Di tengah meningkatnya isu kenakalan remaja dan fenomena geng motor di Maros, Sulawesi Selatan, Kapolres AKBP Devi Sujana menegaskan kembali pentingnya peran vital orang tua dalam mengawasi pergaulan anak sejak dini. Pencegahan dini menjadi kunci utama untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif yang dapat berujung pada tindakan melanggar hukum.
Kunci Utama: Pengawasan dan Peran Aktif Orang Tua
Kapolres Maros, AKBP Devi Sujana, menggarisbawahi bahwa pengawasan yang efektif oleh orang tua sejak usia dini merupakan fondasi krusial dalam melindungi anak dari berbagai ancaman lingkungan. Ini mencakup pencegahan dini terhadap potensi keterlibatan dalam aksi kekerasan, tawuran, konvoi yang mengganggu ketertiban masyarakat, hingga aktivitas negatif lainnya. Keluarga, sebagai benteng pertama, memiliki peran tak tergantikan dalam membentuk karakter dan mengarahkan perilaku anak.
“Orang tua diharapkan tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan primer anak, tetapi juga harus senantiasa memberikan perhatian mendalam, pendampingan yang konsisten, serta pengawasan aktif terhadap seluruh aktivitas yang dilakukan anak,” tegas AKBP Devi Sujana di Maros, Jumat (9/10). Ia menambahkan, “Kehadiran dan kepedulian orang tua adalah prioritas. Jangan sampai kita terlambat menyadari anak terlibat dalam masalah ketika semuanya sudah terlanjur terjadi.”
Memahami Lingkungan Pertemanan dan Aktivitas Anak
Untuk mewujudkan pengawasan yang efektif, orang tua diimbau untuk secara proaktif mengenali siapa saja teman anak mereka, memahami secara detail keseharian anak, serta selalu memperhatikan tujuan dan waktu anak saat beraktivitas di luar rumah. Upaya ini sangat penting guna mendeteksi dini jika anak mulai terjerumus dalam pergaulan yang berisiko.
Waspadai Jebakan Media Sosial
Selain lingkungan sosial secara langsung, Kapolres Maros juga menyoroti ancaman yang datang dari ranah digital. Penggunaan media sosial tanpa pengawasan dan pemahaman yang memadai dari orang tua berpotensi menjadi sarana penyebaran ajakan untuk melakukan aktivitas negatif. Lingkungan maya yang tak terbatas ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari para orang tua.
Komunikasi Terbuka dan Edukasi Risiko
Membangun jalur komunikasi yang terbuka dan jujur antara orang tua dan anak dinilai sebagai strategi pencegahan kenakalan remaja yang sangat efektif. Ketika anak merasa nyaman untuk berbagi cerita dan persoalan yang dihadapinya, orang tua dapat segera memberikan arahan dan solusi sebelum masalah berkembang menjadi lebih besar. Lebih lanjut, penting untuk secara berkala mengedukasi anak mengenai konsekuensi hukum dan dampak negatif dari tindakan kekerasan serta perilaku yang melanggar aturan.
Sinergi Lintas Sektor: Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
AKBP Devi Sujana menekankan bahwa upaya pencegahan kenakalan remaja bukanlah tanggung jawab satu pihak semata. Kolaborasi yang kuat antara keluarga, institusi pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan. Pengawasan, pendampingan, serta pembinaan yang terpadu terhadap generasi muda harus menjadi prioritas bersama.
Polres Maros juga secara aktif mendorong para remaja untuk memanfaatkan waktu luang mereka dengan berbagai kegiatan positif, seperti menekuni olahraga, terlibat dalam kegiatan keagamaan, serta berpartisipasi dalam aktivitas sosial yang membangun. Kegiatan-kegiatan semacam ini diyakini mampu menggali potensi diri, menumbuhkan kedisiplinan, serta memupuk rasa tanggung jawab.
“Pencegahan kenakalan remaja merupakan tanggung jawab kolektif kita bersama. Kami mengajak seluruh orang tua, lembaga pendidikan, dan segenap komponen masyarakat untuk senantiasa menunjukkan kepedulian dan bekerja sama secara sinergis dalam melindungi anak-anak kita, demi mewujudkan generasi yang disiplin, berprestasi, dan taat hukum,” pungkas AKBP Devi Sujana.
Dengan penguatan pengawasan di tingkat keluarga dan peningkatan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat, Polres Maros optimistis bahwa potensi kenakalan remaja dapat dicegah sejak dini. Sinergi yang harmonis antara orang tua, sekolah, masyarakat, dan institusi kepolisian diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan mendukung terwujudnya masa depan generasi muda yang cerah.
Kontributor: H. Gunadi
Penyunting: Budi S.























