Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam (17/01/2026) hingga Minggu pagi kembali melumpuhkan sebagian aktivitas Ibu Kota. Genangan air telah merendam puluhan Rukun Tetangga (RT) dan sejumlah ruas jalan vital, memaksa ribuan warga mengungsi mencari tempat yang lebih aman.
Poin Penting:
- Banjir melanda 48 RT dan 29 ruas jalan di Jakarta akibat hujan deras pada 18 Januari 2026.
- Ketinggian banjir bervariasi antara 10 cm hingga 1 meter, berdampak pada Jakarta Barat, Timur, Utara, dan Pusat.
- Ribuan warga terpaksa mengungsi, terutama di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, dengan perhatian khusus pada lansia dan balita.
- Gangguan transportasi signifikan terjadi pada jalan tol, KRL, jalan umum, dan operasional TransJakarta.
- Upaya penanganan meliputi distribusi bantuan, evakuasi, dan pendataan warga terdampak.
Kronologi dan Dampak Banjir yang Meluas
Berdasarkan data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga Minggu siang (18/01/2026), sedikitnya 48 RT di berbagai wilayah ibu kota terendam air. Ketinggian genangan bervariasi, mulai dari 10 cm hingga mencapai 1 meter di beberapa titik terparah.
Jakarta Barat: Pusat Titik Banjir Terparah
Wilayah Jakarta Barat menjadi salah satu daerah yang paling terdampak. Kelurahan Kedaung Kali Angke mencatat 8 RT tergenang, diikuti oleh Rawa Buaya (3 RT), Jelambar (1 RT), Kamal (4 RT), Tegal Alur (5 RT), Duri Kepa (3 RT), Jembatan Lima (1 RT), Kapuk Muara (1 RT), Pegadungan (2 RT), dan Wijaya Kusuma (1 RT). Akibatnya, 388 warga terpaksa mengungsi, dengan rincian di Kelurahan Kamal (120 jiwa), Cengkareng Timur (200 jiwa), dan Kedaung Kali Angke (68 jiwa). Selain itu, 29 jiwa di Tegal Alur diungsikan ke RPTRA Alur Anggrek, dan 24 jiwa di Rawa Terate ke Lapangan United Traktor serta Masjid Al Istiqomah. Wali Kota Jakarta Barat juga melaporkan 1.500 jiwa dari 3 RW di Kedoya Utara terdampak langsung.
Jakarta Timur dan Utara: Sejumlah Wilayah Terdampak
Di Jakarta Timur, banjir dilaporkan merendam Kelurahan Cakung Barat (1 RT), Rawa Terate (2 RT), Kampung Melayu (4 RT), dan Cawang (5 RT). Sementara itu, Jakarta Utara juga tidak luput dari genangan, dengan titik banjir di Kelurahan Kamal (1 RT), Ancol (1 RT), Rorotan, Kelapa Gading Barat dan Timur, Penjaringan, Kalibaru, Tugu Utara, serta Pademangan Barat dan Pademangan. Di Kelapa Gading, tepatnya di Kecamatan Pegangsaan Dua, 201 warga RW 03 terpaksa mengungsi, termasuk 19 lansia dan 37 balita.
Jakarta Pusat Ikut Terimbas
Tiga kelurahan di Jakarta Pusat, yaitu Kebon Kosong, Cempaka Putih Timur, dan Sumur Batu, juga dilaporkan mengalami genangan air, menambah daftar wilayah yang terdampak bencana musiman ini.
Gangguan Transportasi yang Signifikan
Banjir kali ini menimbulkan dampak besar pada kelancaran transportasi di berbagai lini:
- Jalan Tol Sedyatmo: Genangan air setinggi 20-30 cm di ruas tol menuju Bandara Soekarno-Hatta memaksa pengalihan jalur dan pengerahan pompa untuk mengatasi genangan.
- Perjalanan KRL: Jalur kereta api ke Tanjung Priok terpaksa dihentikan sementara akibat terendam air. Rekayasa perjalanan juga diberlakukan untuk lintas Bekasi/Cikarang, yang hanya melayani hingga Stasiun Angke dan Kemayoran.
- Jalan Umum: Sejumlah ruas jalan arteri dan kolektor utama, termasuk Jl. HBR Motik, Jl. Letjend Suprapto, Jl. Karang Bolong Raya, Jl. Cakung Cilincing Raya, Jl. Boulevard Barat, Jl. Jembatan Tiga Raya, dan Jl. Pangeran Tubagus Angke Raya, tergenang dan menyulitkan lalu lintas.
- Pengendara Motor: Sebagai bentuk diskresi, polisi mengizinkan pengendara motor melintas di Tol Ir Wiyoto Wiyono arah Tanjung Priok untuk menghindari genangan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rawamangun.
- TransJakarta: Operasional TransJakarta mengalami penyesuaian. Sejumlah koridor BRT dan layanan Mikrotrans tidak beroperasi atau mengubah rute akibat genangan di beberapa titik krusial.
Upaya Penanganan dan Bantuan
Pemerintah Kota Jakarta Barat telah bergerak cepat mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan dan minuman kepada warga yang terdampak. Pihak kelurahan, BPBD, kecamatan, dan Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Utara terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan, pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, serta melakukan pendataan komprehensif terhadap warga yang terdampak bencana banjir ini.























