Pergerakan harga emas global menunjukkan volatilitas signifikan. Kenaikan substansial yang sempat dinikmati komoditas ini kini tergerus drastis menyusul pernyataan tegas Ketua Parlemen Iran mengenai dugaan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
- Harga emas terpangkas setelah Ketua Parlemen Iran mengumumkan pelanggaran gencatan senjata dengan AS.
- Sentimen pasar berubah cepat, membatalkan lonjakan harga emas sebelumnya.
- Faktor lain seperti pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi turut menekan harga emas.
Sentimen Pasar Berubah Pasca Pernyataan Iran
Harga emas global sempat melonjak tajam, mencapai kenaikan hingga 3,2% dan menembus angka US$4.800 per ons. Lonjakan ini dipicu oleh harapan optimisme terkait negosiasi dan potensi meredanya ketegangan geopolitik. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama.
Perubahan dramatis terjadi setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, mengeluarkan pernyataan publik yang mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap tiga klausul utama dalam proposal gencatan senjata yang diajukan. Pernyataan ini sontak mendinginkan sentimen pasar dan membatalkan sebagian besar kenaikan harga emas yang telah dicapai sebelumnya. Akibatnya, kenaikan harga emas terpangkas menjadi hanya 0,4%.
Faktor-faktor yang Menekan Harga Emas
Selain pernyataan krusial dari Iran, beberapa indikator ekonomi makro turut berkontribusi dalam menekan harga emas. Imbal hasil obligasi pemerintah, yang sempat menunjukkan tren penurunan, berhasil memangkas kerugiannya. Di sisi lain, dolar Amerika Serikat juga berhasil mengurangi pelemahannya terhadap mata uang utama lainnya.
Sebagai aset safe haven yang tidak memberikan imbal hasil berupa bunga dan harganya secara tradisional ditetapkan dalam dolar AS, pergerakan dolar dan imbal hasil obligasi memiliki korelasi terbalik dengan harga emas. Ketika dolar menguat atau imbal hasil obligasi naik, emas cenderung kehilangan daya tariknya sebagai investasi, dan sebaliknya.
Pernyataan Tegas Ghalibaf Mengubah Arah Pasar
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan melalui platform X, Mohammad-Bagher Ghalibaf menegaskan posisinya yang tegas. Ia menyatakan bahwa negosiasi bilateral atau gencatan senjata apa pun tidak lagi dianggap masuk akal. Menurutnya, dasar-dasar yang esensial untuk dilakukannya negosiasi telah dilanggar secara terang-terangan, bahkan sebelum proses negosiasi tersebut sempat dimulai.
Kutipan langsung dari pernyataannya menggarisbawahi kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap pihak lain. Pernyataan keras ini bukan hanya mencerminkan pandangan Iran, tetapi juga mengirimkan sinyal yang kuat ke pasar global. Hal ini mengindikasikan potensi eskalasi ketegangan geopolitik yang kembali membayangi pasar komoditas, memaksa para pelaku pasar untuk segera merevisi spekulasi dan strategi investasi mereka.























