Wartakita.id, MAKASSAR — Sebagian wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa, Maros, Takalar, dan Kecamatan Biringkanaya (Makassar), baru saja melewati hari yang berat. PT PLN UID Sulselrabar melakukan pemadaman listrik terencana selama 8 jam, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WITA, Rabu (3/12/2025).
Langkah drastis ini berdampak pada sedikitnya 50.000 pelanggan. Humas PLN UID Sulselrabar, Andi Mulyadi, menjelaskan bahwa pemeliharaan jaringan gardu induk ini bersifat mendesak (urgen) pasca-musim hujan awal dan dampak abu vulkanik sisa erupsi Marapi yang sempat mengganggu kinerja trafo.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Namun, pemeliharaan total pada cakupan 100 km jaringan transmisi ini wajib dilakukan untuk mencegah blackout massal tak terkendali seperti kejadian tahun 2024 yang mematikan listrik 200.000 pelanggan,” ujar Andi dalam keterangan resminya.
Lumpuhnya Aktivitas Ekonomi dan Fasilitas Vital
Meskipun telah diumumkan sejak kemarin (2/12) melalui aplikasi PLN Mobile, dampak di lapangan tetap terasa signifikan. Estimasi awal menunjukkan kerugian ekonomi mencapai Rp 20 miliar akibat terhentinya produksi UMKM, warung kopi, dan usaha mikro yang bergantung penuh pada listrik.
Di media sosial X (Twitter), tagar #MatiLampuSulsel menjadi topik hangat dengan lebih dari 15.000 cuitan. “Ganggu usaha kecil, tapi kalau memang perlu untuk jaringan stabil ke depannya, kami pasrah saja. Asal jangan sering-sering,” tulis salah satu pedagang dari Takalar.
Sektor vital seperti RSUD Syekh Yusuf Gowa dan sejumlah SPBU di jalan poros Maros terpaksa beroperasi menggunakan generator darurat (genset) untuk memastikan pelayanan tetap berjalan. Pemerintah Provinsi berkoordinasi dengan BPBD sempat menyalurkan bantuan solar gratis untuk fasilitas kesehatan yang membutuhkan daya tambahan.
Investasi Keandalan Menuju 2026
PLN mengerahkan 200 teknisi khusus dengan peralatan isolasi tegangan tinggi untuk merampungkan pekerjaan tepat waktu pukul 17.00 WITA tadi. Pemeliharaan ini diklaim sebagai bagian dari peta jalan (roadmap) PLN Sulselrabar untuk mencapai target keandalan listrik 99% pada tahun 2026.
Ke depan, PLN juga mendorong transisi energi hijau dengan memperbanyak instalasi panel surya komunal di daerah remote, agar ketergantungan pada jaringan transmisi tunggal dapat dikurangi, meminimalisir risiko padam saat cuaca ekstrem.
Solusi Anti-Mati Gaya (Rekomendasi Editor): Listrik sudah menyala kembali, tapi pemadaman bergilir bisa terjadi kapan saja. Lindungi elektronik dan kenyamanan Anda dengan alat ini:
UPS ICA 600 Watt Modifikasi Timer dan Fan Sensor Suhu, AKI 2 x 12V 7A- 200A 24jam: Jangan biarkan data kerjaan hilang karena listrik jepret tiba-tiba. Memberi waktu simpan data 15-30 menit.
Lampu Darurat LED Otomatis: Menyala otomatis saat listrik padam. Wajib ada di tangga dan kamar mandi.
Power Station Portable (Mini Genset): Bisa nyalakan kipas angin dan laptop seharian. Solusi UMKM tetap buka saat mati lampu.
(Catatan Editorial: Artikel ini mengandung tautan afiliasi untuk mendukung operasional WartaKita.id)























