Kamis, 26 Maret 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global

by Redaktur
05/03/2026
in Berita Terkini, Internasional
Reading Time: 5 mins read
A A
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Tindakan militer Amerika Serikat yang menghancurkan sebuah kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka telah memicu keprihatinan internasional dan upaya penyelamatan intensif oleh otoritas Sri Lanka. Kapal perang Iran, yang membawa lebih dari 100 awak, menjadi sasaran serangan torpedo yang dilaporkan berasal dari kapal selam AS, beberapa jam setelah berpartisipasi dalam latihan gabungan dengan Angkatan Laut India. Insiden ini terjadi di perairan internasional, menambah kompleksitas situasi geopolitik yang sudah memanas akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Wartakita.id – Sri Lanka tengah mengerahkan seluruh upayanya untuk “melindungi nyawa” awak kapal perang Iran yang terdampak insiden penyerangan di lepas pantai negara tersebut. Menteri Kesehatan Sri Lanka, Nalinda Jayatissa, mengonfirmasi pada Kamis, 5 Maret 2026, bahwa kapal tersebut berada di zona ekonomi eksklusif negara itu, namun di luar perairan teritorialnya. “Kami melakukan yang terbaik untuk melindungi nyawa,” ujar Jayatissa di hadapan parlemen, menyoroti keseriusan situasi kemanusiaan yang terjadi.

  • Kapal perang Iran yang diserang AS membawa lebih dari 100 awak.
  • Serangan terjadi di perairan internasional Samudera Hindia setelah kapal berpartisipasi dalam latihan gabungan dengan India.
  • Sri Lanka mengerahkan upaya penyelamatan dan medis bagi korban selamat.
  • Iran mengecam keras tindakan AS, menyebutnya sebagai “kekejaman di laut” dan mengancam akan ada penyesalan.
  • Terdapat dugaan bahwa serangan ini direncanakan oleh AS, yang menarik diri dari latihan militer di kawasan tersebut pada menit terakhir.

Kronologi Penyerangan dan Dampak Kemanusiaan

Peristiwa dramatis ini terungkap sehari setelah kapal selam Amerika Serikat dilaporkan menghancurkan fregat Iran, IRIS Dena, yang baru saja kembali dari latihan gabungan di India. Serangan di perairan internasional Samudera Hindia terhadap fregat yang dilaporkan tidak bersenjata itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 87 pelaut. Sri Lanka, yang mengetahui bahwa kapal tersebut membawa lebih dari 100 awak, menyatakan keprihatinan mendalam dan khawatir kapal tersebut juga bisa menjadi sasaran serupa.

Dampak Langsung: 130 Awak dalam Bahaya

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Kamis menginformasikan bahwa 130 pelaut berada di atas kapal perang Iran yang menjadi korban serangan AS. Melalui platform media sosial X, Araghchi mengecam keras tindakan tersebut. “AS telah melakukan kekejaman di laut, 2.000 mil jauhnya dari pantai Iran. Kapal fregat Dena, tamu Angkatan Laut India yang membawa hampir 130 pelaut, dihantam di perairan internasional tanpa peringatan,” tulis Araghchi. Ia menambahkan peringatan keras, “Ingat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah mereka tetapkan.”

Upaya Pemulangan Jasad dan Perawatan Korban Selamat

Sementara itu, di kota pelabuhan Galle, Sri Lanka selatan, otoritas setempat pada Kamis telah bersiap untuk menyerahkan jenazah 87 pelaut Iran yang tewas dalam serangan torpedo yang diklaim oleh militer AS. Para pejabat di rumah sakit utama Galle melaporkan bahwa 32 warga Iran yang berhasil diselamatkan masih menjalani perawatan intensif di bawah pengamanan ketat dari pihak kepolisian dan unit komando elit. Unit Perawatan Darurat rumah sakit tersebut ditutup untuk pengunjung demi memastikan kenyamanan dan privasi pasien Iran. Seorang perawat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada France24 bahwa sebagian besar korban selamat mengalami luka ringan, namun ada beberapa yang menderita patah tulang dan luka bakar.

“Kami melakukan yang terbaik untuk melindungi nyawa.” – Nalinda Jayatissa, Menteri Kesehatan Sri Lanka

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengonfirmasi bahwa kapal-kapal Angkatan Laut Sri Lanka terus melakukan operasi pencarian terhadap para pelaut Iran yang masih hilang. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, telah mengonfirmasi keterlibatan pasukan Amerika dalam serangan terhadap kapal perang Iran tersebut, yang sebelumnya berpartisipasi dalam latihan angkatan laut bersama di lepas pantai India bulan lalu. IRIS Dena adalah fregat kelas Moudge yang merupakan bagian dari Armada Selatan Angkatan Laut Iran. Sebelum insiden tragis ini, kapal tersebut aktif dalam latihan angkatan laut multinasional Milan 2026 dan tinjauan armada yang diselenggarakan di Teluk Bengal, sebelum memulai perjalanan pulangnya.

Respon dan Analisis Internasional

Insiden ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk mantan menteri luar negeri India, Kanwal Sibal. Ia mengutuk serangan tersebut dengan menyatakan, “Kapal Iran tidak akan berada di tempatnya jika kita tidak mengundangnya untuk berpartisipasi dalam latihan Milan kita. Kita adalah tuan rumahnya.” Sibal juga menekankan bahwa sesuai protokol latihan, kapal Iran seharusnya tidak membawa amunisi dan dalam kondisi tidak berdaya. Ia menduga serangan kapal selam AS terhadap fregat Iran telah direncanakan, mengingat AS mengetahui kehadiran kapal Iran di kawasan tersebut karena undangan India, namun menarik diri dari partisipasi pada menit terakhir.

