Kota Makassar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dengan masuk dalam daftar 10 besar kota berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat toleransi terbaik, Makassar kini menempati peringkat ke-9 dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2026 yang dirilis SETARA Institute.
Makassar Meraih Peringkat ke-9 dalam Indeks Kota Toleran Nasional
Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata sinergi kuat antara pemerintah kota, birokrasi, dan seluruh elemen masyarakat Makassar dalam menjaga serta memperkuat kerukunan sosial dan keberagaman. Indeks Kota Toleran (IKT) 2026, yang diluncurkan oleh SETARA Institute pada 22 April 2026 di Jakarta, melakukan analisis mendalam terhadap berbagai indikator penting.
Metodologi Penilaian Indeks Kota Toleran (IKT)
Studi IKT 2026 mengevaluasi kota-kota di Indonesia berdasarkan tiga pilar utama: kebijakan pemerintah kota yang inklusif, praktik regulasi yang mendukung toleransi, dan dinamika sosial masyarakat dalam menjaga keberagaman. Penilaian ini mencakup 98 kota di seluruh tanah air, menjadikan peringkat Makassar sebagai sebuah lonjakan yang sangat signifikan. Sebelumnya, Makassar berada di peringkat ke-52, namun kini berhasil meroket ke posisi ke-9.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Menjadi Kunci Harmoni
Prof. Arifuddin Ahmad, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Makassar, mengapresiasi pencapaian ini sebagai hasil dari kolaborasi yang solid. Ia menekankan bahwa kepemimpinan pemerintah kota dinilai berhasil menghadirkan kebijakan yang merangkul semua pihak, sementara masyarakat menunjukkan konsistensi dalam mengamalkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang terbangun selama ini semakin kuat,” ujar Prof. Arifuddin Ahmad pada Sabtu (2/5/2026).
FKUB Makassar secara konsisten berupaya memperkuat dialog lintas agama dan membangun komunikasi yang terbuka untuk menanggapi setiap perkembangan sosial yang muncul di tengah masyarakat. Pengalaman saya sebagai bagian dari masyarakat Makassar, melihat berbagai forum dialog antarumat beragama yang aktif, memberikan keyakinan bahwa fondasi toleransi di kota ini memang kuat dan terus diperjuangkan.
Studi Konsisten SETARA Institute dalam Memetakan Keberagaman
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menjelaskan bahwa studi Indeks Kota Toleran telah dilakukan secara berkelanjutan sejak tahun 2015. Tujuannya adalah untuk memetakan praktik-praktik baik dalam pengelolaan keberagaman di berbagai kota di Indonesia. Menurut Ismail Hasani, lonjakan peringkat Makassar mencerminkan adanya kemajuan nyata dalam implementasi kebijakan dan praktik sosial yang secara aktif mendukung terciptanya iklim toleransi yang kondusif.
Program Konkret Pemerintah Kota Makassar dalam Penguatan Toleransi
Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmennya melalui berbagai program strategis yang bertujuan untuk memperkuat harmoni sosial dan kerukunan, di antaranya:
- Dukungan aktif terhadap berbagai kegiatan keagamaan dari seluruh umat beragama.
- Penguatan peran dan fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai mediator dan fasilitator dialog.
- Pembentukan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan sebagai wilayah percontohan penerapan nilai-nilai toleransi di tingkat komunitas.
Langkah-langkah konkret ini menegaskan visi pembangunan sosial Kota Makassar yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sangat mengutamakan keharmonisan dalam keberagaman masyarakatnya, menjadikannya kota metropolitan yang nyaman untuk semua. Saya pribadi merasakan langsung bagaimana keragaman di Makassar bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari perayaan hari besar keagamaan hingga interaksi sosial antarwarga.
Kontributor: MA. Untung
Penyunting: M. Ridham























