Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah pesisir selatan Jawa Timur pada Jumat dini hari pukul 01:06:10 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 90 km tenggara Pacitan, dengan kedalaman dangkal 10 km. Getaran dirasakan sangat kuat di berbagai daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk Yogyakarta dan Malang, meski BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami.Isi Artikel:Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun resmi
@infoBMKG melaporkan parameter gempa sebagai berikut:
- Waktu kejadian : 6 Februari 2026, pukul 01:06:10 WIB
- Magnitudo : 6,4 (awal sempat tercatat 6,5, kemudian dimutakhirkan)
- Lokasi episenter : 8,99° LS – 111,18° BT (90 km Tenggara Pacitan, Jawa Timur)
- Kedalaman : 10 km
- Potensi tsunami : Tidak ada
Gempa dangkal ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia di zona megathrust selatan Jawa. Wilayah pesisir selatan Jawa memang termasuk zona seismik aktif, dengan catatan gempa serupa magnitudo 5,5 di kawasan yang hampir sama pada Januari 2026 lalu.Dampak dan Respons Warga
Meski pusat gempa berada di laut, intensitas getaran terasa kuat (skala MMI IV–V atau lebih di beberapa lokasi). Ribuan warga di Yogyakarta, Malang, Blitar, Ponorogo, hingga Semarang dan sekitarnya terbangun karena guncangan yang berlangsung beberapa menit. Banyak laporan menyebut:
- Bangunan bergoyang hebat
- Lantai rumah “begoyang”
- Warga berhamburan keluar rumah karena panik
Beberapa video amatir dari CCTV warga menunjukkan warga berlarian keluar rumah saat gempa berlangsung. Di Sleman (Yogyakarta), dilaporkan ada kerusakan ringan pada dinding bangunan dan retakan di beberapa lokasi.Hingga pagi hari ini (6 Februari 2026 pukul 04:00 WIB lebih), BMKG mencatat setidaknya 8 gempa susulan dengan magnitudo kecil hingga menengah. Belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan berat secara masif, tetapi petugas masih melakukan pendataan di lapangan.Pernyataan BMKG dan Imbauan
Kepala BMKG melalui rilis resmi mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi. Masyarakat diimbau:
- Hindari bangunan yang retak atau rusak
- Ikuti arahan BPBD setempat
- Tidak terpancing isu tsunami karena gempa tidak memicu gelombang besar
Wilayah selatan Jawa, khususnya zona subduksi Jawa Timur, sering mengalami gempa dangkal akibat deformasi lempeng. Gempa sebelumnya di kawasan serupa (Januari 2026, M 5,5) juga dirasakan luas, menunjukkan aktivitas tektonik yang terus berlangsung di segmen megathrust ini.Penutup
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR dan BPBD masih melakukan pemantauan dan pendataan dampak. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak menyebarkan hoaks terkait potensi bencana lanjutan.wartakita.id akan terus memantau perkembangan dan memberikan update terkini.Sumber: BMKG (@infoBMKG), laporan warga di X, Tribunnews, Kompas.com, Liputan6.com, Antara News, dan data lapangan per 6 Februari 2026 pukul 04:00 WIB.























