Sabtu, 17 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional Soeharto: Protes HAM Warnai Keputusan Prabowo di Hari Pahlawan 2025

by Redaktur
10/11/2025
in Berita Terkini, Nasional, Politik
Reading Time: 5 mins read
A A
Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional Soeharto: Protes HAM Warnai Keputusan Prabowo di Hari Pahlawan 2025 - Utama

Foto ilustrasi penolakan pemberian gelar Pahlawan Nasional

JAKARTA, WARTAKITA.ID – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan mantan Presiden Soeharto sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) yang diumumkan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025). Keputusan yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan ini sontak memicu gelombang kontroversi dan protes keras dari kalangan aktivis hak asasi manusia (HAM), penyintas Orde Baru, dan sebagian masyarakat sipil yang menilai langkah ini sebagai upaya revisi sejarah kelam bangsa.

Penganugerahan gelar ini menempatkan Soeharto, yang memimpin Indonesia selama 32 tahun, dalam jajaran tokoh berjasa bagi negara. Namun, langkah ini juga membuka kembali luka lama terkait dugaan pelanggaran HAM berat, korupsi masif, dan pemberangusan demokrasi yang lekat dengan era kepemimpinannya. Ironisnya, penganugerahan gelar untuk Soeharto dilakukan bersamaan dengan penetapan Marsinah, aktivis buruh yang menjadi simbol perlawanan terhadap rezim represif Orde Baru, sebagai Pahlawan Nasional.

Latar Belakang Keputusan dan Justifikasi Pemerintah

Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional Soeharto: Protes HAM Warnai Keputusan Prabowo di Hari Pahlawan 2025 - ilustrasi 1

Pemerintah, melalui juru bicaranya, menegaskan bahwa keputusan ini telah melalui kajian mendalam oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Alasan utama yang dikemukakan adalah kontribusi signifikan Soeharto dalam pembangunan ekonomi dan stabilitas nasional pasca-gejolak politik tahun 1965. Presiden Prabowo Subianto, dalam pidato resminya, menyatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

“Penganugerahan gelar ini adalah bentuk pengakuan negara atas jasa-jasa almarhum Presiden Soeharto dalam meletakkan fondasi pembangunan ekonomi nasional,” ujar Presiden Prabowo di Istana Negara. “Kita tidak boleh melupakan kontribusi beliau dalam menjaga stabilitas dan persatuan bangsa di masa-masa sulit. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan objektif dan sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku.”

Dukungan atas keputusan ini datang dari keluarga Soeharto dan sejumlah partai politik koalisi pemerintah. Mereka berargumen bahwa warisan pembangunan Soeharto, seperti program swasembada pangan dan infrastruktur, layak mendapat pengakuan tertinggi dari negara. Namun, justifikasi ini gagal meredam kritik tajam yang menyoroti sisi gelap pemerintahannya.

Faktor Politik di Balik Penganugerahan

Sejumlah analis politik menilai keputusan ini tidak dapat dilepaskan dari konteks politik pasca-Pemilu 2024. Sebagai menantu Soeharto, langkah Presiden Prabowo ini dilihat sebagai upaya konsolidasi kekuasaan sekaligus rehabilitasi citra keluarga Cendana secara politik. Langkah ini dianggap sebagai pemenuhan janji politik kepada basis pendukungnya yang masih mengidolakan era Orde Baru.

“Ini adalah manuver politik yang sangat strategis. Selain memperkuat citra sebagai penerus kepemimpinan yang kuat, ini juga merupakan cara untuk menormalisasi narasi Orde Baru di panggung sejarah nasional,” ujar Dr. Adhitama Suryo, pengamat politik dari Universitas Indonesia. “Dampaknya adalah polarisasi memori kolektif bangsa akan semakin tajam.”

