Wartakita.id, Makassar — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan pada Selasa, 27 Oktober 2026, mengumumkan capaian signifikan dalam program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui inisiatif REWAKO 2026. Sebanyak 215 UMKM di wilayah tersebut telah berhasil dibina, menunjukkan komitmen berkelanjutan lembaga otoritas moneter ini dalam memperkuat sektor UMKM sebagai pilar fundamental perekonomian daerah dan nasional.
REWAKO 2026: Akselerasi Kualitas dan Kuantitas UMKM
Program REWAKO 2026 yang digagas oleh BI Perwakilan Sulawesi Selatan dirancang secara komprehensif untuk menjawab tantangan yang dihadapi UMKM dalam meningkatkan skala usaha dan kualitas produk. Melalui serangkaian kegiatan yang mencakup pelatihan intensif, pendampingan berkelanjutan, serta fasilitasi akses pasar yang lebih luas, program ini berupaya mentransformasi UMKM dari skala mikro menjadi entitas bisnis yang lebih tangguh dan berdaya saing. Target utama REWAKO 2026 adalah tidak hanya meningkatkan kuantitas pelaku UMKM, tetapi yang lebih krusial, adalah peningkatan kualitas produk dan manajemen usaha agar mampu menembus pasar yang lebih besar, termasuk potensi ekspor.
Keberhasilan membina 215 UMKM hingga saat ini menjadi bukti nyata efektivitas program ini. Para pelaku usaha yang terlibat mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dinamika pasar terkini, mulai dari strategi pemasaran digital, manajemen keuangan yang sehat, hingga standar kualitas produk yang sesuai dengan permintaan pasar global. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat memutus mata rantai keterbatasan yang seringkali menghambat pertumbuhan UMKM, seperti akses permodalan, teknologi, dan jaringan bisnis.
Menuju Panggung Global: Dukungan Strategis BI untuk UMKM Unggul
Salah satu tujuan fundamental dari program REWAKO 2026 adalah mempersiapkan UMKM agar tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga siap bersaing di kancah internasional. BI Perwakilan Sulawesi Selatan menyadari bahwa daya saing global UMKM Indonesia masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, program pembinaan ini secara spesifik diarahkan untuk membangun kapasitas UMKM agar memenuhi standar kualitas, keamanan pangan, dan sertifikasi internasional yang seringkali menjadi gerbang utama untuk memasuki pasar ekspor.
Fasilitasi akses pasar yang diberikan mencakup berbagai upaya, mulai dari menghubungkan UMKM dengan calon pembeli potensial, partisipasi dalam pameran dagang baik di tingkat nasional maupun internasional, hingga pengembangan platform digital untuk pemasaran produk. Dengan demikian, REWAKO 2026 tidak hanya berhenti pada tahap peningkatan kapasitas internal UMKM, tetapi juga secara aktif membuka peluang bisnis baru yang lebih luas, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan devisa negara dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Dampak Ekonomi Lokal dan Nasional: UMKM sebagai Motor Penggerak
Pengembangan UMKM merupakan salah satu strategi utama Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. UMKM memiliki peran vital sebagai penyerap tenaga kerja terbesar, penggerak roda perekonomian di daerah, serta sumber inovasi produk dan jasa. Melalui program seperti REWAKO 2026, BI Perwakilan Sulawesi Selatan secara langsung berkontribusi pada penguatan struktur ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Keberhasilan 215 UMKM yang telah dibina diharapkan dapat menciptakan efek domino positif. UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing akan mampu meningkatkan skala produksinya, yang berarti kebutuhan akan bahan baku dan tenaga kerja lokal juga akan meningkat. Hal ini akan memicu pertumbuhan ekonomi di sektor-sektor terkait, menciptakan ekosistem bisnis yang lebih sehat, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan ekonomi Sulawesi Selatan secara keseluruhan. Upaya BI ini sejalan dengan mandatnya untuk menjaga stabilitas moneter dan sistem pembayaran, serta mendukung kelancaran pembangunan ekonomi nasional.
Intinya
- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan telah berhasil membina 215 UMKM melalui program REWAKO 2026 pada 27 Oktober 2026.
- Program REWAKO 2026 bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas UMKM agar mampu bersaing di pasar global melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi akses pasar.
- Pembinaan ini merupakan bagian dari upaya BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional dengan memperkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian.
Kerap Ditanyakan
T: Apa saja bentuk pelatihan dan pendampingan yang diberikan dalam program REWAKO 2026?
J: Program REWAKO 2026 mencakup berbagai pelatihan seperti manajemen bisnis, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, hingga peningkatan kualitas produk sesuai standar pasar. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan UMKM mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat dan mengatasi kendala operasional.
T: Bagaimana BI Perwakilan Sulawesi Selatan memfasilitasi akses pasar bagi UMKM binaannya?
J: Fasilitasi akses pasar dilakukan melalui berbagai cara, termasuk menghubungkan UMKM dengan calon pembeli potensial, memfasilitasi partisipasi dalam pameran dagang, serta membantu pengembangan platform pemasaran digital agar produk UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional.
Kontributor: H. Gunadi
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























