Kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2026 diwarnai insiden tak terpuji. Gelandang timnas Argentina, Leandro Paredes, mendapatkan kartu merah langsung setelah laga karena tindakan kekerasan terhadap pemain Spanyol, memicu ketegangan pasca pertandingan yang telah usai.
Kartu Merah dan Aksi Tak Sportif Paredes
Insiden ini terjadi sesaat setelah peluit akhir dibunyikan, yang menandai kemenangan Spanyol dengan skor tipis 0-1 atas Argentina. Leandro Paredes, pemain Boca Juniors berusia 32 tahun, terlihat sangat frustrasi. Ia langsung bergerak menuju pemain timnas Spanyol, Eric Garcia, dan melakukan tindakan mencekik.
Kronologi Kejadian Pasca Laga
Menurut laporan USA Today, aksi Paredes tidak berhenti di situ. Ia juga terlibat dalam insiden dengan pemain Spanyol lainnya, Gavi, yang dikabarkan dibanting oleh gelandang Argentina tersebut. Peristiwa ini terjadi di hadapan asisten wasit, Tomaz Klancnik, dan pelatih Argentina, Lionel Scaloni.
Tindakan Paredes memicu keributan yang lebih besar antar kedua tim. Kartu merah yang diterima Paredes menjadikannya pemain Argentina kedua yang diusir dari lapangan setelah Enzo Fernandez, yang sebelumnya mendapat kartu kuning kedua menjelang akhir pertandingan karena pelanggaran terhadap Pau Cubarsi.
Alasan di Balik Tindakan Paredes
Dalam wawancara pasca pertandingan dengan COPE, Leandro Paredes mengungkapkan alasan di balik reaksinya yang emosional. Ia mengklaim bahwa Eric Garcia telah menghina kapten timnya, Lionel Messi.
“Gavi datang setelah peluit akhir dibunyikan saat semua orang merayakannya. Dia melihat saya dan berkata dalam bahasa Spanyol bahwa tidak ada wasit atau VAR yang membantu Messi hari ini,” ungkap Paredes.
“Saya tidak bisa menerima itu. Sikapnya itu tidak sopan terutama setelah pertandingan sudah berakhir,” tambahnya.
Pernyataan ini diperkuat oleh rekan setim Paredes, Lisandro Martinez. Melalui wawancara dengan TyC Sport, bek Manchester United itu membenarkan adanya ucapan tidak sopan dari Garcia.
“Messi kalah dan sekarang kalian semua pulang. Paredes mendengarnya dan saat itulah dia bereaksi,” tutur Martinez.
“Saya mengerti mengapa dia (Paredes) bereaksi seperti itu. Karena pada saat itu, emosinya sangat tinggi. Kita baru saja kalah di final Piala Dunia, dan mendengar komentar seperti itu tidak akan menenangkan siapa pun,” jelas Martinez.
Potensi Sanksi dari FIFA
Insiden ini hampir pasti akan ditinjau oleh Komite Disiplin FIFA. Tindakan kekerasan dan tidak sportif yang dilakukan Leandro Paredes berpotensi membawanya pada sanksi yang lebih berat dari larangan otomatis satu pertandingan akibat kartu merah. FIFA dikenal memiliki kebijakan tegas terhadap perilaku yang mencoreng citra fair play dalam sepak bola.
Isu mengenai Argentina sebagai ‘anak emas FIFA’ memang telah mengemuka selama Piala Dunia 2026, dengan beberapa pelatih seperti Hossam Hassam dari Mesir menyuarakan pendapat tentang keputusan wasit yang dinilai menguntungkan Argentina. Namun, dari sisi pemain, pembelaan atas tindakan Paredes menunjukkan adanya motivasi emosional yang kuat akibat provokasi.
Add wartakita.id as a preferred source on Google























