Wartakita.id, Lombok Timur — Tim Pengabdian Universitas Mataram (Unram) pada Rabu, 28 Oktober 2026, menggelar sebuah workshop teknologi pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kompetensi digital para guru Sekolah Dasar (SD) di Desa Sandubaya, Lombok Timur. Kegiatan ini merupakan inisiatif strategis untuk membekali para pendidik dengan keterampilan esensial dalam memanfaatkan teknologi guna menunjang efektivitas proses belajar mengajar di era digital.
Membekali Guru SD dengan Keterampilan Digital Esensial
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Bagi para guru Sekolah Dasar, penguasaan teknologi pembelajaran memegang peranan krusial dalam membentuk fondasi pengetahuan dan keterampilan digital generasi muda. Menyadari hal ini, Tim Pengabdian Universitas Mataram (Unram) secara proaktif menyelenggarakan workshop yang dirancang khusus untuk para pendidik di Desa Sandubaya, Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan kompetensi digital yang mungkin masih dihadapi oleh sebagian guru, memastikan mereka mampu mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam kurikulum pengajaran sehari-hari.
Workshop yang berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, ini secara spesifik memfokuskan pada praktik pemanfaatan berbagai perangkat dan aplikasi teknologi yang relevan untuk jenjang pendidikan dasar. Para peserta, yang terdiri dari guru-guru SD di Desa Sandubaya, mendapatkan paparan materi dan sesi praktik langsung. Tim Pengabdian Unram bertindak sebagai fasilitator, membimbing para guru dalam memahami konsep dasar hingga aplikasi praktis teknologi pembelajaran, mulai dari penggunaan alat presentasi interaktif, platform pembelajaran daring, hingga media edukasi digital yang inovatif.
Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital
Pendidikan di Indonesia terus berupaya beradaptasi dengan lanskap digital yang terus berubah. Namun, implementasi teknologi dalam pembelajaran seringkali terbentur pada isu ketersediaan infrastruktur, aksesibilitas, dan yang terpenting, kompetensi para pendidik. Guru SD, sebagai garda terdepan dalam pendidikan anak usia dini, membutuhkan dukungan yang memadai agar tidak tertinggal dalam arus transformasi digital ini. Keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam mengoperasikan teknologi dapat berujung pada proses belajar mengajar yang kurang optimal, bahkan berpotensi menciptakan kesenjangan digital di kalangan siswa sejak dini.
Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat seperti yang digagas oleh Tim Pengabdian Unram ini menjadi sangat relevan dan krusial. Dengan memberikan pelatihan intensif, workshop ini berupaya memberdayakan guru SD di Desa Sandubaya agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi alat bantu pembelajaran yang kreatif dan menarik. Harapannya, melalui peningkatan kompetensi digital ini, kualitas pendidikan di tingkat dasar dapat terangkat secara signifikan, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan yang semakin sarat dengan teknologi.
Dampak Jangka Panjang dan Visi Pendidikan Berbasis Teknologi
Keberhasilan sebuah workshop tidak hanya diukur dari antusiasme peserta saat acara berlangsung, tetapi juga dari dampak jangka panjang yang ditimbulkannya. Tim Pengabdian Unram menaruh harapan besar bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para guru SD di Desa Sandubaya akan terus diaplikasikan dan dikembangkan pasca-workshop. Integrasi teknologi dalam pembelajaran diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis, personal, dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa abad ke-21. Ini mencakup kemampuan untuk mengakses informasi yang lebih luas, berkolaborasi secara digital, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah melalui media digital.
Visi pendidikan berbasis teknologi yang diusung oleh program ini adalah menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Dengan guru yang kompeten secara digital, sekolah di Desa Sandubaya berpotensi menjadi pionir dalam penerapan metode pembelajaran modern di wilayahnya. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan mutu pendidikan di tingkat dasar, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan literasi digital masyarakat secara umum. Universitas Mataram, melalui tim pengabdiannya, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.
Intinya
- Tim Pengabdian Universitas Mataram (Unram) menggelar workshop teknologi pembelajaran bagi guru SD di Desa Sandubaya, Lombok Timur pada 28 Oktober 2026.
- Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru SD dalam memanfaatkan teknologi untuk proses belajar mengajar.
- Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui adopsi teknologi pembelajaran yang efektif dan inovatif.
Kerap Ditanyakan
T: Mengapa kompetensi digital guru SD menjadi fokus utama dalam program pengabdian ini?
J: Guru SD memegang peranan fundamental dalam membentuk dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan siswa, termasuk literasi digital. Meningkatkan kompetensi digital mereka sangat penting agar dapat mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam pembelajaran sejak dini dan mempersiapkan siswa menghadapi era digital.
T: Apa saja manfaat konkret yang diharapkan dari workshop teknologi pembelajaran ini bagi para guru?
J: Para guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, mengakses sumber belajar yang lebih luas, serta mengembangkan metode pengajaran inovatif yang sesuai dengan kebutuhan siswa abad ke-21, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan.
Kontributor: M. Ridham
Editor: Tim Editor Wartakita dibantu AI.























