yang sangat penting. Materi yang disampaikan mencakup:
- Manajemen Bahan Bakar Minyak (BBM): Prosedur penyimpanan jerigen bahan bakar yang benar, memastikan wadah tertutup rapat dan ditempatkan di lokasi aman.
- Audit Kelistrikan dan Mesin: Pemeriksaan menyeluruh terhadap selang mesin, memastikan tidak ada kebocoran, serta pengecekan instalasi kabel untuk mencegah potensi percikan api yang dapat memicu kebakaran.
- Disiplin di Kapal: Penegasan mengenai larangan keras merokok di area-area sensitif seperti ruang mesin dan tempat penyimpanan BBM.
- Ventilasi Ruang Mesin: Pentingnya memastikan sirkulasi udara yang memadai di ruang mesin untuk mencegah penumpukan gas berbahaya dan mengurangi risiko panas berlebih.
- Prosedur Tanggap Darurat: Simulasi singkat dan jelas mengenai penggunaan alat-alat keselamatan yang tersedia di kapal, termasuk cara penggunaan pelampung dengan benar.
Antusiasme Nelayan Sambut Baik Edukasi Keselamatan
Inisiatif sosialisasi ini disambut dengan tangan terbuka dan antusiasme yang tinggi oleh para nelayan di Pelabuhan Paotere. Kahar, salah seorang nelayan, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada TNI AL. Ia mengakui bahwa disiplin dalam memeriksa kondisi mesin dan kesiapan bahan bakar bukanlah sekadar kewajiban, melainkan wujud nyata dari cinta dan tanggung jawab terhadap keluarga di rumah.























