Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII telah resmi dibuka di Makassar, menandai sejarah baru sebagai penyelenggaraan pertama di kawasan Indonesia Timur. Acara akbar ini menjadi krusial dalam pembinaan siswa Muhammadiyah menghadapi kompetisi nasional.
Pembukaan Resmi dan Skala Penyelenggaraan OlympicAD VIII
Pembukaan resmi OlympicAD VIII digelar pada Kamis, 13 Februari 2026, tepat pukul 13.00 WITA di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Acara yang berlangsung dari 13 hingga 14 Februari 2026 ini diikuti oleh total 8.525 partisipan. Angka ini mencakup 4.838 peserta lomba yang datang dari 36 provinsi, dari Sabang hingga Merauke, serta 3.687 pendamping. Keterlibatan sekolah Muhammadiyah pun sangat masif, dengan sekitar 700 hingga 800 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan turut serta. Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah yang paling banyak mengirimkan delegasi, yaitu sebanyak 1.587 peserta, disusul oleh Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.
Sebagai seorang yang telah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan, saya melihat OlympicAD bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah ekosistem pembinaan yang komprehensif. Pengalaman saya mengamati perkembangan siswa Muhammadiyah selama bertahun-tahun menegaskan bahwa ajang seperti ini adalah pijakan penting sebelum mereka melangkah ke panggung yang lebih besar.
Sejarah, Tujuan, dan Evolusi OlympicAD
OlympicAD merupakan agenda rutin dua tahunan yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PP Muhammadiyah. Penyelenggaraan di Makassar kali ini memiliki makna historis mendalam, menjadi bukti nyata upaya Muhammadiyah dalam pemerataan kesempatan pembinaan prestasi di seluruh penjuru nusantara.
Tujuan Strategis OlympicAD
Tujuan utama OlympicAD VIII sangat jelas: menjadi sarana penjaringan dan pembinaan kualitas siswa-siswi Muhammadiyah. Harapannya, mereka dapat terasah kemampuannya untuk bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Konsepnya menekankan bahwa OlympicAD bukanlah tujuan akhir, melainkan tahapan krusial dalam proses pembinaan berkelanjutan untuk membentuk insan-insan terbaik.
Inovasi dalam Cabang Lomba
Dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya, OlympicAD VIII menunjukkan adanya perkembangan signifikan dengan penambahan satu cabang lomba, sehingga total menjadi 35 cabang. Inovasi ini mencerminkan adaptasi terhadap kebutuhan dan perkembangan zaman dalam dunia kompetisi ilmiah dan keterampilan.
Agenda Unggulan dan Kegiatan Pendukung
Selain kompetisi inti yang memperebutkan gelar juara, OlympicAD VIII juga menghadirkan serangkaian kegiatan menarik yang memperkaya pengalaman para peserta dan pendamping:
- Senam Anak Indonesia Hebat: Salah satu agenda unggulan yang dirancang untuk menanamkan karakter, kebugaran, dan semangat kebersamaan melalui gerakan massal.
- Workshop Tematik: Menawarkan berbagai sesi pengembangan diri, termasuk International Exchange School Muhammadiyah, Workshop Coding dan Kecerdasan Artifisial, serta Workshop Peluang Kerja Luar Negeri bagi siswa SMK. Inisiatif seperti ini sangat berharga untuk membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21.
Kesiapan Panitia dan Dampak Ekonomi Lokal
Ketua Panitia Lokal, Dr. Pantja Nur Wahidin, menegaskan kesiapan teknis penyelenggaraan yang telah mencapai 80-90 persen. Seluruh arena lomba, lokasi pembukaan, seminar, dan workshop telah dipersiapkan dengan matang. Kesiapan ini menjadi kunci kelancaran acara berskala besar.
Dari sisi ekonomi, kehadiran ribuan peserta dan pendamping memberikan angin segar bagi perekonomian Kota Makassar. Sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner merasakan dampak positifnya, dengan laporan bahwa sebagian besar hotel di sekitar Unismuh telah penuh terisi.
Evaluasi Penyelenggaraan Sebelumnya dan Harapan ke Depan
Pada penyelenggaraan sebelumnya, kontingen Jawa Tengah berhasil membawa pulang predikat juara umum. Keberhasilan ini menjadi tolok ukur sekaligus motivasi bagi daerah lain untuk meningkatkan performanya.
OlympicAD VIII di Makassar diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi, tetapi juga menjadi inspirasi berkelanjutan bagi seluruh siswa Muhammadiyah, khususnya yang berada di Indonesia Timur. Semangat kompetisi dan rasa percaya diri untuk bersaing di kancah nasional akan terus tumbuh melalui wadah seperti ini.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, yang didampingi oleh jajaran pimpinan pusat Muhammadiyah, menandai dimulainya pesta prestasi para siswa Muhammadiyah.
Kontributor: RR. Nur
Penyunting: H. Gunadi























