Jumat, 27 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Opini

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan?

Menjaga marwah simbol negara tidak lebih penting dari menjaga implementasi nilai-nilai dan cita-cita yang diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan bangsa dan negara ini

by Redaktur
08/08/2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, sebuah pemandangan tak biasa menghiasi langit di banyak tempat. Di bawah bendera Merah Putih yang sakral, berkibar selembar kain hitam bergambar tengkorak mengenakan topi jerami. Ini adalah “Jolly Roger”, bendera kelompok Bajak Laut Topi Jerami dari seri manga dan anime populer asal Jepang, One Piece.

Fenomena ini dengan cepat membelah opini publik. Di satu sisi, ia dianggap sebagai bentuk kreativitas dan ekspresi kritik yang cerdas. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa ini adalah tanda lunturnya penghormatan terhadap simbol negara. Untuk memahaminya, kita perlu menyelami dua dunia yang bertemu dalam fenomena ini: narasi resmi kebangsaan dan semangat perlawanan dalam sebuah cerita fiksi.

Sudut Pandang Pertama: Bendera Negara Bukan Lelucon

Bagi sebagian kalangan, terutama aparatur negara, pengibaran bendera selain Merah Putih dalam menyambut hari kemerdekaan adalah sebuah anomali yang mengkhawatirkan. Perspektif ini tidak lahir dari ruang hampa. Bendera Merah Putih bukan sekadar kain dua warna; ia adalah kristalisasi dari pengorbanan tak terhingga. Setiap helainya seolah ditenun dari tetesan darah para pahlawan dan air mata rakyat yang berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Dari sudut pandang ini, narasi yang dibangun adalah tentang penghormatan. Para pejabat di berbagai daerah mengimbau warga untuk fokus mengibarkan Merah Putih sebagai wujud cinta tanah air. Kekhawatiran mereka berdasar pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Peraturan ini secara spesifik mengatur tata cara penggunaan bendera negara untuk menjaga kehormatannya. Mengibarkan bendera lain—apapun itu—dianggap berpotensi mengalihkan fokus dan makna dari perayaan kemerdekaan itu sendiri.

Narasi ini semakin kuat ketika beberapa pihak melabeli fenomena ini sebagai upaya “memecah belah bangsa” atau tindakan “tidak menghormati”. Bagi mereka, kemerdekaan adalah momen sakral untuk bersatu di bawah satu simbol, yaitu Merah Putih, bukan memecahnya dengan simbol-simbol dari budaya pop asing. Intinya, bendera negara adalah warisan revolusi yang diraih dengan nyawa dan materi, sehingga menyejajarkannya dengan simbol fiksi dianggap sebagai sebuah degradasi nilai.

Sudut Pandang Kedua: Suara yang Tak Terdengar di Balik Simbol Fiksi

Di seberang spektrum, ada para pengibar bendera Jolly Roger. Bagi mereka, tindakan ini bukanlah bentuk pembangkangan terhadap negara, apalagi pelecehan terhadap Merah Putih. Justru sebaliknya, ini adalah ekspresi cinta pada Indonesia dengan cara yang berbeda.

Untuk memahami logika mereka, kita harus melihat makna Jolly Roger dalam konteks cerita One Piece. Dalam dunia rekaan Eiichiro Oda, kelompok Topi Jerami yang dipimpin Monkey D. Luffy bukanlah perompak jahat. Mereka adalah simbol perlawanan terhadap “Pemerintah Dunia”—sebuah entitas penguasa absolut yang korup, menutupi sejarah kelam, mempraktikkan diskriminasi, dan menindas rakyatnya demi status quo. Jolly Roger milik Luffy adalah lambang kebebasan, harapan, dan perjuangan melawan ketidakadilan.

Para penggemar di Indonesia mengadopsi simbol ini sebagai metafora. Mereka merasa ada resonansi antara perjuangan Luffy dengan kondisi sosial yang mereka rasakan: ketimpangan ekonomi, keadilan yang terasa tumpul bagi yang lemah, dan suara rakyat yang seringkali diabaikan di tengah gemuruh narasi kemajuan. Mengibarkan Jolly Roger menjadi semacam “surat kaleng simbolik”, sebuah hidden transcript (naskah tersembunyi), di mana pesan kritik disampaikan secara halus dan hanya dipahami oleh mereka yang merasakan kegelisahan serupa.

Mereka pun berargumen bahwa tidak ada hukum yang dilanggar. Para pengibar bendera ini dengan sadar menempatkan Jolly Roger di bawah Merah Putih, tidak sejajar apalagi lebih tinggi. Ini adalah cara mereka menunjukkan bahwa loyalitas utama tetap pada Indonesia, namun di bawah naungan negara itu, ada aspirasi dan kritik yang ingin disampaikan. Mereka tidak sedang mengibarkan “bendera negara One Piece”, karena mereka tahu itu fiksi. Mereka menggunakan sebuah simbol universal dari cerita yang mereka sukai untuk menyuarakan harapan akan Indonesia yang lebih adil.

