Genangan banjir kembali merendam Jalan Teuku Umar, tepat di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Kecamatan Cibitung, pada Rabu malam, 28 Januari 2026. Kejadian ini bukan kali pertama, melainkan menjadi potret kegagalan penanganan banjir yang berulang di salah satu titik vital Kabupaten Bekasi. Ketinggian air yang sempat cukup dalam memaksa kendaraan melintas perlahan, menimbulkan kekhawatiran akses darurat bagi pasien dan petugas medis terganggu, serta menambah daftar panjang keluhan warga yang mendambakan solusi permanen.
Wartakita.id – Kondisi genangan air yang cukup dalam di badan Jalan Teuku Umar, Cibitung, kembali dilaporkan warga pada Rabu malam, 28 Januari 2026, menjadikan area depan RSUD Kabupaten Bekasi sebagai titik langganan banjir. Laporan visual melalui video berdurasi sekitar satu menit yang dibagikan melalui akun Radio Sonora Jakarta (@SonoraFM92) pada pukul 06.45 WIB, menunjukkan bagaimana lalu lintas terhambat. Kendaraan roda empat maupun roda dua terlihat berjuang melintasi genangan, sebagian pengemudi berupaya mencari jalur yang lebih dangkal untuk menghindari kerusakan atau mogok.
Banjir Berulang di Titik Strategis
Fenomena banjir di depan RSUD Kabupaten Bekasi ini merupakan bagian dari rangkaian musibah serupa yang melanda Kabupaten Bekasi sepanjang Januari 2026, dipicu oleh intensitas hujan lebat yang berulang. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengonfirmasi bahwa curah hujan tinggi sejak pertengahan bulan telah menyebabkan puluhan titik terendam banjir, dengan Kecamatan Cibitung menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.
Respons Pemerintah dan Dampak Langsung
Menanggapi situasi darurat tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, bersama Kepala Pelaksana BPBD dan jajaran terkait, telah melakukan peninjauan langsung di lokasi banjir depan RSUD Kabupaten Bekasi pada 18 Januari 2026. Data BPBD mencatat dampak yang signifikan, meliputi 13 kecamatan dan 30 desa tergenang, 3.636 kepala keluarga terdampak, dengan ketinggian air di beberapa lokasi mencapai 200 cm.
Situasi serupa kembali terulang pada 22 Januari 2026. Hujan deras yang mengguyur sejak pagi hingga malam menyebabkan banjir parah di depan RSUD, dengan ketinggian air mencapai 20–50 cm. Kejadian ini tidak hanya menyebabkan sejumlah sepeda motor mogok akibat nekat menerobos genangan, tetapi juga secara serius menghambat akses menuju fasilitas kesehatan vital tersebut. Kondisi ini menimbulkan risiko tersendiri bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis segera maupun bagi para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya.
06.45 #InfoSonora
Depan RSUD kabupaten Bekasi… Cibitung sudah banjir.
(Via @TaufiqH54572634 ) pic.twitter.com/0QYoKtBu7Y
— Radio Sonora Jakarta (@SonoraFM92) January 28, 2026
Keluhan Warga
Warga setempat mengeluhkan fenomena ini yang telah berlangsung bertahun-tahun. Dugaan utama penyebab banjir berulang di lokasi-lokasi strategis ini adalah sistem drainase yang dinilai kurang memadai, ditambah dengan luapan air saat curah hujan mencapai puncaknya.
Operasional RSUD dan keselamatan warga terhambat dapat berakibat fatal bagi pasien gawat darurat, serta menyulitkan mobilitas logistik medis.
Langkah Lanjutan dan Imbauan
BPBD Kabupaten Bekasi terus aktif melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi banjir. Koordinasi untuk evakuasi warga terdampak dan penyaluran bantuan logistik juga terus dilakukan di wilayah-wilayah yang tergenang.
Pihak berwenang mengimbau seluruh warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, sebisa mungkin menghindari jalur yang tergenang banjir saat hujan deras, serta memanfaatkan jalur alternatif yang aman. Untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat, masyarakat diimbau untuk memantau akun resmi BPBD Kabupaten Bekasi, serta media lokal terpercaya seperti Radio Sonora dan kanal komunitas warga di platform X.
Diharapkan, solusi komprehensif dapat segera diimplementasikan agar warga Kabupaten Bekasi, khususnya di Cibitung, tidak lagi resah setiap kali musim hujan tiba.
- Banjir kembali melanda depan RSUD Kabupaten Bekasi di Cibitung pada Rabu malam, 28 Januari 2026.
- Genangan air cukup dalam mengganggu lalu lintas kendaraan roda dua dan empat.
- Kejadian ini merupakan bagian dari rangkaian banjir akibat hujan lebat sepanjang Januari 2026 di Kabupaten Bekasi.
- Plt Bupati Bekasi telah meninjau lokasi banjir pada 18 Januari 2026, di mana puluhan titik dan ribuan keluarga terdampak.
- Ketinggian air bervariasi hingga 200 cm di beberapa lokasi pada Januari 2026.
- Akses menuju RSUD terhambat, menimbulkan risiko bagi pasien dan tenaga medis.
- Warga mengeluhkan banjir berulang karena diduga drainase yang tidak memadai.
- Pemerintah daerah berjanji akan mengambil langkah lanjutan untuk mengatasi masalah banjir.
- BPBD Kabupaten Bekasi terus melakukan pemantauan, evakuasi, dan penyaluran logistik.
- Warga diimbau waspada, menghindari jalur banjir, dan menggunakan jalur alternatif.























