Aceh Tamiang berbenah pascabencana banjir, di mana semangat kepedulian ditunjukkan oleh puluhan taruna dari berbagai akademi TNI. Mereka bahu-membahu memulihkan kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tualang Cut yang terdampak parah.
- Puluhan taruna dari Akmil, AAL, AAU, Unhan, dan Poltek SSN terlibat dalam aksi pembersihan.
- Kegiatan fokus pada pembersihan lumpur, ruang kelas, dan interaksi positif dengan siswa.
- Aksi pengabdian ini berlangsung selama tiga hari sebagai bagian dari komitmen TNI terhadap pemulihan pascabencana.
- SDN 1 Tualang Cut yang menaungi 324 siswa berupaya mengembalikan aktivitas belajar mengajar pasca-banjir.
Aksi Nyata Taruna Akademi TNI Pulihkan SDN 1 Tualang Cut
Dalam sebuah upaya pengabdian masyarakat yang menyentuh, sekitar 80 taruna dari institusi pendidikan militer dan pertahanan terkemuka di Indonesia telah mengerahkan tenaga dan waktu mereka untuk memulihkan SDN 1 Tualang Cut di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Sekolah ini terdampak parah oleh banjir yang melanda wilayah tersebut.
Partisipasi Lintas Akademi
Taruna-taruna yang terlibat berasal dari beragam latar belakang pendidikan, meliputi Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Universitas Pertahanan (Unhan), serta Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN). Kehadiran mereka menunjukkan sinergi dan semangat kebangsaan yang kuat dalam membantu masyarakat.
Lingkup Kegiatan Pembersihan
Fokus utama kegiatan adalah membersihkan endapan lumpur yang mengeras akibat banjir, terutama di area halaman sekolah. Tujuannya adalah untuk segera mengembalikan fungsi area bermain dan aktivitas luar bagi para siswa. Selain itu, para taruna juga membersihkan ruang kelas, jendela, dan berbagai fasilitas belajar lainnya yang terdampak.
Di sela-sela kegiatan fisik tersebut, para taruna juga menyempatkan diri untuk berinteraksi, menghibur, dan bermain bersama siswa SD. Momen ini bertujuan untuk menciptakan kembali suasana ceria dan membantu siswa mengatasi dampak psikologis pascabanjir.
Jadwal dan Durasi Penugasan
Kegiatan pembersihan ini telah dilaksanakan selama tiga hari dan ditargetkan selesai pada tanggal 13 Februari 2026. Setiap harinya, para taruna memulai apel pagi pada pukul 08.00 WIB, dilanjutkan dengan kerja bakti dari pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB untuk istirahat, sholat, dan makan. Sesi kerja dilanjutkan hingga pukul 15.30 WIB sebelum kembali ke markas masing-masing. Penugasan pengabdian ini diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan.
Pentingnya Aksi Pengabdian Ini
Kepala Pelaksana Tugas (Plt) SDN 1 Tualang Cut, Eva Yanti, mengapresiasi penuh bantuan yang diberikan. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan komitmen pimpinan TNI dalam membantu pemulihan pascabencana. Harapannya, SDN 1 Tualang Cut dapat segera pulih sepenuhnya dan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Dampak Banjir dan Upaya Pemulihan
SDN 1 Tualang Cut memiliki total 324 siswa, namun sebagian dari mereka terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan parah akibat banjir. Saat banjir melanda, ketinggian lumpur di sekolah mencapai setinggi betis, menyebabkan kerusakan pada ruang kelas, perabotan, dan peralatan kantor. Saat ini, proses belajar mengajar telah berjalan sekitar 75 persen dengan penyesuaian jam belajar dan fokus pada trauma healing siswa, sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Aceh Tamiang.























