Wartakita.id, MAKASSAR — Selama bertahun-tahun, kita mengenal Aurelie Moeremans sebagai wajah cantik yang menghiasi layar lebar, atau sosok jenaka dengan konten “Video Call Halu” yang menghibur jutaan orang di Instagram.
Namun, di balik senyum yang renyah dan tatapan mata yang tajam itu, tersimpan sebuah simfoni yang sumbang. Senar-senar jiwanya pernah diputus paksa saat ia masih terlalu muda untuk mengerti arti manipulasi.
Kini, di awal tahun 2026, Aurelie tidak lagi sekadar berakting. Ia mengambil pena, merobek kebisuan, dan menulis ulang takdirnya sendiri lewat ‘Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth’.
Buku ini bukan sekadar memoar. Ini adalah surat cinta bagi dirinya yang berusia 15 tahun—gadis kecil yang masa mudanya “dicuri” oleh jerat child grooming—sekaligus proklamasi kemenangan seorang wanita yang kini siap menjadi ibu.
Fragmen Masa Muda yang Hilang
Bayangkan seorang remaja 15 tahun, penuh mimpi dan kepolosan, yang tiba-tiba terperangkap dalam sangkar emas berkedok cinta. Dalam Broken Strings, Aurelie dengan berani menguliti lapisan-lapisan trauma yang selama ini ia kubur. Ia tidak berbicara tentang cinta monyet yang gagal; ia berbicara tentang grooming—sebuah kejahatan sunyi di mana predator memanipulasi kepercayaan anak di bawah umur.
“Rasanya seperti terjebak dalam film horor yang kejam,” tulisnya. Pengakuan ini bukan untuk mencari sensasi, melainkan sebuah peluit peringatan. Aurelie menolak menjadi korban selamanya. Dengan merilis buku ini secara gratis dalam format e-book, ia meletakkan senjata di tangan setiap perempuan yang mungkin sedang berjuang dalam diam: Kamu tidak sendirian, dan ini bukan salahmu.
Keberaniannya memicu gelombang dukungan masif. Publik yang dulu hanya melihatnya sebagai “artis cantik”, kini melihatnya sebagai simbol ketangguhan. Aurelie telah mengubah luka lamanya menjadi peta jalan bagi orang lain untuk pulang menuju kesembuhan.
Matahari Terbit di California
Namun, cerita Aurelie bukanlah tragedi Yunani tanpa akhir. Tuhan menulis plot twist terindah di babak kedua hidupnya.
Desember 2024 menjadi titik balik. Di bawah langit California, Aurelie mengikat janji suci dengan Dr. Tyler Bigenho, seorang chiropractor yang tidak hanya menyembuhkan tulang punggung pasiennya, tapi juga menjadi tulang punggung emosional bagi Aurelie. Pernikahan mereka—yang dirayakan dengan intim dan penuh tawa—adalah antitesis dari masa lalunya yang kelam. Di sana ada kebebasan, ada penghargaan, dan yang terpenting: ada cinta yang sehat.
Dan kini, kebahagiaan itu bersiap melipatgandakan diri. Kabar kehamilan anak pertama mereka menjadi epilog sempurna bagi penderitaan masa lalu Aurelie.
Menanti “Baby Thomas”
Momen gender reveal yang baru-baru ini dibagikan menjadi sorotan hangat. Bukan dengan pesta mewah berlebihan, tapi dengan kehangatan keluarga dan bantuan anjing kesayangan mereka, Simon. Saat terungkap bahwa janin yang dikandungnya adalah laki-laki—yang diprediksi akan dinamai Thomas—dunia seakan ikut tersenyum.
Aurelie, yang masa remajanya direnggut paksa, kini bersiap memberikan masa kecil terbaik bagi putranya. Ia bukan lagi gadis kecil yang ketakutan. Ia adalah seorang penyintas, seorang penulis, seorang istri, dan sebentar lagi, seorang ibu yang tangguh.
Broken Strings mungkin bercerita tentang senar yang putus. Tapi kehidupan Aurelie hari ini membuktikan satu hal: dengan orang yang tepat dan kekuatan dari dalam diri, senar-senar itu bisa dirajut kembali untuk memainkan melodi yang jauh lebih indah.























