Upaya dramatis penyelamatan korban pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Tantangan medan ekstrem dan cuaca mempersulit misi evakuasi yang telah memasuki hari-hari krusial.
Perjuangan di Jurang Bulusaraung
Tim SAR gabungan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih menghadapi medan yang sangat terjal dan kondisi cuaca yang berubah-ubah dalam operasi evakuasi korban pesawat ATR 42-500. Hingga Kamis, satu jenazah berhasil diangkat dari kedalaman jurang sekitar 350 meter ke puncak Gunung Bulusaraung.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang membawa total 10 orang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau tersebut. Operasi pencarian dan penyelamatan segera dilancarkan, namun dihadapkan pada berbagai kendala teknis dan alam.
Penemuan Enam Korban di Titik Berdekatan
Pada hari Kamis, tim SAR menemukan enam korban di enam titik yang berdekatan, berjarak sekitar 50 meter satu sama lain. Lokasi penemuan ini tidak menunjukkan adanya serpihan pesawat, menambah kompleksitas investigasi dan evakuasi.
Menurut Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, satu paket jenazah telah berhasil dibawa oleh tim SAR. “Masih ada lima paket lagi yang akan dievakuasi,” ujarnya, menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir.
Tantangan Operasi dan Dukungan Udara
Medan yang sangat terjal, jarak pandang yang terbatas, dan perubahan cuaca yang cepat menjadi tantangan utama bagi tim SAR. Meskipun telah mengerahkan unsur darat dan udara, termasuk helikopter untuk pemantauan dan logistik, misi dukungan udara sempat dibatalkan akibat cuaca buruk.
Operasi modifikasi cuaca dilaporkan turut membantu tim SAR dalam upaya mereka. Dari total 10 orang di dalam pesawat, hingga kini sembilan korban telah ditemukan. Pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan masih terus berlanjut dengan intensitas tinggi.
Jenazah yang berhasil dievakuasi dibawa ke Posko DVI Biddokes Polda Sulsel untuk proses identifikasi sebelum dilaporkan dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bayangkara, Makassar. Kepulangan jenazah menjadi prioritas utama di tengah kondisi yang memilukan ini.























