Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas pasca pernyataan bersama dari Jerman, Prancis, dan Inggris yang menyatakan kesiapan mereka untuk melawan Iran. Namun, Iran, melalui Duta Besar mereka untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dengan tegas menyatakan bahwa langkah mereka murni merupakan tindakan bela diri.
- Jerman, Prancis, dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yang menawarkan dukungan kepada negara-negara Teluk dan siap mengambil tindakan defensif terhadap Iran.
- Iran melancarkan serangan ke pangkalan AS di Timur Tengah sebagai respons atas serangan sebelumnya oleh Washington dan Israel.
- Duta Besar Iran untuk Indonesia menegaskan bahwa tindakan Iran adalah bentuk bela diri dan bukan agresi terhadap negara lain.
- Negara-negara Teluk mengecam serangan Iran dan menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah demi menjaga keamanan dan stabilitas.
Respons Tegas Iran Terhadap Pernyataan Bersama Eropa
Pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Jerman, Prancis, dan Inggris pada Minggu (1/3) menyatakan kesiapan ketiga negara Eropa tersebut untuk membela kepentingan mereka sendiri dan sekutu di negara-negara Teluk. Mereka berjanji akan mengambil “tindakan defensif” untuk menghancurkan kemampuan militer Iran, menuding adanya “serangan sembrono Iran yang telah menyasar sekutu dekat kami dan mengancam personel militer serta warga sipil kami di seluruh kawasan.”
Menanggapi hal ini, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta pada Senin (2/3), menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak memiliki arti bagi Iran. Ia menekankan, “Langkah tersebut tidak memiliki arti dikarenakan kami bukan pihak yang menyerang kepentingan mereka. Kami berada dalam posisi membela negara dan masyarakat kami lah yang sedang terbunuh saat ini, dan tentu saja kami tidak pernah menyerang negara manapun.”
Klaim Murni Bela Diri Sebagai Reaksi Atas Serangan
Boroujerdi kembali menegaskan bahwa aksi Iran saat ini murni merupakan bentuk bela diri atas serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. “Kami hanya memberikan reaksi terhadap serangan yang terjadi kepada negara kami,” tegasnya.
Kronologi peristiwa menunjukkan bahwa Iran meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah pada Sabtu (28/2), sebagai respons langsung atas serangan yang dilancarkan oleh Washington dan Israel. Tindakan Iran ini dipandang sebagai pembalasan atas agresi yang mereka terima.
Dukungan Negara-negara Teluk dan Posisi Iran Terhadap Tetangga
Di sisi lain, negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait, telah mengecam serangan Iran yang memasuki wilayah mereka. Pada Minggu, mereka mengeluarkan pernyataan bersama yang mengindikasikan kesiapan untuk melawan Iran. Pernyataan tersebut berbunyi, “[Kami] akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela keamanan dan stabilitas serta untuk melindungi teritori, warga negara, dan penduduk, termasuk opsi untuk menanggapi agresi ini.”
Meskipun demikian, Iran melalui Menteri Luar Negeri mereka, Abbas Araghchi, sebelumnya telah menegaskan bahwa serangan ke pangkalan AS di Timur Tengah ditujukan untuk membalas AS, bukan untuk menyerang negara-negara tetangga. Araghchi menekankan, “Iran tidak memiliki masalah dengan negara-negara tetangga di Teluk Persia. Iran mempertahankan hubungan bertetangga yang baik dengan mereka semua.” Pernyataan ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran negara-negara tetangga terkait agresi Iran.























