Wartakita.id, Banjarbaru — Hujan deras akhirnya mengguyur Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Minggu (25/10/2026) sore, disambut haru oleh para relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Momen tersebut terekam saat sejumlah relawan sujud syukur di pinggir jalan menyaksikan turunnya hujan yang telah lama dinantikan.
Hujan yang turun cukup lama dan merata di seluruh wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, membuat api karhutla berkurang drastis. Hendra, salah seorang relawan, mengungkapkan kelegaan atas turunnya hujan tersebut. “Biasanya cuma gerimis, itu pun tak lama. Ini lama dan deras,” ujarnya pada Senin (26/10/2026), setelah empat bulan berjibaku memadamkan api.
Intinya
- Hujan deras turun di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Minggu (25/10/2026) sore.
- Para relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sujud syukur menyaksikan momen tersebut.
- Hujan merata di Banjarbaru mengurangi drastis api karhutla.
- Relawan merasakan hujan deras ini berbeda dari gerimis yang biasa turun sebelumnya.
Sementara itu, terpisah dari kabar baik mengenai hujan, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan hamparan lahan luas di Pulau Kalimantan yang telah terbagi dalam petak-petak rapi, menyerupai area perkebunan yang siap ditanami kelapa sawit pascabencana karhutla. Video yang diunggah akun X @ki.dooo pada Jumat (23/10/2026) ini memicu perdebatan dan kecurigaan publik mengenai alih fungsi lahan bekas kebakaran.
Meskipun video tersebut menimbulkan spekulasi, belum ada keterangan resmi dari kementerian terkait atau pemerintah daerah yang memvalidasi dugaan tersebut. Namun, isu pemanfaatan lahan bekas karhutla untuk perkebunan sawit ilegal bukan kali pertama terjadi di Kalimantan. Sebelumnya, pada September 2026, polisi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menyelidiki temuan bibit sawit di kawasan bekas kebakaran hutan. Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Tedy Sopandi, mengonfirmasi penemuan tanaman sawit seluas kurang lebih 0,5 hektare di lokasi tersebut.
Di Kalimantan Barat, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, pada 8 September 2026, menyegel permanen area di Desa Sungai Awan Kiri, Kabupaten Ketapang, yang diduga menjadi lokasi penanaman bibit sawit ilegal di atas lahan seluas sekitar 2.400 hektare yang baru saja terbakar. Petugas gabungan juga menyita satu unit ekskavator yang digunakan untuk meratakan tanah. Kasus ini kini diproses oleh instansi penegak hukum.
Maraknya temuan penanaman bibit sawit di lahan terdampak karhutla menegaskan potensi kejahatan lingkungan. Para ahli mengingatkan bahwa hubungan kausalitas antara pembakaran sengaja dan pembukaan perkebunan harus dibuktikan melalui penyelidikan ilmiah.
Kerap Ditanyakan
T: Kapan dan di mana hujan deras turun yang disambut para relawan karhutla?
J: Hujan deras turun di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Minggu (25/10/2026) sore.
T: Apa yang terjadi di Pulau Kalimantan terkait lahan bekas karhutla yang menjadi viral?
J: Sebuah video viral memperlihatkan hamparan lahan luas yang telah terbagi dalam petak-petak rapi, diduga siap ditanami kelapa sawit pascabencana karhutla, memicu kecurigaan publik.
Kontributor: Redaksi Wartakita
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.
