Kesimpulan Kami

Fenomena bendera Jolly Roger bukanlah sekadar tren sesaat. Ia adalah cerminan dari sebuah dialog yang kompleks antara negara dan warganya di era digital.

Di satu sisi, ada kekhawatiran yang sah tentang pentingnya menjaga marwah simbol negara yang telah diperjuangkan dengan sangat mahal, walau fakta bahwa menjaga marwah simbol tidak lebih penting dari menjaga implementasi nilai-nilai dan cita-cita yang diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan, termasuk kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat yang hampir tidak diberi ruang di era kolonial. Di sisi lain, ada sebuah generasi yang menemukan cara baru dan kreatif untuk menyuarakan aspirasi mereka, meminjam bahasa dari budaya pop yang mereka konsumsi sehari-hari.

Alih-alih langsung menghakimi sebagai tindakan patriotik atau tidak patriotik, fenomena ini membuka ruang pertanyaan yang lebih dalam: Sudahkah ruang-ruang aspirasi konvensional cukup untuk menampung suara semua warga? Bagaimana cara negara merespons kritik yang dibalut dalam simbolisme modern? Dan bagi kita semua, apa makna sejati dari merayakan kemerdekaan di tengah realitas sosial yang kita hadapi?

Pada akhirnya, bendera hitam bertengkorak itu mungkin hanyalah kain. Namun, harapan, kritik, dan perdebatan yang dikibarkannya bersama Merah Putih adalah nyata dan menjadi potret dinamika bangsa di usianya yang ke-80.

BACA JUGA:

Patologi Birokrasi: Mengapa Pena di Ngada Lebih Sulit Didapat Daripada KIP-K di Jakarta?

Harga Sebuah Pena yang Lebih Mahal dari Nyawa: Surat Cinta Terakhir dari Ngada

Epstein Files: Runtuhnya Tembok Kebal Hukum dan Ilusi Keilahian di Atas ‘Bedeng’ Peradaban

Manifesto Reformasi Parpol: Membubarkan ‘PO Bus’ dan Mengembalikan Daulat Rakyat

PPPK Vs SPPG: Ketidakadilan Gaji Guru Honorer R4 Mengemuka, Rencana Pengangkatan Massal Menuai Sorotan

Tags: 17anArti Bendera Jolly RogerBendera Merah Putih dan One PieceFenomena Bendera One PieceHUT RI ke-80IndonesianaJolly Roger IndonesiaKontroversi Bendera AnimeKritik Sosialnalar wargaNasionalisme dan Budaya PopProtes SimbolikUU Bendera Negarawartakita
Share10Tweet6Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Selamat Jalan, Pak Umar

23/03/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Penutup Esai Ramadan #30: Satu Hal Saja

19/03/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Esai Ramadan #29: Menuai Hujan dan Residu yang Tersisa

18/03/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

17/03/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Esai Ramadan #27: Jelang Perpisahan dengan Tamu yang Memuliakan

16/03/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Esai Ramadan #26: Zakat yang Melampaui Angka

14/03/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Esai Ramadan #25: Pulang ke Fitrah dan Laundry Pakaian Jiwa

14/03/2026
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Esai Ramadan #24: Oase di Tengah Gurun dan Rahasia Rasa Cukup

13/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

    Panduan Lengkap Lokasi Salat Idul Fitri di Makassar: Dari Karebosi hingga Titik Muhammadiyah

    233 shares
    Share 93 Tweet 58
  • Selamat Jalan, Pak Umar

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Lokasi Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 20 Maret 2026 di Makassar: Lokasi dan Khatib

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Macet Parah GT Parungkuda Tol Bocimi H+3 Idulfitri 2026: Kendaraan Nyaris Tak Bergerak

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ikatek Business Forum 2026: Ratusan Pengusaha Alumni Teknik Unhas Berkumpul di Makassar untuk Sinergi Bisnis

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026: Kemenhub Imbau Pemudik Pulang Lebih Awal atau Tunda

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Mudik Lebaran 2026: 4,41 Juta Penumpang Terbang, Soekarno-Hatta Paling Sibuk

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Mengapa Laptop Lawas, Macbook Pro 2014 13 inch Masih Banyak Dicari

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Veda Ega Pratama Ukir Sejarah: Pembalap Indonesia Pertama Podium Moto3 Brasil 2026

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Iran Buka Selektif Jalur Selat Hormuz untuk Kapal Komersial Jepang Pasca-Serangan

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Otomotif

Vespa Primavera vs. Sprint 2025: Dua Jiwa, Satu Mesin, Pilihan Anda?

30/11/2025
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Gaya Hidup

Parfum Lokal Wangi Sultan: Mirip Niche Eropa, Harga Murah!

04/12/2025
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Fashion & Kecantikan

Bosan Jomblo atau Hubungan Terasa Hambar? Pikat dengan 4 Parfum “Date Night” Menggoda Ini

29/11/2025
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Jolly Roger di Bawah Merah Putih: Perlawanan Simbolik atau Salah Paham Kebangsaan? - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.