Menyambut lonjakan arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan delapan ‘Masjid Ramah Pemudik’ di lokasi-lokasi strategis. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan menjamin keselamatan para pemudik yang melakukan perjalanan lintas kabupaten dan kota.
- Delapan masjid dipilih sebagai titik istirahat strategis di jalur utama mudik Lebaran 2026.
- Fasilitas ini bertujuan memberikan tempat singgah aman dan nyaman bagi pemudik yang lelah berkendara.
- Beberapa lokasi juga akan menyediakan hidangan berbuka puasa sederhana.
- Program ini adalah tindak lanjut arahan Menteri Perhubungan dan sinergi pemerintah daerah-pusat.
Fasilitas Unggulan untuk Pemudik Lebaran 2026
Menyadari pentingnya kenyamanan dan keselamatan selama periode mudik yang krusial, Pemprov Sulsel telah mengidentifikasi dan mempersiapkan delapan masjid yang akan berfungsi sebagai ‘Masjid Ramah Pemudik’. Inisiatif ini bukan sekadar menyediakan tempat untuk salat, tetapi juga menjadi pos istirahat yang memadai bagi para pemudik yang menempuh perjalanan panjang.
Setiap lokasi telah dipilih berdasarkan posisinya yang strategis di sepanjang jalur utama yang sering dilalui oleh pemudik. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat mencegah kelelahan yang berlebihan pada pengemudi, sehingga mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Kepala Biro Kesra Pemprov Sulsel, Andi Munawir, menekankan bahwa para pemudik sangat diimbau untuk memanfaatkan tempat istirahat ini tanpa ragu apabila merasa lelah, sembari tetap memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga.
Lokasi Strategis ‘Masjid Ramah Pemudik’ di Sulawesi Selatan
Untuk memudahkan aksesibilitas, delapan masjid yang ditunjuk tersebar di berbagai wilayah krusial di Sulawesi Selatan:
- Kota Makassar: Masjid H Fajar Rahmah (Jalan Perintis Kemerdekaan)
- Wilayah Selatan: Masjid Besar Raudhatusshalihin (Kabupaten Gowa) dan Islamic Center Dato’ Tiro (Kabupaten Bulukumba)
- Jalur Tengah dan Utara: Masjid Akbar Lappariaja (Kabupaten Bone) dan Masjid Agung (Kabupaten Sidenreng Rappang/Sidrap)
- Wilayah Toraja Utara: Masjid Besar Rantepao dan Masjid Nurul Jihad Lapandan
- Wilayah Luwu Raya: Masjid Agung Syuhada Masamba (Kabupaten Luwu Utara)
Sinergi Pemerintah dan Prioritas Keselamatan
Program ‘Masjid Ramah Pemudik’ ini merupakan bukti nyata dari koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat. Hal ini juga sejalan dengan arahan dari Menteri Perhubungan yang selalu mengedepankan kelancaran dan keamanan angkutan Lebaran. Pertemuan koordinasi kesiapan angkutan Lebaran 2026 yang dihadiri oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada 27 Februari 2026 menjadi penanda keseriusan dalam implementasi program ini.
Pengoptimalan fasilitas masjid sebagai tempat istirahat menunjukkan pendekatan yang cerdas dalam memanfaatkan sumber daya publik yang ada. Tujuannya jelas: memberikan pengalaman mudik yang lebih aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dan para pemudik yang melintas. Dengan adanya delapan ‘Masjid Ramah Pemudik’ ini, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar tanpa insiden yang berarti.
Kontributor: A. Untung
Penyunting: H. Gunadi























