Perairan Makassar kembali diwarnai insiden hilangnya seorang nelayan bernama Hery (43) saat melakukan aktivitas melaut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar telah merespons cepat dengan mengerahkan tim pencarian gabungan untuk menemukan korban.
Pencarian Nelayan Hery di Perairan Makassar Dilakukan BPBD
Seorang nelayan bernama Hery, berusia 43 tahun dan merupakan warga Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dilaporkan hilang saat sedang mencari ikan di laut. Peristiwa ini bermula pada Minggu (8/2) pagi, sekitar pukul 04.00 WITA, ketika Hery berangkat melaut.
Kronologi Penemuan Perahu Kosong
Kabar mengejutkan diterima oleh keluarga korban, yang disampaikan oleh kakak Hery, Sahrul (53). Sekitar pukul 09.10 WITA pada hari yang sama, pihak keluarga diberitahu bahwa perahu yang digunakan Hery ditemukan dalam kondisi kosong tanpa adanya sang nelayan di dalamnya. Laporan hilangnya Hery segera diteruskan kepada BPBD Kota Makassar.
Respons Cepat BPBD Kota Makassar
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kota Makassar segera mengambil langkah tanggap darurat. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, bersama dengan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Andi Arfan, memimpin langsung upaya respons awal. Koordinasi dengan unsur terkait lainnya juga telah dilakukan untuk memaksimalkan potensi pencarian.
Fokus Upaya Pencarian
Tim pencarian yang dikerahkan difokuskan pada beberapa area krusial, termasuk:
- Penyisiran menyeluruh di sekitar perairan lokasi penemuan perahu korban.
- Pemantauan intensif pada titik-titik yang diduga kuat menjadi area terakhir korban terlihat atau hilang.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlanjut. BPBD Kota Makassar berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru seiring dengan perkembangan hasil di lapangan.
Imbauan Keselamatan dari BPBD
Menyikapi insiden ini, BPBD Kota Makassar tidak lupa menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat, terutama para nelayan dan pelaku aktivitas kelautan lainnya. Mengutamakan keselamatan adalah hal yang mutlak diperlukan. Hal ini mencakup kewajiban untuk:
- Memeriksa dan memperhatikan kondisi cuaca secara cermat sebelum memutuskan untuk melaut.
- Terus memantau perubahan cuaca selama berada di laut.
Pencegahan insiden serupa di masa mendatang sangat bergantung pada kesadaran dan kedisiplinan seluruh pihak dalam memprioritaskan keselamatan diri.























