Wartakita.id – Investor hari ini dihadapkan pada dua skenario pasar yang berlawanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menunjukkan performa impresif dengan tren penguatan yang berkelanjutan, sementara pasar aset kripto global bergerak mendatar, meski beberapa altcoin mulai menunjukkan potensi kenaikan selektif.
Poin Kunci Hari Ini:
- IHSG melanjutkan tren positif, hampir menyentuh level psikologis 9.000, didorong oleh sektor komoditas dan masuknya modal asing.
- Pasar kripto global cenderung sideways dengan Bitcoin dan Ethereum stabil, namun beberapa altcoin seperti KOM mengalami lonjakan signifikan.
- Rekomendasi saham dominan di sektor pertambangan/komoditas, sementara di kripto, perhatian tertuju pada altcoin dengan momentum dan potensi rotasi aset.
- Investor dihimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Perkembangan Bursa Saham Indonesia: IHSG Menguat Didorong Sektor Komoditas
Pasar saham Indonesia pada 12 Januari 2026 dibuka dengan tren positif yang signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris menembus level psikologis 9.000, diperdagangkan di kisaran 8.991–8.975. Angka ini menunjukkan penguatan sekitar 0,43–0,62% dibandingkan penutupan Jumat lalu di 8.936,75. Penguatan ini melanjutkan tren positif sepekan terakhir yang tercatat sebesar +2,16%.
Faktor Pendorong Penguatan IHSG
Sektor komoditas dan pertambangan menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG pagi ini. Selain itu, aliran masuk modal asing (inflow) sebesar Rp1,44 triliun di awal Januari turut menambah optimisme investor, meskipun mata uang rupiah tercatat melemah terhadap dolar AS ke level Rp16.847–16.848.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Berdasarkan analisis dari sejumlah sekuritas ternama seperti Liputan6, CGS International, Pilarmas Investindo Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Mirae Asset, beberapa sektor dan saham direkomendasikan untuk dicermati:
- Sektor Pertambangan/Komoditas (Dominan): AMMN (Amman Mineral), BUMI (Bumi Resources), BYAN, BRMS, ADRO (Alamtri Resources/ADMR), HRUM (Harum Energy), ANTM (Aneka Tambang), PSAB (J Resources Asia Pasifik).
- Sektor Lain: ARCI (Archi Indonesia), BBRI (Bank Rakyat Indonesia), KRAS (Krakatau Steel), BUVA (Bukit Uluwatu Villa), JPFA (Japfa Comfeed).
Proyeksi dan Waspada Koreksi
Analis memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level resistance di 9.030–9.077, dengan support berada di kisaran 8.900–8.920. Fokus disarankan pada saham-saham yang menunjukkan tren *uptrend bullish*. Namun, kewaspadaan terhadap potensi koreksi tetap perlu diperhatikan, terutama jika IHSG gagal bertahan di atas level 9.000. Volume transaksi pada pagi hari ini dilaporkan telah mencapai Rp2,39 triliun dengan 285 saham menguat.
Pasar Kripto Global: Sideways dengan Rally Altcoin Selektif
Berbeda dengan bursa saham, pasar kripto global pada awal pekan ini secara keseluruhan bergerak dalam fase *sideway* atau mendatar. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) menunjukkan pergerakan yang stabil atau menguat terbatas. Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 91.000–93.000, sementara Ethereum berada di rentang USD 3.000–3.200.
Altcoin Mulai Menunjukkan Momentum
Meskipun dominasi Bitcoin masih tinggi, pasar altcoin menunjukkan adanya rotasi yang selektif. Beberapa altcoin mengalami lonjakan harga (*rally*) yang signifikan, didorong oleh sentimen positif menanti putusan Mahkamah Agung pada 14 Januari dan aktivitas akumulasi oleh investor institusional melalui ETF.
Altcoin yang Menjadi Sorotan
Beberapa altcoin yang menunjukkan kenaikan hari ini berdasarkan data dari Tokocrypto dan Liputan6 antara lain:
- KOM: Mengalami kenaikan tajam sebesar +14%, mencapai sekitar USD 0,0002399, menjadikannya sorotan utama pasar.
- Lainnya: CARV, FXS (Frax Share), Solana (SOL) +1,72% ke USD 137,66, Bitcoin Cash (BCH) +0,33%, UNUS SED LEO (LEO) +0,52%, dan HYPE +0,98%.
Sementara itu, beberapa altcoin lain seperti Dogecoin (-2,12%), XRP (-1,54%), dan TRON (-0,13%) terpantau mengalami koreksi ringan.
Rekomendasi Kripto dan Tren Jangka Panjang
Para analis menyarankan untuk memantau altcoin yang memiliki momentum kuat seperti KOM, CARV, dan FXS untuk potensi reli jangka pendek jika mampu menembus level resistance. Bitcoin dan Ethereum tetap dipandang sebagai aset *safe haven* yang stabil, menunggu katalis penting seperti data inflasi AS (CPI/PPI) atau perkembangan regulasi.
Untuk tren sepanjang tahun 2026, potensi terjadinya *altseason* mini diperkirakan jika Bitcoin bergerak sideways dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat mendorong rotasi investasi ke altcoin yang berfokus pada teknologi AI dan tokenisasi, seperti Sui, XRP, dan Solana.
Catatan Penting untuk Investor
Penting untuk diingat bahwa informasi ini bukan merupakan saran investasi. Pasar aset digital dan saham sangat volatil. Investor sangat disarankan untuk melakukan riset independen (*Do Your Own Research* – DYOR), melakukan diversifikasi portofolio, dan hanya menggunakan dana yang siap hilang (*risk capital*).
Untuk memantau perkembangan terkini, disarankan untuk merujuk pada sumber resmi seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), Tokocrypto, atau CoinMarketCap. Di tengah kondisi rupiah yang melemah dan dampak banjir di Jakarta, aset seperti emas atau saham komoditas, serta aset kripto, dapat dipertimbangkan sebagai instrumen lindung nilai (*hedging*), namun potensi risiko tetaplah tinggi.