India Angkat Bicara: Menegaskan Ketidaklibatan dan Tanggung Jawab Moral

Sibal lebih lanjut menuding bahwa AS telah mengabaikan sensitivitas India, mengingat kapal Iran berada di perairan tersebut atas undangan India. “Kita jauh dari bertanggung jawab secara politik atau militer atas serangan AS,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa tanggung jawab India hanya berada pada “tingkat moral dan kemanusiaan.” Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Perdana Menteri Narendra Modi mengenai insiden tersebut. Namun, pemerintah India telah mengklaim bahwa serangan terhadap kapal Iran itu tidak berasal dari wilayah negara mereka.

Serangan terhadap kapal perang Iran ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Sejak Sabtu, Israel dan AS dilaporkan telah melancarkan serangan skala besar terhadap Iran, yang menewaskan lebih dari 1.100 orang, termasuk tokoh penting seperti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat militer senior. Iran sendiri telah membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Implikasi Geopolitik dan Peran Sri Lanka

Keberadaan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, meskipun dalam perjalanan pulang dari latihan militer, menempatkan negara kepulauan itu dalam posisi yang sulit. Upaya Sri Lanka untuk memastikan keselamatan awak kapal Iran menunjukkan komitmennya terhadap prinsip kemanusiaan dan stabilitas maritim di kawasan. Namun, insiden ini juga mengangkat pertanyaan tentang dinamika keamanan di Samudera Hindia dan potensi Sri Lanka terseret dalam konflik yang lebih besar.

Peran Sri Lanka sebagai tuan rumah bagi upaya penyelamatan dan penyerahan jenazah menunjukkan posisinya sebagai negara yang mencoba menavigasi lanskap geopolitik yang kompleks. Dalam konteks ini, kepatuhan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan menjadi krusial, sekaligus menjaga kepentingan nasionalnya di tengah ketegangan regional dan global yang semakin meningkat.

BACA JUGA:

Iran Mengeluh ke Turki: Pengkhianatan Negara Muslim Teluk dalam Konflik Timur Tengah

Trump Putuskan Serang Iran Usai Lobi Netanyahu: Analisis Mendalam Alasannya

Jepang Belum Butuh Bantuan Iran untuk Lintasi Selat Hormuz Meski Ada Tawaran

Iran Buka Selektif Jalur Selat Hormuz untuk Kapal Komersial Jepang Pasca-Serangan

Sekutu Kompak Tolak Permintaan AS: Kapal Perang ke Selat Hormuz Tak Akan Dikirim

Tags: Amerika SerikatAngkatan LautIranKapal Perang Iran Sri Lanka Serangan ASSamudera HindiaSri Lanka
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Iran Mengeluh ke Turki: Pengkhianatan Negara Muslim Teluk dalam Konflik Timur Tengah

25/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Trump Putuskan Serang Iran Usai Lobi Netanyahu: Analisis Mendalam Alasannya

25/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Jepang Belum Butuh Bantuan Iran untuk Lintasi Selat Hormuz Meski Ada Tawaran

25/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Filipina Umumkan Darurat Energi Nasional: Dampak Konflik Timur Tengah dan Solusi Sementara

25/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Tragedi Hercules di Perbatasan Kolombia: 8 Tewas, 83 Luka dalam Insiden Dramatis

24/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

WFH Satu Hari Sepekan Pasca Lebaran 2026: Siapa yang Termasuk dan Pengecualiannya

24/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Arus Balik Lebaran 2026: Prediksi Puncak 24 Maret, 285 Ribu Kendaraan ke Jabodetabek, WFA Jadi Solusi

24/03/2026
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026: Kemenhub Imbau Pemudik Pulang Lebih Awal atau Tunda

23/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

    Panduan Lengkap Lokasi Salat Idul Fitri di Makassar: Dari Karebosi hingga Titik Muhammadiyah

    233 shares
    Share 93 Tweet 58
  • Lokasi Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 20 Maret 2026 di Makassar: Lokasi dan Khatib

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Selamat Jalan, Pak Umar

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Macet Parah GT Parungkuda Tol Bocimi H+3 Idulfitri 2026: Kendaraan Nyaris Tak Bergerak

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Ikatek Business Forum 2026: Ratusan Pengusaha Alumni Teknik Unhas Berkumpul di Makassar untuk Sinergi Bisnis

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026: Kemenhub Imbau Pemudik Pulang Lebih Awal atau Tunda

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Mudik Lebaran 2026: 4,41 Juta Penumpang Terbang, Soekarno-Hatta Paling Sibuk

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Suka Duka Polantas: Empati di Tengah Arus Mudik Lebaran 2026 Tol Cipali

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Esai Ramadan #28: Azan dan Kepulangan yang Sejati

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Iran Buka Selektif Jalur Selat Hormuz untuk Kapal Komersial Jepang Pasca-Serangan

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kilau Rambut Jisoo Bukan Cuma Alat Mahal! 4 “Serum Ajaib” Wajib Punya untuk Lindungi Rambut dari Panas

29/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Dihormati di Kantor? Ini 4 “Power Scent” Pria & Wanita yang Bikin Aura Anda Seperti CEO

29/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Fashion & Kecantikan

Tren Hijab 2025-2026: 25+ Gaya Fashion Muslim Kekinian

14/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Gaya Hidup

Aroma Kopi Pagi Anda, Tetap Hangat Sempurna Hingga Siang

06/12/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Fashion & Kecantikan

Parfum Mahal Tapi Cepat Hilang Kena Keringat? 4 Rekomendasi Parfum “Anti-Gerah” Tahan Lama di Cuaca Indonesia

30/11/2025
Insiden Kapal Perang Iran di Lautan Hindia: Sri Lanka Berupaya Selamatkan 130 Awak di Tengah Ketegangan Global - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.