Spanyol memastikan diri melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis atas Belgia. Gol penentu kemenangan Mikel Merino di babak tambahan mengantarkan La Roja berhadapan dengan Prancis, dalam duel yang diprediksi akan menjadi laga terbesar turnamen.
Jalan Dramatis Spanyol ke Semifinal
Gol Supersub Bawa La Roja Ungguli Belgia
Berlangsung di Los Angeles Stadium, Spanyol berhasil mengamankan tiket semifinal setelah menaklukkan Belgia dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor impresif Spanyol di Piala Dunia 2026.
Kiper Spanyol, Unai Simon, nyaris mencatatkan clean sheet yang fenomenal, menjaga gawangnya tidak kebobolan selama 650 menit di turnamen ini. Namun, rekor tersebut akhirnya terpecahkan oleh gol Charles De Ketelaere di menit ke-41.
Faktor Efisiensi Jadi Kunci Kemenangan
Pertandingan antara Spanyol dan Belgia sejak awal sudah diprediksi akan berlangsung sengit. Efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi faktor penentu bagi kedua tim untuk meraih tiket semifinal.
Di sisi lain, Belgia harus menelan pil pahit dengan kehilangan kiper utama mereka, Thibaut Courtois, akibat cedera paha. Kiper veteran berusia 34 tahun tersebut harus meninggalkan lapangan di babak kedua dalam kondisi emosional, memunculkan spekulasi bahwa ini bisa menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia.
Posisinya digantikan oleh Senne Lammens. Namun, kiper yang berstatus sebagai pemain Manchester United itu gagal mengamankan gawang Belgia. Ketika pertandingan tampaknya akan berlanjut ke adu penalti, Lammens tak mampu menahan tembakan bek muda Pau Cubarsi. Bola muntah berhasil disambar oleh Mikel Merino, yang baru saja masuk sebagai pemain pengganti, untuk memastikan kemenangan Spanyol di menit ke-88.
Merino Kembali Jadi Pahlawan
Mikel Merino kembali membuktikan statusnya sebagai ‘supersub’ bagi La Roja. Gelandang Arsenal ini sebelumnya juga menjadi penentu kemenangan saat Spanyol menyingkirkan Portugal di babak 16 besar dengan gol di masa injury time.
Menanti Duel Elite Melawan Prancis
Optimisme Tinggi Pelatih dan Pemain Spanyol
Dengan kemenangan ini, Spanyol kini bersiap menghadapi Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Duel yang akan digelar di Dallas Stadium pada Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB ini diprediksi menjadi laga terbesar dalam turnamen.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi menjelang pertemuan dengan Les Bleus. “Itulah karakter tim ini. Suatu kehormatan melatih tim yang begitu berkomitmen dan selalu ingin berkembang,” ujar De la Fuente, dikutip dari FIFA.
“Wajar jika kami berpikir bisa mengalahkan Prancis. Kami akan bekerja keras untuk itu. Kami adalah satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan mereka dua kali. Tim hebat akan menghadapi tim hebat lainnya,” tegasnya.
Senada dengan pelatihnya, gelandang Spanyol Mikel Merino juga mengaku antusias menyambut duel melawan Prancis. Menurut Merino, kesempatan membawa Spanyol selangkah lebih dekat menuju gelar juara dunia adalah momen yang sangat spesial.
“Saya sangat gembira. Saya ragu kesempatan seperti ini akan datang lagi. Kami hanya tinggal dua pertandingan lagi untuk memenangkan Piala Dunia. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan dan semoga kami bisa mewujudkannya,” tutur Merino.
Ujian Terbesar bagi La Roja
Merino menilai pertandingan melawan Prancis akan menjadi ujian terbesar bagi Spanyol karena mempertemukan dua tim terbaik yang masih bertahan di turnamen. “Semua orang akan menyaksikan pertandingan ini. Bisa memberikan kebahagiaan kepada banyak orang adalah sebuah kebanggaan. Menghadapi Prancis di fase seperti ini, kami memang tidak bisa mengharapkan apa pun selain duel melawan tim elite,” tutupnya.
Belgia Terhenti, Prancis Menanti
Sementara itu, Belgia harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kekecewaan. Selain tersingkir, tim berjuluk Setan Merah ini juga dibebani dengan kondisi dua kiper mereka yang tengah menjalani pemulihan cedera.
Pertanyaannya kini, akankah Prancis yang telah mapan dengan permainan, taktik, dan strategi yang berhasil mengandaskan lawan-lawannya selama turnamen ini, mampu menemukan ‘anti-dot’ yang pas? Atau justru Spanyol, tim dengan taktik yang terus berkembang sesuai dengan lawan yang mereka hadapi, yang akan mematahkan dominasi Les Bleus?























