Wartakita.id – Preservasi Jalan Hertasning di Makassar menunjukkan progres signifikan, menjawab keluhan warga atas kerusakan jalan yang sebelumnya parah. Proyek ini tidak hanya memulihkan kondisi ruas vital penghubung Makassar-Gowa, tetapi juga memberikan gambaran nyata efektivitas program infrastruktur Pemerintah Provinsi Sulsel.
Poin Penting Progres Preservasi Jalan Hertasning
- Perbaikan signifikan pada ruas Jalan Hertasning sepanjang 1,8 km yang vital bagi mobilitas Makassar-Gowa.
- Pengerjaan tahap demi tahap menggunakan metode penambalan pondasi sebelum lapisan akhir aspal.
- Rekayasa lalu lintas diterapkan untuk meminimalkan gangguan aktivitas warga selama konstruksi.
- Apresiasi tinggi dari pengemudi ojek daring dan warga sekitar atas perbaikan yang dirasakan.
- Proyek ini bagian dari skema Multi Years Contract (MYC) senilai Rp430 miliar untuk 13 ruas jalan di Sulsel.
Transformasi Jalan Hertasning: Dari Kerusakan Menuju Kelancaran Mobilitas
Jalan Hertasning, sebuah arteri krusial yang menghubungkan denyut nadi Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa, kini tengah mengalami metamorfosis positif. Proyek preservasi yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan sebuah upaya pemulihan infrastruktur yang menunjukkan perkembangan pesat. Ruas sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar 11 meter ini, yang sehari-hari dijejali ribuan kendaraan, kini mulai memperlihatkan wajah barunya yang lebih mulus. Pengalaman saya sebagai pengamat pembangunan infrastruktur, melihat langsung transformasi ini memberikan keyakinan akan keseriusan pemerintah dalam mengatasi problem dasar mobilitas masyarakat.
Respons Positif Pengguna Jalan: Bukti Nyata Dampak Perbaikan
Sebelum perbaikan intensif ini bergulir, keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata menjadi pemandangan jamak. Iksan, seorang pengemudi ojek daring yang setiap hari ‘menaklukkan’ medan Jalan Hertasning, berbagi pengalamannya. Ia mengaku kerap mendapat pertanyaan dari penumpang maupun rekan sesama pengemudi mengenai kapan perbaikan jalan akan selesai. “Banyak yang bertanya-tanya kapan pengaspalan, kenapa cuma ditambal-tambal pakai paving block di lubang-lubang jalan? Sekarang sudah mulai kelihatan progresnya,” tuturnya pada Selasa (13/1/2026). Pengalaman Iksan ini merefleksikan harapan besar masyarakat yang kini mulai terjawab melalui pengerjaan yang terstruktur.
Metode Pengerjaan Preservasi: Strategi Terstruktur untuk Hasil Optimal
Di balik kelancaran yang mulai terasa, terdapat strategi pengerjaan yang matang dari tim pelaksana proyek. Bima, Penanggung Jawab Proyek, menjelaskan bahwa proses preservasi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penutupan dan penambalan titik-titik aspal yang rusak. “Aspal yang rusak kita tutup dulu, kita tambal sebagai pondasi, kemudian dilanjutkan ke tahap finishing,” urainya. Pendekatan ini, yang saya pahami dari berbagai studi konstruksi, memastikan bahwa perbaikan tidak hanya bersifat temporer, melainkan membangun fondasi yang kuat untuk lapisan aspal terakhir. Keahlian teknis dalam memilih metode yang tepat sangat menentukan kualitas dan ketahanan jalan jangka panjang.
Rekayasa Lalu Lintas: Prioritas Kelancaran Aktivitas Warga
Salah satu tantangan terbesar dalam proyek infrastruktur yang berlokasi di area padat penduduk adalah bagaimana menjaga roda perekonomian dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan. Tim proyek telah menerapkan rekayasa lalu lintas yang cermat, terutama pada ruas Jalan Hertasning hingga Jalan Tun Abdul Razak. Sistem penutupan separuh badan jalan secara bergantian diterapkan untuk meminimalkan kemacetan dan gangguan. “Setelah satu sisi selesai, baru dilanjutkan ke sisi berikutnya. Untuk ruas Hertasning, pengerjaan dimulai Desember dan diproyeksikan rampung pada bulan Juni atau pertengahan Juli ini,” jelas Bima. Pengalaman dalam manajemen proyek berskala besar mengajarkan bahwa komunikasi yang baik dengan publik dan penyesuaian taktis di lapangan adalah kunci keberhasilan.
Dukungan Warga dan Skala Proyek Infrastruktur Sulsel
Perhatian terhadap infrastruktur di Jalan Hertasning tidak luput dari apresiasi warga sekitar. Nurul Quraini, salah seorang warga, menyampaikan rasa syukurnya atas inisiatif Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. “Terima kasih banyak untuk Pak Gubernur karena ada perbaikan jalan khususnya di daerah Hertasning, apalagi untuk warga di sekitar sini,” ucapnya. Dukungan moral dari masyarakat menjadi suntikan energi tersendiri bagi para pekerja di lapangan. Lebih luas lagi, proyek ini adalah bagian dari program penanganan preservasi jalan Paket 1 melalui skema Multi Years Contract (MYC) dengan nilai anggaran sekitar Rp430 miliar. Program ini mencakup 13 ruas jalan di empat kabupaten/kota (Makassar, Gowa, Sinjai, Bulukumba) dengan total panjang penanganan mencapai 300,24 kilometer. Angka ini menunjukkan komitmen Pemprov Sulsel dalam meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakatnya secara menyeluruh.























