Sebuah gebrakan signifikan terjadi di industri perfilman Indonesia; film thriller aksi-kriminal terbaru, “Queen of Malacca”, telah mencuri perhatian pasar internasional dengan akuisisi hak penjualan globalnya oleh Blue Finch Films.
Akuisisi Hak Jual Global Mengukuhkan Potensi “Queen of Malacca”
Blue Finch Films, sebuah entitas perfilman yang beroperasi dari Inggris, mengumumkan secara resmi bahwa mereka telah mengakuisisi hak penjualan global untuk film “Queen of Malacca”. Keputusan strategis ini menggarisbawahi keyakinan Blue Finch Films terhadap daya tarik dan potensi komersial film produksi Visinema Pictures di pasar mancanegara. Namun, perlu dicatat bahwa hak penjualan ini tidak mencakup wilayah Asia Tenggara tertentu.
Debut Perdana di Panggung Bergengsi Cannes Film Market
Pengumuman akuisisi ini bertepatan dengan momentum penting menjelang penyelenggaraan Cannes Film Market, sebuah ajang prestisius bagi para profesional industri film global. Film yang digarap dengan apik oleh Visinema Pictures ini dijadwalkan untuk menampilkan cuplikan perdana karyanya di acara Frontières Buyers Showcase. Proyek film yang menjanjikan ini pertama kali diperkenalkan ke publik internasional melalui pemberitaan di Variety, salah satu media terkemuka di industri hiburan.
Rangkuman 5W+1H Film “Queen of Malacca”
- Apa: Film thriller aksi-kriminal Indonesia berjudul “Queen of Malacca” telah resmi diakuisisi hak penjualannya secara global oleh Blue Finch Films.
- Siapa: Pihak pembeli hak jual adalah Blue Finch Films, sementara produser film ini adalah Visinema Pictures. Para pembuat film “Queen of Malacca” turut menjadi bagian krusial dari narasi ini.
- Kapan: Akuisisi hak jual diumumkan menjelang digelarnya Cannes Film Market, dengan rencana penayangan cuplikan perdana di Frontières Buyers Showcase.
- Di mana: Hak penjualan berlaku untuk pasar global, dengan pengecualian wilayah Asia Tenggara tertentu. Cuplikan perdana akan ditampilkan di Cannes, Prancis.
- Mengapa: Blue Finch Films melihat potensi besar dan daya tarik pasar internasional pada film produksi Indonesia ini.
- Bagaimana: Akuisisi ini terwujud melalui proses negosiasi dan presentasi, yang kemudian diperkuat dengan pemutaran cuplikan perdana di acara bergengsi di Cannes.























