PT Indonesia Air Transport (IAT) menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh 10 korban dari pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Sulawesi Selatan menerima hak asuransi jiwa mereka.
Hak Asuransi Korban Dipastikan
Direktur Utama PT IAT, Adi Tri Wibowo, secara resmi mengkonfirmasi bahwa seluruh korban akan mendapatkan hak asuransi jiwa. Meskipun besaran santunan bersifat pribadi dan tidak dirinci, IAT menjamin bahwa keluarga korban berhak atas klaim tersebut. Hal ini disampaikan Adi Tri Wibowo usai konferensi pers penutupan operasi SAR di Kantor Basarnas Kelas A Makassar.
Evaluasi Internal dan Klarifikasi Pesawat
Menyikapi musibah yang terjadi, IAT akan melakukan evaluasi ketat terhadap manajemen dan aspek teknis pesawat. “Kami selalu melakukan investigasi ke dalam (internal) dan untuk program berikutnya akan kami selalu perhatikan khususnya health safety (keselamatan jiwa),” ujar Adi Tri Wibowo. Ia juga membantah dugaan bahwa pesawat mengalami kerusakan sebelum terbang. Pesawat tersebut diketahui telah dinyatakan laik terbang dan berhasil menyelesaikan beberapa rute penerbangan sebelum insiden terjadi pada Kamis (15/1).
Latar Belakang Pesawat dan Kontrak
Pesawat ATR 42-500 dengan nomor register PK-THT yang mengalami kecelakaan merupakan pesawat charter. Pesawat buatan tahun 2000 ini dikontrak oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung misi pengawasan, pemantauan (surveillance), dan penelitian di berbagai wilayah Indonesia. Kontrak tersebut dijalankan di bawah payung hukum yang jelas.
Apresiasi dan Dukacita Mendalam
Operasi SAR pencarian korban telah resmi ditutup. Pihak IAT menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Basarnas, TNI, Polri, dan seluruh unsur yang telah berkontribusi dalam proses evakuasi. Sebanyak 10 korban telah berhasil ditemukan, dan IAT berkomitmen penuh untuk membantu proses identifikasi Disaster Victim Identification (DVI) hingga jenazah dapat diserahkan kepada keluarga. Tiga jenazah telah diserahkan kepada keluarga di Jakarta. Adi Tri Wibowo turut menyampaikan dukacita mendalam, mendoakan para korban serta berharap keluarga diberikan kekuatan.
























