Kamis, 5 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global

by Redaktur
05/03/2026
in Berita Terkini, Internasional
Reading Time: 5 mins read
A A
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Tindakan militer Amerika Serikat yang menghancurkan sebuah kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka telah memicu keprihatinan internasional dan upaya penyelamatan intensif oleh otoritas Sri Lanka. Kapal perang Iran, yang membawa lebih dari 100 awak, menjadi sasaran serangan torpedo yang dilaporkan berasal dari kapal selam AS, beberapa jam setelah berpartisipasi dalam latihan gabungan dengan Angkatan Laut India. Insiden ini terjadi di perairan internasional, menambah kompleksitas situasi geopolitik yang sudah memanas akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Wartakita.id – Sri Lanka tengah mengerahkan seluruh upayanya untuk “melindungi nyawa” awak kapal perang Iran yang terdampak insiden penyerangan di lepas pantai negara tersebut. Menteri Kesehatan Sri Lanka, Nalinda Jayatissa, mengonfirmasi pada Kamis, 5 Maret 2026, bahwa kapal tersebut berada di zona ekonomi eksklusif negara itu, namun di luar perairan teritorialnya. “Kami melakukan yang terbaik untuk melindungi nyawa,” ujar Jayatissa di hadapan parlemen, menyoroti keseriusan situasi kemanusiaan yang terjadi.

  • Kapal perang Iran yang diserang AS membawa lebih dari 100 awak.
  • Serangan terjadi di perairan internasional Samudera Hindia setelah kapal berpartisipasi dalam latihan gabungan dengan India.
  • Sri Lanka mengerahkan upaya penyelamatan dan medis bagi korban selamat.
  • Iran mengecam keras tindakan AS, menyebutnya sebagai “kekejaman di laut” dan mengancam akan ada penyesalan.
  • Terdapat dugaan bahwa serangan ini direncanakan oleh AS, yang menarik diri dari latihan militer di kawasan tersebut pada menit terakhir.

Kronologi Penyerangan dan Dampak Kemanusiaan

Peristiwa dramatis ini terungkap sehari setelah kapal selam Amerika Serikat dilaporkan menghancurkan fregat Iran, IRIS Dena, yang baru saja kembali dari latihan gabungan di India. Serangan di perairan internasional Samudera Hindia terhadap fregat yang dilaporkan tidak bersenjata itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 87 pelaut. Sri Lanka, yang mengetahui bahwa kapal tersebut membawa lebih dari 100 awak, menyatakan keprihatinan mendalam dan khawatir kapal tersebut juga bisa menjadi sasaran serupa.

Dampak Langsung: 130 Awak dalam Bahaya

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Kamis menginformasikan bahwa 130 pelaut berada di atas kapal perang Iran yang menjadi korban serangan AS. Melalui platform media sosial X, Araghchi mengecam keras tindakan tersebut. “AS telah melakukan kekejaman di laut, 2.000 mil jauhnya dari pantai Iran. Kapal fregat Dena, tamu Angkatan Laut India yang membawa hampir 130 pelaut, dihantam di perairan internasional tanpa peringatan,” tulis Araghchi. Ia menambahkan peringatan keras, “Ingat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah mereka tetapkan.”

Upaya Pemulangan Jasad dan Perawatan Korban Selamat

Sementara itu, di kota pelabuhan Galle, Sri Lanka selatan, otoritas setempat pada Kamis telah bersiap untuk menyerahkan jenazah 87 pelaut Iran yang tewas dalam serangan torpedo yang diklaim oleh militer AS. Para pejabat di rumah sakit utama Galle melaporkan bahwa 32 warga Iran yang berhasil diselamatkan masih menjalani perawatan intensif di bawah pengamanan ketat dari pihak kepolisian dan unit komando elit. Unit Perawatan Darurat rumah sakit tersebut ditutup untuk pengunjung demi memastikan kenyamanan dan privasi pasien Iran. Seorang perawat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada France24 bahwa sebagian besar korban selamat mengalami luka ringan, namun ada beberapa yang menderita patah tulang dan luka bakar.

“Kami melakukan yang terbaik untuk melindungi nyawa.” – Nalinda Jayatissa, Menteri Kesehatan Sri Lanka

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengonfirmasi bahwa kapal-kapal Angkatan Laut Sri Lanka terus melakukan operasi pencarian terhadap para pelaut Iran yang masih hilang. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, telah mengonfirmasi keterlibatan pasukan Amerika dalam serangan terhadap kapal perang Iran tersebut, yang sebelumnya berpartisipasi dalam latihan angkatan laut bersama di lepas pantai India bulan lalu. IRIS Dena adalah fregat kelas Moudge yang merupakan bagian dari Armada Selatan Angkatan Laut Iran. Sebelum insiden tragis ini, kapal tersebut aktif dalam latihan angkatan laut multinasional Milan 2026 dan tinjauan armada yang diselenggarakan di Teluk Bengal, sebelum memulai perjalanan pulangnya.

Respon dan Analisis Internasional

Insiden ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk mantan menteri luar negeri India, Kanwal Sibal. Ia mengutuk serangan tersebut dengan menyatakan, “Kapal Iran tidak akan berada di tempatnya jika kita tidak mengundangnya untuk berpartisipasi dalam latihan Milan kita. Kita adalah tuan rumahnya.” Sibal juga menekankan bahwa sesuai protokol latihan, kapal Iran seharusnya tidak membawa amunisi dan dalam kondisi tidak berdaya. Ia menduga serangan kapal selam AS terhadap fregat Iran telah direncanakan, mengingat AS mengetahui kehadiran kapal Iran di kawasan tersebut karena undangan India, namun menarik diri dari partisipasi pada menit terakhir.

