Makassar berduka. Si jago merah kembali mengamuk, kali ini meluluhlantakkan 35 unit rumah barak di kompleks asrama TNI, Jalan Padjonga Daeng Ngalle – Jalan Opu Dg Siraju (eks Cenderawasih), Kecamatan Mamajang, pada Selasa siang. Peristiwa yang sontak menggemparkan warga ini memunculkan berbagai pertanyaan mengenai penyebab dan penanganannya.
- Sebanyak 35 unit rumah barak di asrama TNI Makassar ludes dilalap api.
- Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WITA dan dilaporkan pada pukul 13.40 WITA.
- Api berhasil dipadamkan setelah sekitar satu jam 20 menit penanganan intensif oleh petugas pemadam.
- Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang dipicu oleh menyalanya lampu setelah pemadaman bergilir.
- Meskipun ada dua korban luka ringan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tragis ini.
- Penghuni yang kehilangan rumah akan segera direlokasi ke area yang telah disiapkan.
Detik-detik Menegangkan: Api Berkobar di Barak TNI
Musibah yang terjadi di Asrama Kodam Mattoangin ini bermula sekitar pukul 13.00 WITA. Laporan awal yang diterima petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Makassar pada pukul 13.40 WITA, mengindikasikan adanya 23 rumah yang terdampak. Namun, seiring berjalannya waktu dan proses pemadaman, data terbaru mengonfirmasi bahwa setidaknya 35 unit rumah barak telah hangus tak bersisa.
Kobaran api yang membesar dengan cepat memaksa para penghuni barak untuk berupaya menyelamatkan diri. Api berhasil dijinakkan sepenuhnya oleh petugas pada pukul 15.00 WITA, membutuhkan waktu sekitar satu jam 20 menit penanganan yang intensif.
Kendala di Lapangan dan Kekuatan Angin yang Memperparah
Upaya pemadaman kebakaran ini tidak berjalan mulus. Dinas Damkarmat Makassar mengerahkan 26 armada pemadam kebakaran yang didukung oleh 78 personel, termasuk tim rescue. Namun, tim menghadapi kendala signifikan berupa akses jalan yang sempit menuju lokasi kejadian, mempersulit manuver kendaraan pemadam.
Selain itu, angin bertiup kencang di lokasi turut memperbesar kobaran api. Kondisi ini secara dramatis menyulitkan petugas dalam mengendalikan dan memadamkan api, menambah beban kerja di lapangan.
Dugaan Kuat: Korsleting Listrik Pascamacetron Bergilir
Mengenai penyebab pasti kebakaran, Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Namun, ia memberikan dugaan sementara yang patut dicermati.
“Penyebab sementara masih diselidiki, karena tadi sempat mati lampu, kemudian menyala, dan terjadi kebakaran. Mungkin seperti itu, hanya perkiraan saja,” ujar Fadli. Dugaan kuat mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik. Insiden ini diduga terjadi saat lampu kembali menyala setelah pemadaman listrik bergilir yang kerap terjadi akibat musim kemarau di Makassar.
Dampak dan Perjuangan Para Penyintas
Dalam peristiwa kebakaran ini, seluruh penghuni barak berjuang keras untuk menyelamatkan diri dari amukan api yang membesar. Syukurlah, tidak ada korban jiwa dalam musibah yang memilukan ini. Namun, dua orang penghuni mengalami cedera.
Satu orang dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, korban lainnya mengalami luka robek di dahi dan kini sedang menjalani perawatan di RSUD Labuang Baji.
Tindak Lanjut: Relokasi dan Asesmen Kemanusiaan
Menyikapi situasi darurat ini, Komandan Koramil 1408-06/Mamajang, Mayor Arh Jamaluddin, telah menyatakan kesiapan untuk merelokasi para penghuni yang terdampak. Rencana relokasi akan dilakukan di lapangan yang terletak di tengah kompleks asrama, serta di area masjid, sebagai solusi sementara bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar juga telah bergerak cepat untuk melakukan asesmen terhadap para penyintas, guna memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa transisi ini. Upaya kolaboratif ini menunjukkan respons cepat pemerintah kota dalam menangani dampak kemanusiaan dari musibah kebakaran ini.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: M. Ridham























