Pada Selasa, 24 Februari 2026, pasar pangan nasional menunjukkan dinamika yang beragam. Kenaikan harga yang signifikan terpantau pada komoditas strategis seperti telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai rawit merah. Berbeda dengan tren tersebut, harga rata-rata berbagai jenis beras dilaporkan tetap stabil.
Analisis Komprehensif Situasi Pasar Pangan Nasional
Data terbaru dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 24 Februari 2026 mengungkap tren pergerakan harga berbagai komoditas pangan esensial. Kondisi ini penting untuk dipantau guna memahami tekanan inflasi dan daya beli masyarakat.
Stabilitas Beras di Tengah Kenaikan Komoditas Lain
Harga rata-rata beras menunjukkan ketahanan yang patut dicatat. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog di tingkat konsumen nasional berada di angka Rp12.365 per kilogram, masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional yang ditetapkan antara Rp12.500 hingga Rp13.500 per kilogram. Beras medium non-SPHP tercatat seharga Rp13.794 per kilogram, sementara beras medium non-SPHP dijual di Rp13.216 per kilogram. Untuk segmen premium, beras khusus lokal dihargai rata-rata Rp16.074 per kilogram, dan beras premium Rp15.391 per kilogram.
Cabai Rawit Merah Tembus Batas Acuan
Komoditas cabai menjadi sorotan utama dengan kenaikan harga yang substansial. Harga cabai rawit merah melonjak hingga Rp72.566 per kilogram, jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) nasional yang berada di kisaran Rp40.000–Rp57.000 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting dibanderol Rp44.710 per kilogram, masih dalam rentang HAP Rp37.000–Rp55.000 per kilogram. Cabai merah besar terpantau stabil di angka Rp39.081 per kilogram.
Bawang Merah dan Bawang Putih Nyaris Mencapai Batas Atas HAP
Bawang merah rata-rata diperdagangkan pada harga Rp39.724 per kilogram, yang masih berada dalam rentang HAP nasional Rp36.500–Rp41.500 per kilogram. Situasi serupa terjadi pada bawang putih bonggol, yang harganya Rp37.960 per kilogram, nyaris menyentuh batas atas HAP nasional sebesar Rp38.000–Rp40.000 per kilogram.
Telur Ayam Ras dan Daging Ayam Ras Naik Tipis
Harga rata-rata telur ayam ras mengalami kenaikan tipis sebesar 2,99% dari HAP nasional Rp30.000 per kilogram, kini mencapai Rp30.896 per kilogram. Daging ayam ras juga mencatat kenaikan tipis 0,67% dari HAP nasional Rp40.000 per kilogram, menjadi Rp40.266 per kilogram. Kenaikan ini perlu diwaspadai dampaknya terhadap pengeluaran rumah tangga.
Daging Sapi Murni Mengalami Penurunan Harga
Berbanding terbalik dengan komoditas lainnya, harga daging sapi murni justru menunjukkan tren penurunan. Rata-rata harga daging sapi murni turun 0,87% dari HAP nasional Rp140.000 per kilogram menjadi Rp138.783 per kilogram secara nasional. Untuk daging kerbau, harga daging kerbau segar lokal tercatat Rp141.667 per kilogram, sementara daging kerbau beku impor Rp108.409 per kilogram.
Komoditas Perikanan dan Minyak Goreng
Rata-rata harga ikan kembung adalah Rp46.312 per kilogram, ikan tongkol Rp37.823 per kilogram, dan ikan bandeng Rp36.073 per kilogram. Minyak goreng kemasan dijual seharga Rp20.801 per liter, sementara minyak goreng curah Rp17.538 per liter. Minyakita, sebagai produk subsidi, rata-rata nasional dijual Rp16.858 per liter, masih sedikit di atas HET Rp15.700 per liter.
Gula, Garam, Tepung Terigu, Jagung, dan Kedelai
Harga rata-rata gula konsumsi stabil di Rp18.130 per kilogram, dan garam konsumsi Rp11.263 per kilogram. Tepung terigu kemasan dihargai Rp12.562 per kilogram, dan tepung terigu curah Rp9.310 per kilogram. Jagung pakan ternak mengalami kenaikan 12,28% dari HAP Rp5.800 per kilogram menjadi Rp6.512 per kilogram. Sebaliknya, harga kedelai biji kering impor turun dari HAP Rp12.000 per kilogram menjadi Rp10.755 per kilogram.























