Wartakita.id, JAKARTA — Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) terus menunjukkan keseriusannya dalam membenahi kekuatan Tim Nasional Indonesia. Terbaru, PSSI berencana memanggil sekitar 28 pemain keturunan yang saat ini merumput di luar negeri untuk memperkuat skuad Garuda. Langkah strategis ini menjadi bukti komitmen PSSI dalam mencari talenta terbaik demi meningkatkan daya saing timnas di kancah internasional.
Jumat, 31 Oktober 2026, menjadi penanda dimulainya babak baru dalam upaya PSSI menjaring pemain berkualitas. Fokus utama pencarian kali ini diarahkan pada talenta diaspora yang tersebar di berbagai negara, dengan penekanan khusus pada Jerman dan Amerika Serikat. Kedua negara ini dikenal memiliki akademi sepak bola yang kuat dan banyak melahirkan pemain muda berbakat.
Sekretaris Jenderal PSSI, yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan bahwa identifikasi terhadap 28 pemain keturunan ini telah dilakukan secara cermat. “Kami terus memantau perkembangan pemain-pemain muda Indonesia yang memiliki darah keturunan dan bermain di liga-liga Eropa maupun Amerika. Ini adalah proses berkelanjutan untuk menemukan permata yang bisa membawa nama Indonesia lebih harum di kancah global,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (31/10/2026).
Upaya mendatangkan pemain keturunan bukanlah hal baru bagi PSSI. Namun, kali ini PSSI menargetkan jumlah yang cukup signifikan, menunjukkan ambisi yang lebih besar. Pemain-pemain yang diproyeksikan ini diharapkan tidak hanya sekadar menambah jumlah pemain, tetapi benar-benar bisa memberikan dampak positif dan peningkatan kualitas permainan timnas. Kehadiran mereka diharapkan dapat mendongkrak performa skuad Garuda, terutama dalam menghadapi kompetisi-kompetisi penting di masa mendatang.
Proses pencarian dan pendekatan kepada para pemain keturunan ini dilakukan secara sistematis. PSSI bekerja sama dengan agen pemain, pemandu bakat, serta menjalin komunikasi intensif dengan para pemain dan keluarga mereka. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa para pemain yang dipanggil memiliki keinginan kuat untuk membela Merah Putih dan memahami kebanggaan yang menyertainya.
“Kami ingin pemain yang datang benar-benar memiliki panggilan jiwa untuk Indonesia. Bukan hanya karena faktor teknis, tapi juga karena kecintaan pada tanah air leluhur mereka. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang kami untuk membangun fondasi sepak bola nasional yang kuat dan berdaya saing,” tambah sumber PSSI tersebut.
Langkah PSSI ini disambut baik oleh para pengamat sepak bola nasional. Mereka menilai bahwa pemanfaatan talenta diaspora adalah cara cerdas untuk mempercepat peningkatan kualitas timnas. Dengan pengalaman bermain di kompetisi yang lebih ketat, para pemain keturunan ini diharapkan dapat membawa standar permainan yang lebih tinggi ke dalam skuad timnas.
Intinya
- PSSI berencana memanggil sekitar 28 pemain keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri untuk memperkuat Timnas Indonesia.
- Target utama pencarian talenta diaspora adalah pemain yang bermain di Jerman dan Amerika Serikat.
- Langkah ini merupakan strategi PSSI untuk meningkatkan kualitas dan kekuatan timnas demi daya saing internasional.
Kerap Ditanyakan
T: Mengapa PSSI fokus mencari pemain keturunan di Jerman dan Amerika Serikat?
J: Jerman dan Amerika Serikat memiliki sistem pembinaan sepak bola yang kuat dan banyak melahirkan pemain muda berbakat yang memiliki darah keturunan Indonesia.
T: Berapa banyak pemain keturunan yang diidentifikasi PSSI?
J: PSSI telah mengidentifikasi sekitar 28 pemain keturunan yang dinilai berpotensi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Kontributor: Budi S.
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























