Dunia PC sedang mengalami turbulensi yang cukup signifikan. Di satu sisi, kita melihat lonjakan pengiriman yang melampaui ekspektasi di penghujung tahun 2025. Namun, di balik gemuruh angka yang positif ini, tersembunyi potensi badai yang siap menerjang di tahun 2026. Sebagai seorang Product Manager yang selalu memikirkan masa depan teknologi, saya melihat ini sebagai momen krusial yang patut kita cermati bersama.
Poin Penting yang Perlu Anda Ketahui:
- Lonjakan Pengiriman: Pengiriman PC global melonjak hampir 10% YoY di Q4 2025, mencapai 76,4 juta unit, didorong oleh berakhirnya dukungan Windows 10.
- Ancaman Kelangkaan Memori AI: Permintaan besar dari pusat data AI menciptakan kelangkaan chip memori (RAM & NAND/SSD), memicu kenaikan harga dan potensi penurunan spesifikasi PC di 2026.
- Strategi Produsen: Produsen PC agresif mempercepat pengiriman inventaris untuk mengantisipasi tarif dan kelangkaan, namun stok diperkirakan menipis di awal 2026.
- Implikasi Harga & Spesifikasi: ASP PC diprediksi naik di 2026, dengan potensi PC kelas menengah-premium diprioritaskan dan kemungkinan penurunan spesifikasi memori pada model tertentu.
- Rekomendasi Pembelian: Jika berencana upgrade, pertimbangkan pembelian di akhir 2025 untuk menghindari kenaikan harga dan kelangkaan di 2026.
Kisah di Balik Lonjakan Pengiriman: Windows 10 & Kepanikan Inventaris
Anda mungkin bertanya-tanya, apa yang membuat pasar PC tiba-tiba bernapas lega di akhir 2025? Laporan dari International Data Corporation (IDC) memberikan dua jawaban utama. Pertama, akhir dari siklus hidup dukungan Microsoft untuk sistem operasi Windows 10. Ini adalah ‘trigger’ besar yang mendorong banyak pengguna dan organisasi untuk segera melakukan upgrade, baik perangkat keras maupun lunak, demi keamanan dan fungsionalitas.
Namun, cerita belum berhenti di situ. IDC juga menyoroti manuver agresif dari para produsen PC. Mereka seolah berlomba dengan waktu untuk mempercepat pengiriman inventaris mereka. Mengapa? Ada dua faktor utama: potensi kenaikan tarif yang mengintai dan kekhawatiran akan kelangkaan pasokan global, khususnya pada komponen memori.
AI: Biang Kerok ‘Badai’ Kelangkaan Memori di 2026
Sekarang, mari kita selami akar masalah yang diprediksi akan membuat tahun 2026 menjadi sangat fluktuatif. Fenomena ‘badai’ yang kami maksud adalah dampak langsung dari ledakan kecerdasan buatan (AI). Pusat data yang menjadi ‘otak’ dari berbagai solusi AI membutuhkan daya komputasi masif, dan itu berarti konsumsi chip memori (RAM dan NAND/SSD) yang sangat tinggi.
Bayangkan seperti ini: Kebutuhan AI itu seperti meminum air dalam jumlah besar dari sumber yang sama. Ketika permintaan melonjak drastis, cadangan air menjadi menipis. Hal serupa terjadi pada produksi chip memori. Permintaan dari sektor AI yang meroket telah menciptakan kelangkaan signifikan, yang kemudian memicu kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir.
Produsen PC seperti Lenovo dan HP, yang notabene adalah raksasa di industri ini, sudah mulai ‘menimbun’ stok memori ini. Mereka melakukan ini untuk memastikan lini produksi mereka tetap berjalan dan untuk mengamankan pasokan sebelum harganya semakin melambung atau bahkan sulit didapat. Namun, para analis memprediksi bahwa stok yang mereka kumpulkan ini kemungkinan akan habis dalam beberapa bulan ke depan, memasuki awal tahun 2026.
Dampak Nyata: Harga Naik, Spesifikasi Bisa Turun?
Lalu, apa dampaknya bagi Anda sebagai konsumen atau bahkan developer yang sedang merakit ‘mesin tempur’ idaman? IDC memprediksi dua konsekuensi utama:
1. Kenaikan Harga Jual Rata-rata (ASP): Untuk mengimbangi biaya komponen yang membengkak, produsen PC kemungkinan besar akan menaikkan harga jual. Mereka juga cenderung memprioritaskan produksi sistem kelas menengah ke atas. Mengapa? Karena segmen ini memiliki margin keuntungan yang lebih baik untuk menutupi biaya produksi yang lebih tinggi.
2. Potensi Penurunan Spesifikasi: Ini adalah poin yang paling menarik sekaligus mengkhawatirkan. Jean Philippe Bouchard dari IDC mengungkapkan bahwa kita mungkin akan melihat ‘penurunan spesifikasi memori’ pada PC secara rata-rata. Analoginya, jika Anda biasa memesan kopi dengan dua sendok gula, mungkin di masa depan Anda hanya akan mendapatkan satu sendok gula agar stok gula di kedai tidak cepat habis. Hal serupa bisa terjadi pada RAM atau kapasitas SSD pada konfigurasi PC standar.
Solusi & Rekomendasi: Amankan ‘Aset Digital’ Anda Sekarang
Menghadapi gejolak ini, sebagai seorang Product Manager, saya melihat ada solusi cerdas yang bisa Anda ambil. Alih-alih terjebak dalam kenaikan harga atau terpaksa berkompromi dengan spesifikasi di tahun 2026, waktu terbaik untuk berinvestasi pada PC baru Anda adalah sekarang.
Memanfaatkan momentum lonjakan pengiriman di akhir 2025 ini, Anda memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan unit dengan spesifikasi yang Anda inginkan, dengan harga yang masih relatif stabil sebelum ‘badai’ AI benar-benar terasa dampaknya di pasar. Ini bukan sekadar saran, ini adalah strategi cerdas untuk memastikan Anda mendapatkan nilai terbaik dari investasi teknologi Anda.
Kami di tim Product selalu berusaha memberikan Anda insight yang paling relevan. Pasar PC memang sedang bergejolak, namun dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa mengubah potensi tantangan menjadi peluang. Jadi, jangan tunda lagi, pertimbangkan dengan matang dan ambil keputusan strategis untuk upgrade PC Anda sebelum pasar benar-benar memasuki era fluktuatif di tahun 2026!























