Korea Utara kembali menunjukkan kapabilitas militernya dengan meluncurkan rentetan rudal balistik yang diarahkan ke Laut Jepang pada Selasa (27/1) waktu setempat, memicu kembali kekhawatiran akan stabilitas regional.
Rentetan Rudal Korea Utara dan Konfirmasi Pihak Berwenang
Otoritas Korea Selatan dan Jepang mengkonfirmasi adanya aktivitas peluncuran rudal terbaru dari wilayah Korea Utara. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mendeteksi sebuah “proyektil” yang ditembakkan ke arah Laut Timur. Sementara itu, Penjaga Pantai Jepang, mengutip Kementerian Pertahanan, melaporkan deteksi dua rudal balistik yang dilaporkan jatuh di perairan di luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang.
Konteks Peluncuran dan Peningkatan Aktivitas Militer
Peluncuran rudal pada Selasa ini menandai insiden kedua sepanjang bulan Januari, menunjukkan peningkatan frekuensi uji coba oleh Pyongyang. Sebelumnya, Korea Utara juga melakukan uji coba rudal beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dijadwalkan bertolak ke China untuk menghadiri pertemuan puncak. Aktivitas ini juga terjadi sehari setelah kunjungan tingkat tinggi pejabat nomor tiga Pentagon, Elbridge Colby, ke Seoul, yang memuji Korea Selatan sebagai “sekutu teladan”.
Analisis dan Implikasi Strategis
Para analis militer menilai bahwa peningkatan signifikan dalam uji coba rudal oleh Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir bertujuan ganda: pertama, untuk menyempurnakan kemampuan serangan presisi dan kedua, untuk menantang Amerika Serikat serta Korea Selatan. Selain itu, uji coba ini juga diduga menjadi bagian dari persiapan sebelum potensi ekspor senjata ke Rusia.
Situasi geopolitik di Semenanjung Korea semakin memanas menjelang kongres penting partai penguasa Korea Utara yang dijadwalkan dalam beberapa pekan ke depan. Kongres ini merupakan yang pertama dalam lima tahun terakhir, dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah secara eksplisit memerintahkan “ekspansi” serta modernisasi produksi rudal negara tersebut.
Pernyataan Resmi dan Dampak Regional
- Korea Selatan: Mendeteksi peluncuran “proyektil” ke arah Laut Timur.
- Jepang: Mengkonfirmasi deteksi dua rudal balistik yang jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang.
- Elbridge Colby (Pentagon): Menyatakan apresiasinya terhadap Korea Selatan sebagai “sekutu teladan” saat kunjungan ke Seoul.
Peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara ini secara inheren menimbulkan kekhawatiran signifikan di tingkat regional maupun internasional. Eskalasi aktivitas militer yang terus-menerus dari Pyongyang menuntut perhatian serius dari komunitas global, terutama terkait upaya menjaga stabilitas di Semenanjung Korea dan kawasan sekitarnya.























