Wartakita.id, Jakarta — Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa meskipun kantor KSP berukuran relatif kecil, institusi ini memiliki kewenangan besar untuk memanggil para menteri guna memastikan program pemerintah berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan ini disampaikan Listyo Sigit saat acara serah terima jabatan Kepala KSP dari Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (5/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Listyo Sigit secara lugas menggambarkan posisi KSP dengan kalimat yang menarik perhatian, “Jadi kantornya boleh kecil tapi bisa manggil menteri-menteri.” Pernyataan ini menggarisbawahi peran strategis KSP dalam mengawal jalannya kebijakan dan program pemerintah.
Intinya
- Kantor Staf Kepresidenan (KSP) memiliki kewenangan memanggil menteri meskipun ukurannya relatif kecil.
- Kewenangan ini bertujuan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat sebagai Kepala KSP menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
- KSP berperan mengawal program prioritas Presiden seperti Asta Cita dan 17 program prioritas lainnya.
- KSP juga bertugas menyelesaikan hambatan program pemerintah yang tidak dapat diselesaikan di tingkat kementerian atau lembaga.
Listyo Sigit menjelaskan bahwa pemanggilan kementerian dan lembaga oleh KSP diperlukan untuk mengecek pelaksanaan program agar sesuai dengan tugas dan arahan Presiden. Hal ini menjadi krusial mengingat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki berbagai program prioritas yang membutuhkan pengawalan ketat dan percepatan. Program-program tersebut mencakup sektor ketahanan pangan, energi, hilirisasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang merupakan bagian dari Asta Cita beserta 17 program prioritas Presiden.
Dalam sambutannya, Listyo Sigit menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan pekerjaan yang telah dilakukan oleh Dudung Abdurachman. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu jalannya program Presiden agar kebijakan pemerintah dapat mencapai sasaran yang diinginkan. Beberapa agenda yang akan menjadi fokus perhatian KSP antara lain implementasi B50, E20, hilirisasi nikel, serta program strategis pemerintah lainnya. KSP berkomitmen untuk membantu agar program dan kebijakan Presiden dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, Dudung Abdurachman dalam acara serah terima jabatan tersebut menguraikan bahwa tugas KSP tidaklah ringan. Menurutnya, KSP memiliki peran vital dalam berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah ketika terjadi hambatan yang memperlambat jalannya program pemerintah. Ia menambahkan bahwa banyak persoalan yang tidak dapat diselesaikan di tingkat kementerian atau lembaga masing-masing, dan dalam kondisi seperti itu, KSP dapat turun tangan untuk membantu menyelesaikannya sebelum masalah tersebut sampai ke tingkat Presiden. Dengan demikian, KSP memegang posisi strategis dalam mengawal pelaksanaan berbagai program prioritas Presiden.
Kerap Ditanyakan
T: Apa kewenangan utama KSP yang diungkapkan oleh Kepala KSP yang baru?
J: KSP memiliki kewenangan untuk memanggil menteri guna memastikan program pemerintah berjalan sesuai arahan Presiden, meskipun kantornya relatif kecil.
T: Siapa yang digantikan oleh Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala KSP?
J: Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala KSP.
Kontributor: Redaksi Wartakita
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























