Rabu, 7 Oktober 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Menjaga Kesehatan Pencernaan dengan Gaya Hidup Sehat

Gangguan kesehatan pencernaan dapat disebabkan oleh stres kronis, pola makan dan tidur tidak teratur, dan pembatasan berlebihan.

by Pewarta Warga
21/02/2024
in Gaya Hidup
Reading Time: 3 mins read
A A
tekan resiko kanker usus dengan konsumsi minyak ikan

tekan resiko kanker usus dengan konsumsi minyak ikan

Gangguan pencernaan seringkali dianggap sepele, kesehatan pencernaan dapat disebabkan oleh stres kronis, pola makan dan tidur tidak teratur, dan pembatasan berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan gejala gangguan saluran pencernaan atau gastrointestinal (GI) yang tidak menyenangkan dan menghambat penyerapan nutrisi tubuh.

Ditulis laman Well and Good, Rabu (10/1) waktu setempat, ahli gizi sekaligus pakar diet terdaftar yang berbasis di Kota New York Rachel Dyckman mengatakan mendukung pencernaan secara proaktif dengan menerapkan gaya hidup dan praktik diet tertentu dapat membantu menghilangkan stres saat makan dan membuat tubuh merasa dan berfungsi dalam kondisi terbaiknya.

Pertama, makan dengan tenang, nikmati dan syukuri makanan.

Makan terburu-buru terkadang terpaksa harus dilakukan, namun melakukannya setiap hari dapat merusak pencernaan Anda, terutama jika dilakukan dalam waktu lama.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Integrative Medicine pada tahun 2019 menjelaskan bahwa makan saat kita sedang stres mengaktifkan sistem saraf simpatik, yang juga dikenal sebagai mode “fight-or-flight”.

Menyebabkan darah dialihkan ke lengan dan kaki kita dan menjauh dari organ pencernaan kita, yang pada akhirnya mengganggu pencernaan.

Kadar hormon stres yang tinggi ini membuat kita lebih mungkin mengalami sakit perut dan peningkatan peradangan di tubuh.

Meskipun lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, untuk mendorong tubuh Anda memasuki mode “istirahat dan pencernaan” parasimpatis, cobalah makan di lingkungan yang tenang dan jauh dari gangguan termasuk gawai dan TV.

Rasakan aroma, rasa, dan tekstur makanan saat makan.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition pada tahun 2020, aspek sensorik makanan (seperti rasa, aroma, dan tekstur) membantu fase pertama pencernaan, yang disebut fase cephalic.

Ketika kita memberikan perhatian khusus untuk menggunakan semua indra kita saat makan, pelepasan enzim pencernaan, empedu, dan cairan lambung dirangsang untuk membantu memecah makanan dengan baik.

Mengenal isyarat rasa lapar dan kenyang pada tubuh.

Mengabaikan isyarat tubuh seputar kapan dan berapa banyak makan dapat menyebabkan pola makan tidak teratur, namun saluran pencernaan kita bekerja paling baik ketika kita mendengarkan tubuh kita dan makan secara teratur sepanjang hari.

Terlalu lama tidak makan dapat menyebabkan gula darah rendah, sehingga membuat kita cenderung makan melebihi rasa kenyang pada waktu makan berikutnya.

Memeriksa isyarat rasa lapar dan kenyang yang Anda alami sepanjang hari dan selama makan membantu memandu Anda sehingga Anda tahu kapan harus mulai dan berhenti makan, menghindari efek negatif dari kurang makan, serta merasa kenyang dan tidak nyaman.

Disamping itu, pola makan yang tidak teratur dan mengikuti pola makan yang terlalu ketat dapat berdampak buruk pada pencernaan dan kesehatan usus kita.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition Issues in Gastroenterology pada tahun 2022, pembatasan asupan makanan dapat menyebabkan disbiosis usus, yang pada dasarnya membuat beberapa bakteri baik usus Anda kelaparan dan menurunkan keragaman mikroba sehat yang hidup di usus secara keseluruhan.

Membatasi asupan makanan secara berlebihan juga dapat memperlambat motilitas usus, sehingga makanan membutuhkan waktu lebih lama untuk bergerak melalui saluran pencernaan, seperti yang diuraikan dalam penelitian tersebut.