Gelombang Protes dan Kritik Tajam dari Aktivis HAM

Sejak rumor penganugerahan ini beredar pada Oktober 2025, penolakan telah mengemuka. Sebuah petisi online yang menolak gelar pahlawan untuk Soeharto berhasil mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan. Puncaknya, pada hari penganugerahan, aksi demonstrasi damai digelar oleh aliansi mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, serta di beberapa kota besar seperti Yogyakarta dan Surabaya.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan Amnesty International Indonesia menjadi dua lembaga yang paling vokal menyuarakan penolakan. Mereka menyebut keputusan ini sebagai pengkhianatan terhadap agenda reformasi dan penghinaan bagi para korban pelanggaran HAM selama Orde Baru.

Revisi Sejarah dan Luka Lama Korban Orde Baru

“Menjadikan Soeharto pahlawan adalah upaya negara untuk mengamputasi ingatan sejarah. Ini adalah pesan yang mengerikan bagi para korban dan keluarga korban tragedi 1965, Talangsari, Tanjung Priok, Aceh, Timor Timur, hingga penculikan aktivis 1998,” kata Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, dalam siaran persnya. “Negara seharusnya fokus pada pengungkapan kebenaran dan pemulihan hak korban, bukan merehabilitasi figur yang bertanggung jawab atas penderitaan mereka.”

Kritik juga menyoroti ironi penganugerahan gelar ini bersamaan dengan Marsinah. Marsinah adalah buruh pabrik arloji di Sidoarjo, Jawa Timur, yang diculik, disiksa, dan dibunuh pada tahun 1993 setelah memimpin aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah. Kasusnya menjadi simbol brutalitas aparat dan perlawanan kaum pekerja terhadap rezim Soeharto.

“Memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto dan Marsinah di hari yang sama adalah sebuah paradoks sejarah yang menyakitkan. Ini seolah-olah menyejajarkan penindas dengan korbannya,” tegas seorang perwakilan dari keluarga korban Tragedi Semanggi.

Dampak Nasional dan Reaksi Internasional

Kontroversi ini dengan cepat menjadi perdebatan nasional yang sengit di ruang publik dan media sosial. Tagar #SoehartoPahlawanNasional dan #TolakPahlawanPelanggarHAM menjadi trending topic di platform X (sebelumnya Twitter), dengan jutaan interaksi yang menunjukkan polarisasi tajam di masyarakat. Perdebatan ini bukan hanya soal masa lalu, tetapi juga tentang arah masa depan Indonesia dalam menyikapi sejarahnya.

Media internasional seperti The New York Times dan The Guardian turut menyoroti peristiwa ini, menggambarkannya sebagai langkah “revisionisme sejarah” yang dapat mempengaruhi citra demokrasi Indonesia di mata dunia. Mereka menyoroti bagaimana warisan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) era Soeharto masih menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga kini.

Kesimpulan Redaktur

Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi menempatkan figur kontroversial ini dalam pantheon sejarah Indonesia. Namun, keputusan ini juga menegaskan bahwa rekonsiliasi sejarah bangsa masih jauh dari selesai.

Di satu sisi, pemerintah berupaya menonjolkan warisan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, masyarakat sipil terus menuntut keadilan dan pengakuan atas sejarah kelam pelanggaran HAM. Perdebatan sengit yang terjadi hari ini akan terus membentuk bagaimana generasi mendatang memahami dan memaknai periode paling menentukan dalam sejarah modern Indonesia.

BACA JUGA:

Trending Topik “Halo 2026”: Optimisme Digital, Solidaritas Nasional, dan Tantangan Pemulihan di Awal Tahun Baru

Kaleidoskop 2025: KTT APEC, PM Jepang Sanae Takaichi Geser Kursi untuk Prabowo, Memicu Investasi Rp100 Triliun

RUU Perampasan Aset 2025: Masuk Prolegnas (Lagi), Taktik “Buying Time” atau Harapan Palsu?

