Minggu, 8 Februari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini Hukum & Keadilan

Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu

Bagian 2 dari 3

by Redaktur
15/11/2025
in Hukum & Keadilan, Internasional
Reading Time: 5 mins read
A A
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

WARTAKITA.ID (INVESTIGASI) – “Kami tidak kuat mental lagi. Kami terus-menerus melihat kekerasan demi kekerasan.”

Kesaksian ini diungkapkan oleh “Firman”, salah satu dari 110 WNI yang berhasil kabur dari kompleks scam Chrey Thum di Kamboja pada Oktober 2025.3 Artikel Detik.com yang meliput insiden serupa mengkonfirmasi tajuk yang mengerikan: “Disekap-Disetrum”.3

Laporan korban dan penyelidikan internasional melukiskan gambaran brutal tentang kehidupan di dalam “pabrik penipu” ini. Para pekerja dipaksa bekerja belasan jam sehari di bawah ancaman kekerasan fisik yang ekstrem: pemukulan, setrum listrik, kurungan di ruang gelap, hingga kelaparan [Kueri Artikel].

Kekerasan ini bukanlah tindakan acak, melainkan alat manajemen yang sistematis. Ini adalah “kebijakan SDM” dari para operator sindikat. Ancaman pemukulan dan penyiksaan digunakan untuk menegakkan kuota penipuan (target) dan menanamkan teror untuk mencegah pelarian [Kueri Artikel].

Kesaksian Firman menggambarkan momen pelarian mereka. Saat 110 WNI berdesakan menuju gerbang, petugas keamanan melepaskan tembakan peringatan ke udara. Rekan Firman dipukuli dengan bogem mentah, sementara WNI lainnya ditodong pistol di kepala sebelum diseret kembali ke dalam gedung.3

Anatomi ‘Sha Zhu Pan’: Dipaksa Menjadi Penipu Asmara

Pekerjaan yang dipaksakan kepada para WNI ini adalah skema penipuan canggih yang dikenal sebagai “Sha Zhu Pan” atau “Pig Butchering” (menggemukkan babi sebelum disembelih) [Kueri Artikel].

Ini adalah kejahatan ganda yang sempurna. Ia tidak hanya merampok uang dari target penipuan, tetapi juga merampok kemanusiaan dari para pekerjanya. Para WNI ini, yang sebagian besar direkrut sebagai “admin” atau “customer service”, dipaksa menjadi manipulator psikologis tingkat tinggi.

Prosesnya berjalan dalam beberapa tahap:

  1. Kontak Awal: Pelaku (WNI) mengirim pesan acak ke jutaan orang, seringkali berpura-pura “salah kirim” [Kueri Artikel].

  2. Menggemukkan (Fattening): Ketika korban merespons, WNI dipaksa membangun hubungan emosional yang mendalam. Ini bisa sebagai teman, tetapi yang paling efektif adalah sebagai pasangan romantis.16 Firman bersaksi dia dipaksa menyamar sebagai “pengusaha muda Singapura” untuk memikat target perempuan, atau sebaliknya.3

  3. Investasi Palsu: Setelah kepercayaan terbangun, korban perlahan digiring untuk “berinvestasi” dalam skema bisnis atau cryptocurrency palsu.17 Mereka diarahkan ke platform atau aplikasi palsu yang dikontrol penuh oleh sindikat.18

  4. Menyembelih (Butchering): Untuk membangun kepercayaan, korban awalnya diizinkan menarik sedikit keuntungan. Setelah korban yakin dan menaruh seluruh tabungan hidup mereka, platform dikunci, dan sindikat menghilang dengan uang tersebut.17

Para WNI ini pada dasarnya adalah korban yang dipaksa menjadi pelaku. PBB menyebutkan bahwa dalam krisis ini, terdapat dua kelompok korban: mereka yang uangnya dicuri, dan mereka yang diperdagangkan dan dipaksa untuk melakukan pencurian itu.3

Laporan Khusus: Neraka Berlapis WNI Perempuan

Bagi pekerja perempuan, eksploitasi yang mereka alami jauh lebih brutal. Sebuah laporan investigasi BBC Indonesia pada Juli 2025 mengungkap kesaksian “Ita” (nama samaran), WNI yang terjebak di pusat judi daring di Kamboja.19

Ita ditipu oleh mantan kakak kelasnya dengan janji pekerjaan “keuangan” di Bali. Namun, dia diterbangkan ke Kamboja, paspornya ditahan, dan dia dipaksa bekerja sebagai “admin judi”. Pekerjaannya termasuk melayani pesan-pesan cabul dari para member.19

Ketika Ita gagal memenuhi target pada bulan berikutnya, hukuman dijatuhkan. Dia dikurung di gudang selama sebulan penuh dan hanya diberi makan dua hari sekali.

Di dalam kurungan itulah neraka berlapis terjadi. Ita bersaksi bahwa dia diikat di bangku, dan diperkosa secara bergiliran oleh atasannya—kadang berdua, bahkan bertiga. Para pelaku merekam aksi bejat tersebut. Ita diancam, jika dia melapor, video itu akan disebarkan.19

Kesaksian ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual bukanlah insiden sampingan, melainkan mekanisme kontrol yang disengaja. Itu adalah “hukuman” atas kegagalan kerja dan sekaligus alat pemerasan untuk menjamin kesenyapan korban.

