Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah mengeluarkan instruksi tegas kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk segera melakukan penataan kawasan di bantaran rel, khususnya di area Senen, Jakarta Pusat. Prioritas utama dari perintah ini adalah memastikan ketersediaan hunian yang layak bagi masyarakat yang saat ini mendiami wilayah tersebut.
- Presiden Prabowo memerintahkan KAI menata bantaran rel di Senen.
- Fokus utama adalah penyediaan hunian layak bagi warga.
- KAI akan melakukan inventarisasi kawasan dan pengamanan area rel.
- Koordinasi lintas kementerian akan dilakukan untuk solusi jangka pendek dan panjang.
- Potensi lahan KAI seluas jutaan meter persegi akan dimanfaatkan untuk pengembangan hunian.
Instruksi Presiden dan Langkah Strategis KAI
Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengonfirmasi kesiapan KAI untuk melaksanakan perintah tersebut. Instruksi ini secara spesifik menyoroti perlunya KAI menyiapkan solusi hunian yang memadai bagi masyarakat yang mendiami bantaran rel.
Langkah awal yang akan diambil oleh KAI meliputi dua tahapan krusial. Pertama adalah melakukan pengamanan terhadap area sekitar jalur rel yang akan menjadi fokus penataan. Kedua, KAI akan melaksanakan inventarisasi menyeluruh terhadap kawasan serta data penghuni yang ada. Pendataan ini menjadi fondasi penting untuk merancang perencanaan yang matang dan berkelanjutan.
Penataan yang dimulai dari Kawasan Senen ini direncanakan akan diperluas secara bertahap ke seluruh jalur kereta api yang dikelola oleh KAI di seluruh Indonesia, terutama pada area-area yang memiliki kondisi serupa.
Kolaborasi Lintas Sektoral untuk Solusi Komprehensif
Bobby Rasyidin menekankan bahwa KAI tidak akan bekerja sendiri dalam mewujudkan program monumental ini. Koordinasi intensif akan dijalin dengan berbagai pihak strategis. Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PUPR) akan dilibatkan untuk mencari solusi hunian jangka pendek, sementara kementerian lain dan pemangku kepentingan terkait akan diajak bekerja sama untuk merumuskan langkah-langkah jangka panjang yang lebih holistik.
“Kami mendukung instruksi Presiden melalui inventarisasi permukiman warga di sekitar jalur rel dan pengamanan area. Kami berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk solusi jangka pendek, serta dengan kementerian dan pihak lainnya untuk langkah jangka panjang,” ujar Bobby Rasyidin dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 27 Maret 2026.
Tujuan Ganda Penataan: Kemanusiaan dan Keamanan
Program penataan kawasan bantaran rel ini dirancang dengan tujuan ganda yang sangat signifikan. Di satu sisi, inisiatif ini bertujuan untuk menghadirkan hunian yang layak dan aman bagi masyarakat, memberikan standar hidup yang lebih baik. Di sisi lain, penataan ini krusial untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib di sepanjang jalur kereta api, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan keselamatan perjalanan kereta api.
Lebih jauh lagi, penataan ini diharapkan dapat membawa manfaat ganda bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. Melalui pengembangan kawasan yang lebih terstruktur, peningkatan konektivitas dengan pusat-pusat ekonomi, serta penguatan akses terhadap berbagai peluang ekonomi, masyarakat diharapkan dapat merasakan dampak positif yang berkelanjutan.
“Penataan permukiman di sekitar jalur rel menjadi bagian penting untuk menghadirkan lingkungan yang lebih layak bagi masyarakat sekaligus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api,” tambah Bobby.
Memanfaatkan Potensi Lahan KAI untuk Pengembangan Hunian
Dalam upaya mendukung penyediaan hunian yang layak, Bobby Rasyidin juga menyoroti potensi lahan luas yang dikelola oleh KAI. Dengan total pengelolaan lahan perkeretaapian mencapai lebih dari 327 juta meter persegi di seluruh Indonesia, KAI memiliki aset strategis yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan hunian. Khususnya di wilayah Jabodetabek, teridentifikasi potensi pengembangan sekitar 131 ribu unit hunian yang berlokasi strategis di sekitar simpul-simpul transportasi publik.























