Momen Lebaran selalu diidentikkan dengan tradisi mudik, di mana jutaan orang meninggalkan ibu kota untuk pulang ke kampung halaman. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan lonjakan signifikan, dengan sekitar 3,5 juta kendaraan diprediksi akan meninggalkan Jakarta selama periode krusial ini.
Lonjakan Arus Kendaraan Tinggalkan Jakarta
PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah merilis prediksi volume lalu lintas yang signifikan untuk periode mudik Lebaran tahun ini. Diperkirakan, total sekitar 3,5 juta kendaraan akan bergerak keluar dari wilayah Jakarta, menandakan skala besar pergerakan masyarakat selama libur panjang.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menjelaskan bahwa tren peningkatan volume lalu lintas sudah mulai terdeteksi sejak Jumat, 13 Maret, seiring dengan dimulainya masa libur panjang. Fenomena ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk merayakan hari raya Idulfitri bersama keluarga di daerah asal.
Puncak Arus Mudik dan Prediksi Kepulangan
- Puncak Arus Mudik: Diprediksi mencapai puncaknya pada hari Rabu, 18 Maret.
- Awal Periode Mudik: Dimulai sejak Jumat, 13 Maret, seiring dimulainya libur panjang.
- Puncak Arus Balik: Diperkirakan terjadi pada Selasa, 24 Maret, yang bertepatan dengan H+3 Lebaran.
Rivan menambahkan catatan penting terkait arus balik. Meskipun puncak arus balik diprediksi pada tanggal tersebut, tidak semua pemudik akan kembali secara serentak ke Jakarta. Sebagian masyarakat diprediksi akan memanfaatkan waktu lebih untuk memperpanjang kunjungan di kampung halaman sebelum kembali ke kesibukan kota.
Distribusi Kendaraan Keluar Jakarta
Proyeksi 3,5 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta akan terdistribusi ke berbagai arah utama, mencerminkan tujuan mudik yang beragam:
- Arah Barat (Menuju Merak): Diperkirakan akan dilalui oleh sekitar 28% dari total kendaraan yang keluar Jakarta.
- Arah Timur (Menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah): Menjadi rute dominan dengan perkiraan 50% kendaraan, mayoritas melalui ruas tol seperti Cipularang hingga Purbaleunyi.
- Arah Selatan (Menuju Bogor dan Sekitarnya): Diperkirakan akan dilalui oleh sekitar 20% kendaraan.
Analisis distribusi ini memberikan gambaran awal mengenai kepadatan lalu lintas di berbagai koridor utama yang menghubungkan Jakarta dengan daerah tujuan mudik.