India Angkat Bicara: Menegaskan Ketidaklibatan dan Tanggung Jawab Moral

Sibal lebih lanjut menuding bahwa AS telah mengabaikan sensitivitas India, mengingat kapal Iran berada di perairan tersebut atas undangan India. “Kita jauh dari bertanggung jawab secara politik atau militer atas serangan AS,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa tanggung jawab India hanya berada pada “tingkat moral dan kemanusiaan.” Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Perdana Menteri Narendra Modi mengenai insiden tersebut. Namun, pemerintah India telah mengklaim bahwa serangan terhadap kapal Iran itu tidak berasal dari wilayah negara mereka.

Serangan terhadap kapal perang Iran ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Sejak Sabtu, Israel dan AS dilaporkan telah melancarkan serangan skala besar terhadap Iran, yang menewaskan lebih dari 1.100 orang, termasuk tokoh penting seperti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat militer senior. Iran sendiri telah membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Implikasi Geopolitik dan Peran Sri Lanka

Keberadaan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, meskipun dalam perjalanan pulang dari latihan militer, menempatkan negara kepulauan itu dalam posisi yang sulit. Upaya Sri Lanka untuk memastikan keselamatan awak kapal Iran menunjukkan komitmennya terhadap prinsip kemanusiaan dan stabilitas maritim di kawasan. Namun, insiden ini juga mengangkat pertanyaan tentang dinamika keamanan di Samudera Hindia dan potensi Sri Lanka terseret dalam konflik yang lebih besar.

Peran Sri Lanka sebagai tuan rumah bagi upaya penyelamatan dan penyerahan jenazah menunjukkan posisinya sebagai negara yang mencoba menavigasi lanskap geopolitik yang kompleks. Dalam konteks ini, kepatuhan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan menjadi krusial, sekaligus menjaga kepentingan nasionalnya di tengah ketegangan regional dan global yang semakin meningkat.

BACA JUGA:

Intelijen Ungkap Rencana Operasi Lintas Batas Milisi Kurdi Iran di Irak Utara, Diduga Diberi Sinyal oleh AS

Jerman Tegaskan Sikap Netral dalam Konflik Iran-Israel-AS, Fokus pada De-eskalasi

Iran Menjawab Ancaman Eropa: Klaim Tindakan ‘Murni Bela Diri’ Pasca Serangan Timur Tengah

Menlu Iran: AS Perangi Kami Demi Israel, ‘Israel Firster’ Biang Kerok Korban

Serangan AS-Israel ke Iran: Ancaman Baru bagi IHSG dan Pasar Modal Indonesia Pekan Depan

Tags: Amerika SerikatAngkatan LautIranKapal Perang Iran Sri Lanka Serangan ASSamudera HindiaSri Lanka
Share4Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Tragedi Makassar: Remaja Tewas Ditembak Polisi, Iptu N Jadi Tersangka

05/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Dua Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz: Ancaman pada Ketahanan Energi Nasional

05/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Intelijen Ungkap Rencana Operasi Lintas Batas Milisi Kurdi Iran di Irak Utara, Diduga Diberi Sinyal oleh AS

05/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Jerman Tegaskan Sikap Netral dalam Konflik Iran-Israel-AS, Fokus pada De-eskalasi

05/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Cadangan BBM RI 20 Hari: Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Meluas, Analisis Dampak dan Solusi Transisi Energi

05/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Kemkomdigi Luncurkan DARA: Layanan Konseling Digital Gratis Atasi Kecanduan Gim Online

04/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Jim Carrey Ke César Awards: Pernyataan Resmi Bantah Teori ‘Klon’

04/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Iran Menjawab Ancaman Eropa: Klaim Tindakan ‘Murni Bela Diri’ Pasca Serangan Timur Tengah

04/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

    Esai Ramadan #11: Maghfirah dan Sunyinya Nurani Sang Sopir

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    518 shares
    Share 207 Tweet 130
  • Negara Teraman Dunia di Tengah Eskalasi Geopolitik Global, Adakah Indonesia Termasuk?

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Viral Uang Palsu Pecahan Rp 50.000 Bersinar di UV, BI Jelaskan Perbedaan dengan Rupiah Asli

    245 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Esai Ramadan #12: Bagaimana Memperbaiki Dunia Tanpa Menghancurkannya?

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Perampokan Sadis di Bekasi: Aktivis JICT Tewas, Motif Tersembunyi Mengemuka di Momen Sahur

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut Sabu-sabu 1 Ton di Kepulauan Riau

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Cadangan BBM RI 20 Hari: Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Meluas, Analisis Dampak dan Solusi Transisi Energi

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Fenomena Blood Moon: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Ironi AI Militer AS: Claude Anthropic Digunakan dalam Serangan Iran, Bertentangan dengan Larangan Trump

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
skincare kulit kering 2 e1766181785188.jpg
Fashion & Kecantikan

7 Jurus Pilih Pelembap Bikin Glowing Sehat

20/12/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Otomotif

Update Harga OTR & Simulasi Kredit Vespa Matic 2025: Dari LX 125 hingga GTS 300 Super Tech

29/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.