Tagar yang Mengguncang Istana: Evolusi Oposisi Digital Sepanjang 2025

Bangkitnya “Raja-Raja Kecil” Baru: Wajah Pemerintahan Daerah Pasca-Pilkada Serentak

Tags: KontroversiMarsinahOrde BaruPahlawan NasionalPelanggaran HAMPrabowo SubiantoSejarah IndonesiaSoeharto
Share13Tweet8Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Netflix Fan Event: Kim Seon-ho & Go Youn-jung Sapa Ribuan Penggemar di Jakarta, ‘Can This Love Be Translated?’ Diputar Perdana - Utama

Netflix Fan Event: Kim Seon-ho & Go Youn-jung Sapa Ribuan Penggemar di Jakarta, ‘Can This Love Be Translated?’ Diputar Perdana

16/01/2026
ASEAN Menuju Ekonomi Digital US$1 Triliun: Malaysia Ungkap Tantangan Inklusivitas dan Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan - Utama

ASEAN Menuju Ekonomi Digital US$1 Triliun: Malaysia Ungkap Tantangan Inklusivitas dan Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan

16/01/2026
Agatha Christie’s Seven Dials di Netflix: Terkuak, Siapa Pembunuh Sebenarnya dan Motif di Balik Misteri - Utama

Agatha Christie’s Seven Dials di Netflix: Terkuak, Siapa Pembunuh Sebenarnya dan Motif di Balik Misteri

16/01/2026
Warga Binaan Rutan Negara Sumbangkan Ratusan Telur untuk Korban Bencana: Bukti Kepedulian dari Balik Jeruji - Utama

Warga Binaan Rutan Negara Sumbangkan Ratusan Telur untuk Korban Bencana: Bukti Kepedulian dari Balik Jeruji

16/01/2026
Gugatan Deepfake Tanpa Izin: Anak Perempuan Elon Musk Lawan X AI, Kontroversi Grok Meluas - Utama

Gugatan Deepfake Tanpa Izin: Anak Perempuan Elon Musk Lawan X AI, Kontroversi Grok Meluas

16/01/2026
Presiden Prabowo Berdialog dengan Akademisi, DPR Mulai Godok UU Perampasan Aset - Utama

Presiden Prabowo Berdialog dengan Akademisi, DPR Mulai Godok UU Perampasan Aset

16/01/2026
Libur Nasional Isra Mi’raj 2026: Momentum Refleksi Spiritual dan Long Weekend Pertama Tahun Ini - Utama

Libur Nasional Isra Mi’raj 2026: Momentum Refleksi Spiritual dan Long Weekend Pertama Tahun Ini

16/01/2026
Siap-Siap Jatuh Cinta: Deretan Film Romantis Paling Dinanti di Tahun 2026 - Utama

Siap-Siap Jatuh Cinta: Deretan Film Romantis Paling Dinanti di Tahun 2026

15/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya - Utama

    Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • 47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks Tautan Pinjaman BRI hingga Rp500 Juta

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3831 shares
    Share 1532 Tweet 958
  • Dari Luka yang Dicuri Menuju Janji yang Dinanti: Babak Baru Aurelie Moeremans

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem: Waspada Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • KPK Terapkan KUHAP Baru: Fokus HAM, Tersangka Suap Pajak Tak Lagi Dipajang di Konferensi Pers

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB - Utama

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami - Utama
Gaya Hidup

Rambut Rontok Parah? Kenali Penyebab dan Solusi Alami

24/11/2025
Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan! - Utama
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup - Utama
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan - Utama
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties - Utama
Fashion & Kecantikan

Rahasia Kulit Glowing di Rumah: Spa Mandiri & Perawatan Diri untuk Beauty Besties

23/11/2025
Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar - Utama
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming - Utama
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial? - Utama
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus - Utama
Otomotif

Seni Merawat Vespa Matic: Bebaskan Gredek, Nikmati Perjalanan Halus

06/12/2025
Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah - Utama
Gaya Hidup

Cara agar Hidup Anak Kost Lebih Tenang di Dapur dan Rumah

22/11/2025
Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu? - Utama
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
tips keselamatan saat gempa bumi
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2015

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.