BACA JUGA:

Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Sulsel Masuk Kategori Tidak Sehat

Tata krama ketika mengisi daya mobil listrik di SPKLU

Booklet Diet DASH Jadi Inovasi Edukasi Hipertensi Mahasiswa Kesmas UNNES

JKN di Makassar: Ibu Rumah Tangga Muhrani Rasakan Langsung Keringanan Biaya Kesehatan

UMKM Makassar Terbantu BPJS Kesehatan: Desy Novianti Bebas Biaya Obati Komplikasi Penyakit Berkat JKN

Rekomendasikan Wartakita.id
Tags: gaya hidupKesehatankesehatan pencernaan
Share18Tweet11Send

ARTIKEL TERKAIT

RR. Nur, seorang pria berpakaian rapi, mengikuti etiket yang tepat saat mengisi daya kendaraan listriknya di stasiun pengisian SPKLU. Dia memegang kabel pengisian dengan hati-hati dan menghubungkannya

Tata krama ketika mengisi daya mobil listrik di SPKLU

07/10/2026
Seorang pria berdiri di depan pemandangan geopark Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan latar belakang tebing batu karst dan gua yang indah. Cahaya matahari yang terang mencerminkan keindahan bentan

Eksplorasi Keindahan Geopark Maros-Pangkep Warisan Dunia di Sulawesi Selatan

07/10/2026
Sejumlah mahasiswa UNNES dari program Kesmas membaca buletin diet DASH yang berwarna cerah dan desainnya rapi. Mereka duduk di kelas dengan papan tulis di latar belakang yang menampilkan petunjuk diet

Booklet Diet DASH Jadi Inovasi Edukasi Hipertensi Mahasiswa Kesmas UNNES

06/10/2026
A diverse group of office workers taking a break, emphasizing the importance of mental health and well-being in the workplace.

Cara Efektif Mengatasi Burnout dan Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

04/10/2026
Fenomena Ghosting: Memahami Tindakan Menghilang Tanpa Jejak dalam Komunikasi Digital

Fenomena Ghosting: Memahami Tindakan Menghilang Tanpa Jejak dalam Komunikasi Digital

03/10/2026
Menjaga Kesehatan Pencernaan dengan Gaya Hidup Sehat - Featured

Ekowisata Tana Toraja: Pemasaran Digital Tingkatkan Penjualan Tiket 70%

01/10/2026
Menjaga Kesehatan Pencernaan dengan Gaya Hidup Sehat - Featured

JKN di Makassar: Ibu Rumah Tangga Muhrani Rasakan Langsung Keringanan Biaya Kesehatan

01/10/2026
Gambar fotorealistik seorang pria yang ditemukan meninggal dunia, mengapung di tepi sungai pedesaan di Kulon Progo, dengan tangan masih memegang erat pancing.

Tragedi di Sungai Sentolo: Pria Penderita Epilepsi Ditemukan Meninggal Dunia Saat Memancing, Tangan Masih Memegang Pancing

27/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • wisata dan tradisi nyekar di pulau libukang palopo

    Wisata Dan Tradisi Nyekar Di Pulau Libukang Palopo

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Ole Romeny Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia dengan Jersey Marselino

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Sulsel Perkuat Pendidikan Vokasi, Jawab Tantangan Industri 4.0 dan Pengangguran

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
  • Ekowisata Tana Toraja: Pemasaran Digital Tingkatkan Penjualan Tiket 70%

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • APBN 2026: Mengurai Mitos Ketergantungan Pajak, Menelisik Jalan Kemakmuran Berkelanjutan

    233 shares
    Share 93 Tweet 58
  • Menkeu Suahasil Lantik 17 Pejabat, 13 dari Ditjen Pajak

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Hakim MK Bertanya soal Ijazah Gibran, Fokus Transparansi Data Pendidikan

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Redmi Note 15 Pro 5G vs Infinix Note 60: Adu Fitur Unggulan Segmen Menengah

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • 3 Bulan DLH Makassar Terapkan Kebijakan Pilah Sampah, Edukasi Tanpa Sanksi

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
wartakita-id-buku-saku-bencana-bnpb_cr

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

parfum dengan kharisma sejati 1_cr
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
telegram-bot
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
featured 1_tn1
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Seni Merawat Vespa Matic_wartakita.id
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
img-1764775654-b12300608d9039ae
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
hidup sehat dan seimbang_cr_tn1
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
insta360-go-3s-780x470.jpg
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
merawat-aki-mobil-dimusim-hujan-2_cr
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
5 Kebiasaan Buruk WFH_cr_tn1
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
1766621435-7-gadget-traveling-wajib-bawa-buat-liburan-nataru-anti-lowbat.jpg
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
tips-keselamatan
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏚️
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.