BACA JUGA:

Mengungkap Misteri Kejahatan: Peran Krusial Ilmu Forensik dalam KDrama

600 WNI Terjebak Scam Kamboja: Polri Ungkap Jaringan Bos Asing

PT TBS Diduga Perparah Banjir Sumatra, Bareskrim Selidiki

Limbah Radioaktif Dicuri: 200 Kg Cesium-137 Hilang!

Tragedi Vera Kravtsova: Model Belarusia Tewas di Myanmar, Sorotan Global Terhadap Brutalitas TPPO dan Perdagangan Organ

Paradoks Korban: ‘Saya Mau Cari Kerja Lain’

Di tengah upaya evakuasi 110 WNI yang kabur pada Oktober 2025, muncul sebuah anomali yang tragis. Laporan Kompas.com menyebutkan bahwa “sejumlah WNI korban online scam Kamboja menolak pulang”.20

Menteri Luar Negeri Indonesia mengkonfirmasi informasi ini, menyatakan bahwa beberapa WNI tidak mau pulang “dengan harapan untuk bisa bekerja di tempat lain” di Kamboja.20

Penolakan ini bukanlah tanda bahwa mereka menikmati Kamboja. Sebaliknya, ini adalah cerminan dari paradoks psikologis dan keputusasaan ekonomi yang ekstrem.

Bagi banyak korban, pulang ke Indonesia berarti menghadapi tiga kenyataan pahit:

  1. Utang: Banyak korban, seperti Firman, berutang kepada agen perekrut untuk biaya keberangkatan.3 Pulang berarti kembali tanpa uang sepeser pun, namun utang tetap harus dibayar.

  2. Stigma: Mereka akan menghadapi rasa malu yang luar biasa di komunitas mereka, dicap sebagai “PMI gagal”, atau lebih buruk lagi, sebagai “penipu” atau “pelacur”.

  3. Kemiskinan: Alasan utama yang mendorong mereka pergi—kurangnya lapangan kerja layak di Indonesia—masih ada.

Dalam situasi ini, beberapa korban tampaknya memilih untuk mengambil risiko di “pasar kerja” Kamboja yang berbahaya, di mana setidaknya ada ilusi gaji Dolar, daripada menghadapi kepastian kemiskinan dan stigma di kampung halaman.

(Bersambung ke Bagian 3: Para Taipan di Balik Jerat)

Tags: Investigasikekerasan seksualKesaksian WNIOnline ScamPenipuan KriptoPerbudakan KambojaPig ButcheringSha Zhu PanTPPO
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Sindikat Scam Kamboja: Hukum Korea Selatan vs. Indonesia pada ‘Eksodus’, Siapa yang Benar?

25/01/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Kronologi Lengkap: Korean Air KE81 Berhasil Mendarat Aman di JFK Setelah Deklarasi PAN-PAN Akibat Masalah Hidrolik

24/01/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Project Iceworm: Ambisi Nuklir Bawah Es Greenland yang Terkubur Ambisi dan Ancaman Lingkungan

18/01/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Oknum Polisi di Polresta Deli Serdang Diduga Curi Motor Rekan Sesama Anggota, Terancam Pemecatan

11/01/2026
Komisioner KPU Terjaring OTT KPK, Inisial WS

KPK Terapkan KUHAP Baru: Fokus HAM, Tersangka Suap Pajak Tak Lagi Dipajang di Konferensi Pers

11/01/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Vonis Bebas Driver Ojol Setelah 6 Bulan Dipenjara: Keadilan yang Tertunda dan Tuntutan Ganti Rugi

08/01/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Nelayan RI Raih Penghargaan Presiden Korsel, Kisah Heroik di Balik Api

05/01/2026
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Survival Guide Netizen 2026: Mengkritik Tanpa Diciduk Pasal 218 KUHP (Panduan Lengkap + Contoh Kasus)

03/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

    Netflix, Mattel, dan Hasbro Bersinergi: Revolusi Mainan K-Pop “Demon Hunters”

    491 shares
    Share 196 Tweet 123
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    470 shares
    Share 188 Tweet 118
  • Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Anomali Nikel Indonesia: Impor Bijih Filipina Membanjir, Produksi Dalam Negeri Terancam?

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Getaran Kuat Terasa hingga Yogyakarta dan Malang – BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Asap Kuning di Cilegon: Kebocoran Asam Nitrat di PT Vopak Merak Picu Kepanikan Warga, Walikota Turun Tangan

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Investasi Rp110 Triliun untuk 6 Proyek Hilirisasi: Mendorong Ekonomi Nasional dan Menciptakan 3.000 Lapangan Kerja

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Bareskrim Polri Ungkap ‘Goreng Saham’ Rp467 Miliar, Tiga Tersangka Ditetapkan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Kesaksian dari ‘Neraka Kripto’: Disekap, Disetrum, dan Dipaksa Menipu - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.