Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat terus bekerja keras mengidentifikasi para korban bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat. Perkembangan terbaru menunjukkan 34 jenazah telah berhasil dikenali, memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga yang menunggu.
- Total 34 korban longsor Bandung Barat telah teridentifikasi.
- Empat jenazah baru berhasil diidentifikasi berdasarkan data post-mortem dan ante-mortem.
- Identitas empat korban baru meliputi Awang Sih (70), Wati alias Enok (58), Bayu Nur Cahaya (33), dan Epon (30).
- Tim DVI berkomitmen menyelesaikan proses identifikasi hingga seluruh korban dikenali.
- Bencana ini menimbun 35 rumah dan berdampak pada 155 jiwa.
Perkembangan Terbaru Identifikasi Korban Longsor Bandung Barat
Proses identifikasi jenazah korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Tim DVI Polda Jawa Barat melaporkan bahwa hingga kini, total 34 korban telah berhasil dikenali identitasnya. Angka ini merupakan penambahan dari data sebelumnya yang mencatat 30 korban teridentifikasi.
Pada hari keempat pencarian, Posko DVI Polda Jabar menerima total 50 kantong jenazah. Sebanyak sepuluh kantong jenazah di antaranya merupakan tambahan yang diterima pada hari Selasa (27/1). Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa empat jenazah kembali berhasil diidentifikasi melalui serangkaian pemeriksaan post-mortem dan ante-mortem.
Identitas Empat Korban yang Baru Dikenali
Keempat jenazah yang baru saja berhasil diidentifikasi ini menambah daftar panjang korban yang identitasnya telah terungkap, memudahkan keluarga untuk melakukan proses selanjutnya. Berikut adalah rincian identitas mereka:
- Awang Sih (70): Korban ini teridentifikasi berdasarkan temuan properti pribadi yang dimilikinya serta hasil pemeriksaan medis gigi yang cocok.
- Wati alias Enok (58): Identitas Wati dipastikan melalui pencocokan sidik jari dan tanda-tanda medis yang unik.
- Bayu Nur Cahaya (33) (Laki-laki): Identifikasi Bayu dilakukan dengan menggabungkan data sidik jari dan hasil pemeriksaan odontologi (gigi).
- Epon (30) (Perempuan): Identitas Epon dikonfirmasi melalui kombinasi data sidik jari, gigi, dan catatan medis lainnya.
Komitmen Tim DVI dan Dampak Bencana
Tim DVI Polda Jabar menegaskan komitmen mereka untuk terus bekerja hingga seluruh jenazah korban longsor dapat teridentifikasi sepenuhnya. Upaya ini sangat penting untuk memberikan kepastian dan penutup bagi keluarga yang ditinggalkan. Bencana longsor yang terjadi di Cisarua ini dilaporkan telah menimbun 35 rumah dan berdampak pada sekitar 155 orang, menunjukkan skala kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan oleh peristiwa alam tersebut.























