Wartakita.id – Pemerintah Kota Makassar menargetkan 9.885 kasus Tuberkulosis (TBC) sembuh dalam tiga tahun ke depan, sebagai bagian dari upaya ambisius mencapai eliminasi penyakit menular tersebut. Inisiatif ini melibatkan intervensi kesehatan yang mendalam dan strategi proaktif.
Poin Penting:
- Makassar menargetkan 9.885 kasus TBC sembuh dalam tiga tahun.
- Tujuan akhir adalah nol kasus TBC di wilayah kota.
- Program inovatif ‘Hantu Mesra’ diluncurkan untuk pendekatan proaktif.
- Deteksi dini ditekankan sebagai kunci keberhasilan penanganan TBC.
- Tuberkulosis adalah penyakit menular bakteri yang menyerang paru-paru.
Ambisi Nol Kasus TBC di Makassar
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, secara tegas menyatakan komitmen Pemerintah Kota untuk memberantas Tuberkulosis hingga ke akar-akarnya. Dengan target nol kasus TBC dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan, Pemkot berupaya menuntaskan persoalan kesehatan publik ini secara komprehensif. Data tahun 2025 yang mencatat 9.885 kasus TBC telah mendapatkan pengobatan, menjadi pijakan krusial bagi Pemkot untuk merancang dan mengimplementasikan intervensi yang lebih efektif di lapangan.
Strategi ‘Hantu Mesra’: Menjemput Bola untuk Kesehatan
Menyadari tantangan dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam penanganan penyakit menular seperti TBC, Pemkot Makassar terus mendorong inovasi program kesehatan. Salah satu terobosan yang mendapat apresiasi tinggi adalah program **’Hantu Mesra’** yang digagas oleh Puskesmas Ballaparang. Program ini mengedepankan pendekatan proaktif, di mana petugas kesehatan secara langsung mendatangi rumah-rumah warga. Melalui pendekatan ‘menjemput bola’ ini, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan rutin, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada keluarga. Pendekatan yang lebih personal ini terbukti efektif untuk mengatasi rasa enggan, takut, atau stigma yang terkadang melekat pada penderita TBC, sehingga mendorong masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri.
Pentingnya Deteksi Dini dalam Pemberantasan TBC
Walikota secara konsisten menekankan betapa krusialnya deteksi dini dalam upaya pemberantasan TBC. Beliau mengidentifikasi kurangnya kesadaran masyarakat dan keengganan untuk memeriksakan diri sebagai hambatan utama yang menyebabkan banyak kasus TBC tidak terdeteksi sejak awal. Keterlambatan deteksi ini tidak hanya memperlambat penanganan individu, tetapi juga berpotensi memperluas rantai penularan dalam komunitas. Program ‘Hantu Mesra’ diharapkan mampu mempercepat proses penemuan kasus baru dan memastikan penanganan yang menyeluruh, bahkan hingga ke lingkungan terdekat penderita, sehingga upaya memutus mata rantai penularan dapat berjalan maksimal dan lebih cepat.
Memahami Tuberkulosis (TBC)
Tuberkulosis, yang lebih dikenal sebagai TBC, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri **Mycobacterium tuberculosis**. Penyakit ini memiliki karakteristik utama menyerang organ paru-paru, namun tidak menutup kemungkinan dapat menginfeksi organ lain di dalam tubuh. Penularan TBC umumnya terjadi melalui udara, yaitu saat seseorang yang terdiagnosis TBC melakukan aktivitas seperti batuk, bersin, atau berbicara, sehingga droplet yang mengandung bakteri tersebar dan dapat terhirup oleh orang lain di sekitarnya. Pemahaman mendalam mengenai sifat penyakit ini menjadi landasan bagi strategi penanggulangan yang efektif.
Linimasa Pencapaian Target Eliminasi TBC
Pemerintah Kota Makassar menetapkan target yang terukur untuk eliminasi Tuberkulosis. Pencapaian nol kasus TBC diharapkan dapat terwujud dalam rentang waktu **2 hingga 3 tahun ke depan**, dengan estimasi finalisasi upaya penuntasan penyakit ini pada tahun **2029**. Kerangka waktu yang jelas ini memberikan momentum bagi seluruh elemen di Kota Makassar untuk bekerja sama secara sinergis demi mencapai kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik.























