Kemenangan dramatis tim nasional Inggris atas Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia diwarnai kontroversi wasit. Pelatih Inggris secara tegas menyatakan bahwa kualitas perwasitan di turnamen ini belum memadai, menyusul keputusan-keputusan yang dinilai merugikan timnya.
Sorotan Kontroversi di Stadion Azteca
Pertandingan yang digelar di Stadion Azteca ini berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Inggris. Namun, jalannya laga tidak lepas dari drama, di mana Inggris harus bermain dengan sepuluh pemain setelah salah satu pemainnya diusir keluar lapangan. Selain itu, tim Tiga Singa juga harus menghadapi tendangan penalti yang dianggap kontroversial.
Kritik Pedas Pelatih Inggris
Pelatih Inggris, dalam pernyataannya kepada BBC Sport, tidak ragu menyampaikan kekecewaannya. “Wasit-wasitnya tidak cukup baik, begitu pula wasit keempatnya. Itulah kenyataannya,” ujarnya tegas. Ia mempertanyakan dasar dari beberapa keputusan, khususnya terkait penalti.
“Apakah ada pelanggaran yang jelas dan tegas yang mengharuskan diberikan tendangan penalti? Tentu saja tidak. Mereka mengubah keputusan pada adegan di mana wasit bahkan tidak menganggapnya sebagai pelanggaran sejak awal,” lanjutnya, menyoroti inkonsistensi dalam pengambilan keputusan.
Detil Insiden Pengusiran Jarell Quansah
Jarell Quansah menjadi sorotan utama setelah diusir dari lapangan pada menit ke-54. Keputusan ini diambil setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) yang menunjukkan ia melakukan tekel terhadap Jesus Gayardo. VAR mengidentifikasi tekel tersebut dilakukan dengan kaki terangkat dan menggunakan paku sepatu secara jelas.
Pengusiran Quansah sempat memberikan momentum bagi pendukung Meksiko, namun Inggris berhasil kembali memperlebar keunggulan melalui eksekusi penalti Harry Kane.
Pandangan Pakar Wasit: Kartu Merah yang Jelas
Darren Kane, seorang pakar wasit yang pernah bertugas di final Piala Dunia 2010, memberikan pandangannya mengenai insiden pengusiran Quansah kepada BBC One. “Itu jelas kartu merah,” katanya.
Kane menjelaskan, “Memang benar Quansah menyentuh bola terlebih dahulu, tetapi hal itu tidak mengubah apa pun menurut peraturan permainan.” Ia menambahkan, “Dia terus menerjang, dan Anda bisa melihat dengan jelas bahwa paku sepatunya menghantam kaki lawan. Wasit tidak punya pilihan selain mengeluarkan kartu merah. Itu 100% kartu merah.”
Kontroversi Penalti Kedua untuk Meksiko
Drama berlanjut ketika Inggris kembali memperlebar keunggulan menjadi dua gol melalui penalti Harry Kane. Namun, Meksiko berhasil memperkecil ketertinggalan setelah mendapatkan tendangan penalti mereka sendiri.
Penalti ini diberikan setelah Harry Kane dinilai menyentuh kaki Brian Gutiérrez. Setelah wasit Ali Reza Faghani memeriksa tayangan ulang di layar, ia memutuskan untuk memberikan penalti yang kemudian berhasil dieksekusi oleh Raúl Jiménez.
Darren Kane mengomentari situasi ini, “Itu adalah penalti. Sayangnya bagi Kane, dia memang menendang kaki pemain Meksiko itu. Situasi ini agak mirip dengan pelanggaran yang dilakukan Luka Modrić, yang membuat Inggris mendapat penalti pada pertandingan pertama mereka di babak penyisihan grup. Kane tidak menyadari bahwa pemain itu datang dari belakangnya.”
Joe Hart: Keputusan Wasit Sudah Tepat
Berbeda dengan pandangan pelatih Inggris dan kritikus lainnya, mantan kiper Inggris, Joe Hart, memiliki perspektif yang berbeda. Ia berpendapat bahwa semua keputusan krusial wasit dalam pertandingan tersebut sudah tepat.
“Saya rasa wasit telah mengambil keputusan yang tepat dalam ketiga situasi tersebut (dua tendangan penalti dan kartu merah),” katanya melalui BBC One. Ia menambahkan, “Saya merasa tegang di setiap momen itu… dan begitu melihat tayangan ulangnya, saya merasa sangat cemas. Kwanseah pantas diusir, Kane tidak menyentuh bola, dan Gordon dalam tendangan penalti Inggris, dia yang lebih dulu mencapai bola.”























