Pesona visual KDrama tak pernah gagal memikat. ‘Can This Love Be Translated?’, drama yang tayang pertengahan Januari 2026, membawa penonton dalam perjalanan sinematik melintasi dunia, menawarkan inspirasi liburan yang tak terlupakan.
Destinasi Impian dari Layar Kaca: Lokasi Syuting ‘Can This Love Be Translated?’
Bagi para pecinta drama Korea dan penjelajah dunia, ‘Can This Love Be Translated?’ bukan sekadar tontonan. Drama ini bertransformasi menjadi panduan visual yang memanjakan mata, mengajak Anda menelusuri keindahan lanskap dan arsitektur dari berbagai penjuru dunia. Mari kita selami lebih dalam destinasi-destinasi memukau yang menghiasi layar kaca Anda, dan mungkin menjadi tujuan liburan Anda berikutnya.
Italia: Pesona Abadi Desa Kuno dan Jantung Renaisans
Italia, dengan warisan sejarah dan keindahan alamnya yang kaya, menjadi kanvas utama bagi beberapa adegan paling romantis dalam drama ini.
- Civita di Bagnoregio: Desa benteng yang terletak di puncak bukit ini memperkenalkan penonton pada suasana magis di episode awal. Dikenal sebagai “desa yang sekarat”, aksesnya yang hanya melalui jembatan pejalan kaki menambah nuansa eksklusif. Keindahan rumah-rumah batu kuno dan jalan-jalan sempitnya menawarkan ketenangan sempurna, menjadikannya destinasi ideal untuk mencari kedamaian di tengah alam yang memesona. Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah saat musim semi atau gugur, menikmati cuaca sejuk dan pemandangan yang menawan.
- Tuscany: Wilayah indah ini menjadi latar reality show para karakter utama. Penjelajahan mereka membawa kita ke kota-kota bersejarah seperti Siena, Montalcino, dan Florence. Di Siena, kemegahan Piazza del Campo, Teatro dei Rozzi, dan Torre del Mangia seolah membawa kembali pengunjung ke masa Renaisans. Lanskap Tuscany yang berbukit, kebun anggur yang membentang, serta warisan seni dan budaya yang kental menjadikan area ini sebagai cerminan kekayaan Italia.
- Piazza IV Novembre, Umbria, Perugia: Alun-alun bersejarah dengan bentuk asimetris ini memberikan sentuhan otentik Italia abad pertengahan. Dikelilingi bangunan-bangunan kuno dan dihiasi Air Mancur Maggiore yang megah, piazza ini adalah saksi bisu sejarah dan menawarkan pengalaman yang imersif bagi para pengunjung.
Jepang: Nostalgia Klasik dan Pesisir yang Menyejukkan Hati
Jepang menawarkan kombinasi unik antara tradisi dan keindahan alam pesisir.
- Gokurakuji Station, Kamakura: Stasiun kereta api yang dibuka sejak awal abad ke-20 ini menjadi lokasi syuting adegan kilas balik yang emosional. Dengan arsitektur klasiknya yang masih terjaga, bangku kayu, dan suasana tenang yang dikelilingi pepohonan hijau, stasiun ini memancarkan aura nostalgia yang kuat.
- Pulau Enoshima: Pemandangan pesisir yang indah dengan latar belakang Gunung Fuji menjadi latar belakang adegan setelah pertemuan emosional. Pulau kecil di lepas pantai Tokyo ini menawarkan jalur pejalan kaki yang menawan, kuil-kuil bersejarah, dan panorama alam yang menyejukkan. Keindahan laut dan cakrawala luasnya sangat memukau.
Kanada: Keindahan Alam Glasial dan Sejarah yang Terlestarikan
Kanada hadir dengan lanskap alam yang megah dan situs bersejarah yang edukatif.
- Heritage Park Historical Village, Calgary: Taman bersejarah ini membawa pengunjung kembali ke era 1860-an hingga 1950-an di Kanada bagian barat. Dengan berbagai bangunan bersejarah yang direkonstruksi, museum hidup ini menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan tentang sejarah Kanada.
- Lake Louise, Taman Nasional Banff: Danau glasial berwarna toska yang memukau ini adalah permata alam Kanada. Dikelilingi pegunungan spektakuler, Lake Louise menawarkan berbagai aktivitas outdoor sepanjang tahun, mulai dari mendaki di musim panas hingga bermain ski di musim dingin. Keindahan alaminya sungguh tak tertandingi.
Dengan pilihan lokasi syuting yang begitu beragam dan memukau, ‘Can This Love Be Translated?’ tidak hanya menyajikan cerita romantis yang memikat, tetapi juga memberikan inspirasi tak terbatas bagi para penggemar yang merencanakan petualangan liburan berikutnya.























