Minggu, 1 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

by Redaktur
05/02/2026
in Berita Terkini, Nasional, Opini, Pembelajaran & Literasi
Reading Time: 5 mins read
A A
sd monginsidi makassar wartakita cr

Tragedi YBS (10) di Ngada, NTT, yang mengakhiri hidup karena tak mampu membeli buku, adalah paradoks yang menampar muka pemerintah. Di saat yang bersamaan, publik dihebohkan dengan viralnya para influencer dan mahasiswa mampu yang menikmati fasilitas KIP Kuliah.

Mengapa sistem kita begitu presisi dalam salah sasaran, namun begitu lamban dalam menyelamatkan nyawa di pelosok?

1. Inersia Data: “Hantu” di Dalam DTKS

Akar masalah pertama adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang sering kali menjadi “buku usang” yang malas direvisi. Data terbaru menunjukkan Kemensos tengah memvalidasi ulang sekitar 12 juta penerima bansos yang diduga tidak layak (salah sasaran).

Kenyataannya, banyak warga yang secara ekonomi sudah “naik kelas”, memiliki aset, bahkan bekerja sebagai pegawai BUMN atau dokter, masih tercatat sebagai penerima. Di sisi lain, warga miskin ekstrem di pedalaman NTT seringkali tidak masuk dalam radar karena kendala geografis dan minimnya proaktifitas operator desa dalam melakukan pemutakhiran data.

2. Eksklusi dan Inklusi: Jebakan Administratif

Ada dua jenis dosa dalam distribusi bantuan:

  • Errors of Inclusion: Orang mampu yang masuk sistem (kasus mahasiswa mampu dapat beasiswa).

  • Errors of Exclusion: Orang miskin yang terbuang dari sistem (kasus anak di Ngada).

Pemerintah baru saja menerbitkan Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) untuk mencoba menyatukan berbagai basis data. Namun, tanpa validasi ground check yang jujur, data digital hanyalah sekadar angka di atas kertas. Masalahnya bukan pada teknologinya, tapi pada kejujuran input dari level terbawah (RT/RW/Desa).

3. “Digitalisasi Setengah Hati” dan Syarat Cicilan

Mulai tahun 2025, pemerintah menerapkan indikator baru yang lebih ketat untuk penerima bantuan. Indikator ini mencakup pengecekan:

  • Kepemilikan aset dan pajak kendaraan aktif.

  • Tagihan listrik yang tinggi.

  • Integrasi data OJK: Jika seseorang memiliki cicilan kendaraan atau layanan paylater yang aktif, sistem akan otomatis menandainya sebagai “tidak layak”.

Meski terlihat solutif, kebijakan ini bisa menjadi pedang bermata dua bagi warga miskin yang terjebak utang demi kebutuhan mendesak, yang justru membuat mereka kehilangan hak atas bantuan pendidikan.

4. Urgensi Digitalisasi Bansos 2026

Memasuki Februari 2026, pemerintah mulai memperluas Pilot Project Digitalisasi Bansos di luar Pulau Jawa (mencakup 78% daerah). Tujuannya adalah menekan intervensi manusia yang seringkali bersifat subjektif atau dipengaruhi nepotisme lokal.

Namun, digitalisasi tanpa infrastruktur listrik dan internet yang merata—seperti di Ngada—hanya akan memperlebar jurang exclusion error. Anak-anak di Sawasina tidak butuh aplikasi canggih; mereka butuh sistem yang secara otomatis mendeteksi ketika seorang siswa tidak mampu membeli buku dan langsung memberikan intervensi sebelum maut menjemput.

Kesimpulan: Bukan Hanya Soal Anggaran

Anggaran perlindungan sosial Indonesia 2025 yang mencapai Rp504,7 triliun adalah angka yang fantastis. Namun, selama “lubang hitam” birokrasi dan ketidakakuratan data tidak dibenahi secara radikal, kita akan terus membaca berita tentang anak yang gantung diri di satu sisi, dan mahasiswa pamer kekayaan dengan uang negara di sisi lain.

Yang patut dipertanyakan adalah kehadiran negara.

Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 dengan tegas menyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Namun peristiwa ini menunjukkan bahwa sistem kerja negara belum berjalan sebagaimana mestinya. Negara gagal memantau dan menjangkau kesengsaraan warganya sendiri, terutama mereka yang hidup di wilayah terpencil dan miskin.

BACA JUGA:

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

Manifesto Reformasi Parpol: Membubarkan ‘PO Bus’ dan Mengembalikan Daulat Rakyat

PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

Belajar dari Venezuela: Jangan Sampai Jari Kelingking Kita Jadi Pemicu Kebangkrutan Negara

Ironisnya, jumlah uang yang dibutuhkan YBR untuk membeli alat tulis bahkan lebih kecil daripada biaya satu kali makan siang gratis yang saat ini disediakan negara.

Pena untuk anak di Ngada tidak seharusnya semahal itu jika nurani birokrasi kita masih berfungsi.


Analisis ini divalidasi dengan data anggaran MBG, kebijakan terbaru Kemensos, dan Kemendikdasmen per Februari 2026.

Sistem integrasi data yang lebih ketat diharapkan dapat meminimalisir penyalahgunaan dana pendidikan di masa depan. Penyebab Bansos Salah Sasaran Video ini memberikan konteks visual mengenai bagaimana program bantuan pendidikan sering kali dinikmati oleh mereka yang secara ekonomi dianggap mampu, sangat relevan dengan isu ketimpangan yang kita bahas.

Tags: KIPnalar warga
Share10Tweet6Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured

DPR Tegaskan Komitmen Perjuangkan Guru Madrasah Swasta Jadi PPPK: Lampu Hijau untuk Ribuan Pendidik

01/03/2026
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured

Serangan AS-Israel ke Iran Picu Penutupan Wilayah Udara, Penerbangan Haji dan Umroh Indonesia Tertunda

28/02/2026
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured

Kebakaran Ruko di Cakung Barat Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban Jiwa

28/02/2026
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured

Program Makan Bergizi Gratis Segera Hadir: Dukungan Penuh untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas

28/02/2026
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured

Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu Jadi Tersangka Korupsi Impor, Terkait Uang Rp 5 Miliar dalam 5 Koper

28/02/2026
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured

Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

28/02/2026
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured

Prabowo dan Presiden UEA Sepakati Penguatan Ekonomi & Investasi Strategis di Momen Emas 50 Tahun Hubungan Diplomatik

27/02/2026
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured

Esai Ramadan #10: Hubris dan Kebutuhan akan Langit-langit

27/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured

    Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • 10 Gempa Bumi Terkini di Indonesia: Update BMKG hingga 23 Februari 2026

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Esai Ramadan #7: Rahasia yang Paling Terjaga

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    507 shares
    Share 203 Tweet 127
  • Kesalahan Fatal Kode AI: Hapus Seluruh Drive Akibat Perintah Sederhana, Pelajaran Berharga untuk Developer

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Serangan AS-Israel ke Iran Picu Penutupan Wilayah Udara, Penerbangan Haji dan Umroh Indonesia Tertunda

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Urgensi Revisi Perpres 112/2007 & Kebijakan Ekonomi 2015: Kemenkop & Pedagang Kecil Bersuara

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Segera Cek! Aturan Lengkap dan Jadwal Pencairan THR Pekerja Swasta 2026

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Samsung Puncaki Pasar DRAM Global Q4 2025, Sengit Bersaing dengan SK Hynix

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Polda Sulsel Ungkap Modus Korupsi di Pemerintahan: Waspadai Titip Proyek hingga Mark-Up

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta? - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.