Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan serangkaian aktivitas seismik yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Minggu, 25 Januari 2026. Data pemantauan BMKG mengindikasikan pergerakan lempeng tektonik yang dinamis, mulai dari bagian barat hingga timur nusantara, dengan variasi magnitudo dan kedalaman gempa yang beragam. Meskipun beberapa gempa dilaporkan dirasakan oleh warga, analisis awal BMKG menunjukkan belum adanya laporan kerusakan infrastruktur yang signifikan, namun kewaspadaan tetap diimbau.
Wartakita.id – Hari Minggu, 25 Januari 2026, tercatat sebagai hari dengan aktivitas seismik yang cukup tinggi di Indonesia. BMKG, melalui pusat data dan informasinya, merangkum berbagai kejadian gempa bumi yang terdeteksi sepanjang hari tersebut. Rangkuman ini penting untuk memberikan gambaran akurat mengenai dinamika geologis yang terus berlangsung di wilayah kepulauan yang rentan terhadap bencana alam ini. Laporan ini disusun berdasarkan data terkini dari BMKG .
Gempa Signifikan di Indonesia Timur dan Jawa
Salah satu peristiwa seismik yang menonjol pada hari itu terjadi di wilayah timur Indonesia. Pada pukul 13:22 WIB, sebuah gempa dengan magnitudo 5,3 dilaporkan mengguncang kawasan Maluku Tenggara. Menurut pemutakhiran data dari BMKG, pusat gempa ini berlokasi di laut, sekitar 229 kilometer barat daya Maluku Tenggara, dengan kedalaman mencapai 134 kilometer. Meskipun memiliki magnitudo yang tergolong besar, kedalaman gempa yang berada pada kategori menengah ini menyebabkan potensi tsunami tidak teridentifikasi. Namun demikian, peristiwa ini tetap menjadi catatan penting dalam aktivitas tektonik harian yang menunjukkan pergerakan kerak bumi di area tersebut.
Tidak hanya di timur, wilayah Pulau Jawa juga merasakan getaran gempa. Pada sore hari, tepatnya pukul 15:51 WIB, BMKG mencatat gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 yang berpusat di selatan Yogyakarta. Episenter gempa ini terletak di laut, sekitar 104 kilometer barat daya Bantul, dengan kedalaman yang relatif dangkal, yaitu 21 kilometer. Guncangan dari gempa ini dilaporkan dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di beberapa daerah seperti Bantul, Gunungkidul, hingga meluas ke Pacitan dan Sleman. Intensitas getaran dilaporkan berada pada skala II-III MMI, di mana getaran dirasakan seperti dilewati oleh kendaraan berat seperti truk.
Detail Gempa di Selatan Yogyakarta
Gempa di selatan Yogyakarta ini menjadi salah satu perhatian utama dikarenakan kedalamannya yang dangkal, yang seringkali berkorelasi dengan intensitas guncangan yang lebih terasa di permukaan. Laporan masyarakat mengindikasikan adanya kepanikan ringan di beberapa area yang terdampak. Sebelumnya, pada dini hari pukul 04:59 WIB, BMKG juga telah mendeteksi adanya gempa kecil dengan magnitudo 2,7 di perairan yang sama, menunjukkan adanya aktivitas seismik yang berkelanjutan di zona tersebut sebelum gempa yang lebih besar terjadi.
Distribusi Gempa di Berbagai Wilayah Lain
Selain dua wilayah utama yang disebutkan di atas, aktivitas gempa bumi juga terdeteksi di beberapa titik lain di Indonesia, menggarisbawahi luasnya cakupan pergerakan lempeng.
- Maluku Utara: Pada pagi hari pukul 06:42 WIB, gempa darat bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah utara Sofifi. Pusat gempa dilaporkan berjarak 15 kilometer dari kota Sofifi, menunjukkan potensi dampak yang lebih langsung pada daratan.
- Nusa Tenggara Timur (NTT): Sekitar pukul 10:46 WIB, wilayah perairan dekat Kabupaten Kupang diguncang gempa bermagnitudo 3,5. Gempa ini terjadi di laut dan umumnya tidak menimbulkan kekhawatiran yang besar terkait kerusakan.
- Lampung: Pesisir Barat, Lampung, juga merasakan getaran gempa pada pukul 14:44 WIB dengan magnitudo 3,6. Gempa ini merupakan bagian dari pola aktivitas seismik yang terpantau di zona subduksi Sumatera.
Respons dan Imbauan BMKG
Hingga laporan ini diterbitkan, BMKG belum merilis informasi resmi mengenai adanya kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat rentetan gempa yang terjadi sepanjang hari 25 Januari 2026. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh kedalaman gempa yang bervariasi dan magnitudo yang, meskipun ada yang cukup besar, tidak selalu berkorelasi langsung dengan kerusakan masif, terutama jika pusat gempa berada di laut dengan kedalaman yang memadai.
BMKG terus mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah terdampak maupun di daerah rawan gempa untuk senantiasa menjaga ketenangan. Penting untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat juga disarankan untuk menghindari bangunan yang berpotensi mengalami kerusakan, seperti bangunan yang sudah tua atau retak, demi keselamatan diri. Pemantauan informasi terkait gempa bumi dan mitigasi bencana harus selalu merujuk pada sumber resmi BMKG melalui kanal-kanal komunikasi yang telah disediakan, seperti situs web resmi, media sosial, atau aplikasi mobile BMKG, untuk menghindari penyebaran disinformasi yang dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Aktivitas seismik yang terus menerus terjadi di Indonesia merupakan pengingat akan posisi geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sebuah area dengan aktivitas tektonik yang sangat tinggi. Pemahaman mengenai pola gempa, kesiapan mitigasi, dan kewaspadaan adalah kunci utama dalam menghadapi potensi bencana.























