Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Sulawesi Selatan mengambil langkah strategis dengan memperkuat koordinasi pengawasan pangan. Upaya ini krusial untuk menjamin ketersediaan pasokan, kestabilan harga, serta mutu dan keamanan produk pangan bagi masyarakat.
- Satgas Saber Sulsel menggandeng instansi terkait untuk pengawasan pangan menjelang Ramadan 1447 H.
- Tujuan utama adalah memastikan ketersediaan, stabilitas harga, mutu, dan keamanan pangan.
- Kolaborasi melibatkan Pemprov Sulsel, Bulog, Polda Sulsel, dan Bapanas.
- Berbagai dinas teknis Pemprov Sulsel turut ambil bagian dalam rapat koordinasi daerah (Rakorda).
- Pengawasan ini penting untuk menjaga ketenangan masyarakat dalam beribadah dan merayakan hari raya.
Penguatan Koordinasi Pengawasan Pangan Jelang Ramadan 1447 H
Satgas Saber Sulawesi Selatan tengah fokus pada penguatan koordinasi lintas sektor. Agenda utamanya adalah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan, menjaga mutu produk, serta menjamin keamanan pangan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya dalam menyambut Ramadan 1447 Hijriah.
Komposisi Tim Satgas Saber Sulsel
Satgas Saber merupakan wujud sinergi yang melibatkan berbagai elemen penting. Tim gabungan ini terdiri dari perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), Perum Bulog, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel), dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Kehadiran mereka dalam rapat koordinasi daerah (Rakorda) menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan.
Perangkat Daerah yang Terlibat dalam Rakorda
Dalam pelaksanaan Rakorda, partisipasi aktif dari berbagai perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel menjadi kunci. Instansi-instansi yang turut hadir meliputi:
- Dinas Ketahanan Pangan Sulsel
- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel
- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulsel
- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel
- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel
- Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel
- Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Sulsel
Keterlibatan beragam dinas ini memastikan bahwa setiap aspek rantai pangan, mulai dari produksi hingga distribusi, mendapatkan perhatian yang memadai.
Waktu dan Lokasi Pelaporan
Informasi mengenai penguatan koordinasi pengawasan pangan ini dilaporkan dari Makassar pada hari Senin, 9 Februari. Meskipun tahun spesifik tidak disebutkan dalam sumber asli, pelaporan ini mengindikasikan sebuah inisiatif proaktif yang dilakukan oleh Satgas Saber Sulsel.
Tujuan Utama Penguatan Koordinasi
Fokus utama dari penguatan koordinasi ini adalah pengendalian dan pemantauan harga komoditas strategis. Selain itu, memastikan mutu produk pangan tetap terjaga dan menjamin keamanan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat adalah prioritas utama. Hal ini menjadi sangat krusial terutama dalam menghadapi periode penting seperti Ramadan dan Idul Fitri, di mana permintaan cenderung meningkat.
Pentingnya Pengawasan Pangan Strategis
Menurut Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulsel dan Sulbar, Karmila Hasmin Marunta, Rakorda Satgas Saber memiliki peran fundamental sebagai instrumen pengendali dan pemantau harga komoditas strategis. Ditekankan bahwa melalui diskusi yang mendalam dan rumusan kebijakan yang tepat, keseimbangan harga di tingkat produsen maupun konsumen diharapkan dapat tercapai. Kestabilan harga ini penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan khidmat dan tanpa kekhawatiran.
Di sisi lain, Kepala Unit (Kanit) 3 Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, AKP Jabbar, menggarisbawahi pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam mendukung pelaksanaan Rakorda serta kegiatan pengawasan lanjutan. Ia menyadari bahwa upaya ini memerlukan energi dan anggaran yang tidak sedikit, namun menegaskan bahwa tantangan tersebut dapat diatasi melalui pendekatan kolaboratif, diskusi yang intensif, dan koordinasi yang solid.
Mekanisme Pelaksanaan Pengawasan Pangan
Mekanisme pelaksanaan pengawasan akan dibangun melalui diskusi intensif dan koordinasi yang terstruktur antarinstansi terkait. Hasil dari Rakorda diharapkan mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang efektif dan aplikatif untuk mengawal ketersediaan serta stabilitas harga pangan selama periode HBKN. Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan kegiatan pengawasan lapangan yang komprehensif untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai dengan harapan dan mencapai tujuan yang ditetapkan.























