Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan. Penyesuaian skema pelaksanaan telah disiapkan secara matang guna mengakomodasi kebutuhan dan kondisi ibadah puasa seluruh penerima manfaat.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan berjalan selama Ramadan.
- Empat skema pelaksanaan disesuaikan berdasarkan kelompok penerima manfaat.
- Kelompok rentan (ibu hamil, menyusui, balita) tidak mengalami perubahan skema.
- Peserta didik di daerah mayoritas puasa akan menerima makanan siap saji untuk berbuka.
- Peserta didik di daerah minoritas puasa menjalankan skema normal.
- Lingkungan pesantren akan menggeser waktu konsumsi ke waktu berbuka puasa.
- BGN menjajaki integrasi program untuk lansia dan disabilitas serta strategi pengendalian bahan pangan.
Adaptasi Program Gizi Nasional di Bulan Ramadan
Kepala BGN, Dadan Hindayana, secara resmi mengumumkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap menjadi bagian integral dari dukungan gizi masyarakat, bahkan di tengah pelaksanaan ibadah puasa Ramadan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini BGN telah merancang empat mekanisme berbeda untuk memastikan program ini dapat tersampaikan dengan optimal kepada seluruh penerima manfaat, tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah mereka.
Penyesuaian skema ini menjadi krusial mengingat sebagian besar penerima manfaat akan menjalani ibadah puasa. Hal ini mengharuskan adanya rekayasa pola distribusi dan pemilihan jenis menu yang lebih adaptif.
Penyesuaian Skema Berdasarkan Kelompok Penerima Manfaat
Pendekatan yang diterapkan BGN bersifat granular, mengakomodasi keragaman kondisi geografis dan demografis penerima manfaat:
- Kelompok Rentan: Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
- Untuk kelompok paling rentan ini, prinsip dasar program MBG tetap utuh. Distribusi makanan dan waktu konsumsi tidak mengalami perubahan, memastikan asupan gizi esensial tetap terpenuhi sesuai jadwal semula.
- Peserta Didik di Daerah Mayoritas Puasa
- Di sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya menjalankan ibadah puasa, makanan akan tetap diantarkan ke lingkungan sekolah. Namun, menu yang disajikan akan difokuskan pada jenis makanan yang memiliki daya tahan lebih lama dan cocok untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Contohnya termasuk kurma, telur rebus/asin/pindang, abon, buah-buahan segar, susu, serta penganan lokal yang lazim disajikan saat Ramadan. BGN juga berupaya memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam penyediaan menu ini.
- Peserta Didik di Daerah Mayoritas Tidak Puasa
- Bagi sekolah yang berada di wilayah dengan mayoritas siswanya tidak berpuasa, operasional program MBG akan berjalan sebagaimana mestinya, tanpa ada perubahan signifikan pada skema maupun pilihan menu.
- Lingkungan Pesantren
- Khusus untuk lingkungan pesantren, di mana unit produksi makanan (dapur) dan para penerima manfaat berada dalam satu area, jadwal konsumsi akan digeser ke waktu berbuka puasa. Makanan akan dimasak pada siang hari dan disajikan untuk santapan berbuka. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di pesantren akan tetap beroperasi normal, namun waktu pengantaran makanan diatur ulang pada sore hari menjelang waktu berbuka.
Strategi dan Rencana Pengembangan Program
Lebih lanjut, BGN memiliki agenda untuk mensosialisasikan dan mencontohkan salah satu skema pelaksanaan di sebuah pesantren di Bandung dalam waktu dekat, yang akan bertepatan dengan acara buka puasa bersama. Di samping itu, BGN tengah mematangkan mekanisme integrasi program MBG untuk kelompok lansia dan penyandang disabilitas bekerja sama dengan Kementerian Sosial, menunjukkan perluasan jangkauan program.
Dadan Hindayana menegaskan kembali pentingnya penyesuaian ini sebagai bentuk penghormatan terhadap ritual ibadah umat Muslim. BGN juga telah menyiapkan strategi pengendalian pasokan bahan pangan selama Ramadan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada komoditas tertentu. Kesiapan untuk mengalihkan menu ke bahan substitusi juga menjadi bagian dari rencana mitigasi jika terjadi kekurangan pasokan atau lonjakan harga yang drastis. Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan untuk kebutuhan masyarakat luas menjelang Idul Fitri, BGN juga berencana untuk melakukan penyesuaian permintaan komoditas tertentu dalam program MBG, bekerja sama erat dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).























