Sabtu, 11 April 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa

by Pewarta Warga
10/05/2016
in Arsip 2015-2018, Makassar & Sulsel
Reading Time: 3 mins read
A A
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Arsip

guru didorong menilai lebih objektif terhadap kemampuan siswa

Wartakita, Bone – Selama ini, penilaian sekolah terhadap siswa lebih banyak ditujukan pada aspek pengetahuan atau kognitif. Para guru biasa menilai siswa lewat ujian tertulis, baik lewat pilihan ganda, menjawab titik-titik, memasangkan jawaban dan sedikit pertanyaan esai.

“Penilaian demikian tidak bisa sepenuhnya memperlihatkan kemampuan siswa. Bisa jadi malamnya siswa ada masalah dengan keluarga, tidak bisa tidur dan agak linglung sehingga tidak berhasil menjawab soal-soal ujian satu jam tersebut dengan baik. Dia sudah belajar sepanjang semester dan sehari-hari menunjukkan keaktifan belajar dan ketrampilan menganalisis, tapi ternyata nilainya lebih banyak ditentukan oleh satu jam ujian tersebut. Ini tentu tidak adil!” ujar Jamaruddin, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS untuk Sulawesi Selatan (10 Mei 2016).

Menurutnya, pada penilaian tradisional demikian, siswa hanya diberikan pilihan untuk merespon dan hanya mengingat informasi pengetahuan untuk menjawab pertanyaan. “Penilaian demikian gagal dalam mengungkap kinerja intelektual yang kompleks yang dibutuhkan dalam kehidupan,” ujarnya lebih lanjut.

Agar penilaian lebih holistik, USAID PRIORITAS telah melatih para guru untuk menggunakan model penilaian yang lebih objektif yaitu penilaian otentik. “Dengan modul dua dan tiga USAID PRIORITAS yang sejalan dengan kurikulum 2013 yang akan diterapkan secara nasional, para guru dilatih untuk melakukan penilaian terhadap siswa dengan lebih objektif lewati penilaian terhadap kinerja atau performance siswa berdasarkan penentuan kompetensi dasar sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang ingin dicapai, “ ujarnya.

Untuk menguasai model penilaian tersebut, para peserta dalam pelatihan USAID PRIORITAS dilatih untuk menentukan kriteria atau aspek yang akan dinilai dalam suatu pembelajaran, dan menentukan indikator aspek tersebut. “Penilaian seperti ini menitikberatkan pada produk dan proses pembelajaran.

Pada proses pembelajaran, guru-guru akan memperhatikan aktivitas, respon, kegiatan, minat, sikap, dan upaya-upaya siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, guru harus mampu mengumpulkan informasi untuk penilaian baik pada ranah kognisi, psikomotorik maupun afeksi,” ujarnya. Berdsarkan penilaian seperti ini, maka perkembangan, kemajuan dan kesulitan belajar siswa akan bisa diketahui dan bisa jadi bahan evaluasi, ujarnya.

Namun menurut Jamaruddin, seringkali guru mengalami kesulitan menentukan aspek dan indikator penilaian. “Mereka juga sering merasa tak cukup waktu, karena harus mengajar sambil menilai,” tandasnya.

Hal ini diamini oleh Sukayati, guru SDN Bajoe Bone. “Saya merasa kesulitan memberikan nilai angka dengan model penilaian seperti ini, karena setiap angka harus disertai keterangan alasan penilaiannya yang berbentuk rubrik,” ujarnya saat menerima pelatihan modul tiga USAID PRIORITAS bersama para pendidik dari 16 sekolah binaan USAID PRIORITAS di Bone, Sulsel.

“Pelatihan yang diberikan USAID PRIORITAS akan memudahkan para guru mendalami model penilaian seperti ini, baik menyusun maupun melaksanakannya pada saat pembelajaran,” pungkas Jamaruddin.

Di Sulawesi Selatan, USAID PRIORITAS melaksanakan pelatihan semacam itu di 13 Kabupaten/Kota yaitu Bantaeng, Takalar, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Wajo, Enrekang, Tana Toraja, Soppeng, Pinrang, Sidrap dan Bone. (Ajieb)

BACA JUGA:

Makassar Akan Terangi Kota dengan Energi dari Sampah: Proyek PSEL Rp 3 Triliun di TPA Tamangapa

Aksi Premanisme Juru Parkir Liar di Makassar Berakhir: Pelaku Pemalakan Tertangkap Pasca Viral

Tawuran Maut di Makassar: Dua Pemuda Luka Parah, Motor Dibakar Massa Akibat Dendam Lama

Makassar, Gowa, dan Maros Kolaborasi Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik Lewat PSEL

Gowa Ubah 150 Ton Sampah Harian Jadi Energi Listrik: Inisiatif Ramah Lingkungan dan Ekonomi Sirkular

Tags: PendidikanPewarta WargaSulawesi SelatanUSAIDUSAID PRIORITAS
Share4Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured

Proyek PSEL Rp 3 Triliun Makassar: Wali Kota Appi Tinjau Kesiapan Lahan TPA Manggala

08/04/2026
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured

Jasad Pemulung Ditemukan di Lingkungan Unhas Makassar, Diduga Akibat Sengatan Listrik

08/04/2026
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured

Investasi Rp3 Triliun PLTSa Makassar Terkatung-katung: Konsorsium Tuntut Kejelasan dari Pemkot

07/04/2026
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured

Seleksi Ketat Kepala Puskesmas Makassar: Uji Kompetensi dan Wawancara Demi Layanan Kesehatan Unggul

07/04/2026
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured

Makassar Akan Terangi Kota dengan Energi dari Sampah: Proyek PSEL Rp 3 Triliun di TPA Tamangapa

06/04/2026
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured

Aksi Premanisme Juru Parkir Liar di Makassar Berakhir: Pelaku Pemalakan Tertangkap Pasca Viral

06/04/2026
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured

Makassar, Gowa, dan Maros Kolaborasi Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik Lewat PSEL

05/04/2026
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured

Gowa Ubah 150 Ton Sampah Harian Jadi Energi Listrik: Inisiatif Ramah Lingkungan dan Ekonomi Sirkular

05/04/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured

    Investasi Rp3 Triliun PLTSa Makassar Terkatung-katung: Konsorsium Tuntut Kejelasan dari Pemkot

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • #MayDay Bagaimana Digitalisasi Mengubah Nasib Buruh Indonesia: Antara Peluang dan Ancaman

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Cegah Banjir di Musim Hujan, Dinas PU Rencana Bangun Aquapond

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Makassar Siap Menggebrak April 2026: Dari Konferensi Medis Hingga Pesta Musik Berskala Besar

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Danny Pomanto Tuntaskan Masalah Anak Putus Sekolah Lewat Lorong Wisata

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Dispar Makassar Gandeng Astindo Perkenalkan Potensi Wisata di Jatim

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Aksi Long March, Macet Sepanjang jalan Urip Sumoharjo ke arah jalan Perintis Kemerdekaan.

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Gaji ke-13 ASN: Antara Kebutuhan Pendidikan dan Efisiensi Anggaran Pemerintah

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Makassar, Gowa, dan Maros Kolaborasi Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik Lewat PSEL

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.