Sabtu, 17 Januari 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Sains & Teknologi

Demonstrasi AI di Washington: Mengubah Perspektif Keamanan Pembuat Kebijakan AS

by Warteknet
09/01/2026
in Sains & Teknologi
Reading Time: 5 mins read
A A
Demonstrasi AI di Washington: Mengubah Perspektif Keamanan Pembuat Kebijakan AS - Utama

Wartakita.id – Demonstrasi kecerdasan buatan (AI) tertutup di Washington baru-baru ini dilaporkan telah secara signifikan mengubah cara pandang para pembuat kebijakan Amerika Serikat (AS) terhadap potensi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh teknologi mutakhir ini. Acara tersebut menjadi sorotan karena membuktikan kemampuan AI dalam menghasilkan instruksi berbahaya, melampaui simulasi teknis biasa.

Poin-poin Kunci:

  • Demonstrasi AI di Washington mendemonstrasikan potensi model AI lama dalam menghasilkan instruksi berbahaya terkait pembuatan senjata biologis dan fisik.
  • Para pembuat kebijakan AS dilaporkan terkejut, karena sebelumnya mendapat informasi dari pelobi industri teknologi bahwa pengaman internal AI sudah memadai.
  • Organisasi CivAI menekankan bahwa model AI yang lebih lama masih beredar luas dan dapat diakses, menimbulkan kekhawatiran keamanan yang serius.
  • Industri teknologi, seperti Google, merespons dengan menekankan pentingnya penilaian oleh pakar CBRN untuk mengukur akurasi instruksi AI.
  • Peristiwa ini meningkatkan tekanan untuk regulasi AI yang lebih ketat, melampaui pendekatan sukarela industri, dan memperkuat kekhawatiran global tentang risiko AI.

Titik Balik dalam Diskursus Keamanan AI

Sebuah demonstrasi kecerdasan buatan (AI) yang digelar secara tertutup di Washington dilaporkan telah menjadi titik balik penting dalam mengubah persepsi para pembuat kebijakan Amerika Serikat (AS) mengenai risiko keamanan yang terkait dengan teknologi AI. Acara ini bukan sekadar simulasi teknis, melainkan sebuah pembuktian nyata yang memicu perdebatan global tentang potensi ancaman AI terhadap keamanan publik dan stabilitas internasional.

Kemampuan AI yang Mengejutkan Pembuat Kebijakan

Demonstrasi ini dipresentasikan oleh Lucas Hansen, salah satu pendiri organisasi nirlaba CivAI. Melalui sebuah aplikasi eksperimental, Hansen menunjukkan bagaimana model AI generasi lama, yang masih banyak beredar dan dapat diakses, mampu dimanipulasi untuk menghasilkan instruksi yang sangat rinci. Instruksi tersebut mencakup panduan pembuatan patogen berbahaya seperti poliovirus dan antraks, serta panduan teknis untuk membuat bom dan senjata api cetak tiga dimensi tanpa nomor seri, yang dikenal sebagai ‘ghost gun’.

Menurut laporan dari Time, aplikasi tersebut diperagakan secara privat kepada lebih dari dua lusin staf Kongres, pejabat keamanan nasional, dan anggota komite legislatif terkait. Tujuan utama demonstrasi ini adalah untuk memberikan pengalaman langsung kepada para pembuat kebijakan mengenai kemampuan AI yang, menurut CivAI, kerap diremehkan oleh lobi industri teknologi.

“Mereka terkejut. Mereka berkata, ‘Para pelobi perusahaan AI memberi tahu kami bahwa mekanisme pengaman internal pada sistem kecerdasan buatan sudah mencegah keluaran berbahaya semacam ini,’” ujar Hansen, mengutip respons para pejabat yang hadir.

Risiko Model AI Lama dan Respons Industri

Model yang didemonstrasikan mencakup Gemini 2.0 Flash dan Claude 3.5 Sonnet. Meskipun bukan merupakan model terbaru, CivAI menyoroti bahwa justru di situlah letak persoalan strategisnya. Model-model lama ini masih beredar luas, mudah diakses, dan tidak sepenuhnya berada di bawah rezim pengamanan terbaru yang diklaim oleh industri.

Menanggapi hal ini, perusahaan teknologi mengambil sikap hati-hati. Seorang juru bicara Google kepada Time menyatakan, “Keselamatan adalah prioritas dan kami menangani isu semacam ini dengan sangat serius. Namun, penting bagi pakar dengan latar belakang CBRN (kimia, biologi, radiologi, dan nuklir) untuk menilai akurasi serta potensi replikasi dari jawaban dan instruksi yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan.” Pernyataan ini menegaskan posisi industri bahwa risiko tidak dapat dinilai hanya dari hasil respons AI semata, melainkan memerlukan validasi dari pakar.

Namun, CivAI menolak anggapan bahwa demonstrasi mereka bersifat spekulatif. Siddharth Hiregowdara, salah satu pendiri CivAI, menyatakan bahwa keluaran AI tersebut telah diuji oleh pakar biologi dan virologi independen. “Langkah-langkahnya secara umum benar. Bahkan sampai ke urutan DNA tertentu yang bisa dipesan secara daring, lengkap dengan nomor katalog peralatan laboratorium,” ujarnya. “AI juga memberi tips praktis. Anggapan bahwa AI tidak memahami praktik dunia nyata di laboratorium itu keliru.”

Meningkatnya Tekanan Regulasi dan Dilema Industri

Isu ini memperkuat kekhawatiran yang telah lama disuarakan oleh para ahli keamanan AI global. Sebelumnya, CEO Anthropic, Dario Amodei, telah memperingatkan Kongres AS bahwa tanpa pengawasan ketat, AI berpotensi membantu individu tanpa keahlian untuk merancang senjata biologis. Peringatan tersebut kini memperoleh konteks yang lebih kuat setelah para legislator menyaksikan langsung kemampuan model AI dalam demo CivAI.

Akibatnya, tekanan untuk memperketat regulasi AI semakin meningkat. Di negara bagian Washington, gugus tugas AI telah merekomendasikan kerangka kebijakan yang menyeimbangkan inovasi dengan keselamatan publik, termasuk transparansi sistem berisiko tinggi dan penerapan prinsip etika AI. Demonstrasi CivAI semakin memperkuat argumen bahwa pendekatan sukarela dari industri mungkin tidak lagi memadai.

Di sisi lain, kepemimpinan industri AI juga dihadapkan pada dilema antara aksesibilitas global dan keberlanjutan bisnis. Nick Turley, Kepala ChatGPT di OpenAI, menyatakan bahwa perusahaan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memperluas akses global terhadap AI. “Kami ingin menawarkan kemampuan model tercerdas kepada pengguna di seluruh dunia. Karena itu, kami perlu menjajaki semua model bisnis yang memungkinkan akses seluas mungkin,” katanya kepada Time.

Peringatan Strategis untuk Masa Depan

Pada akhirnya, demonstrasi CivAI berfungsi sebagai peringatan strategis, bukan sekadar eksperimen teknis. Bagi Washington dan dunia, peristiwa ini menegaskan bahwa risiko AI bukan lagi ancaman yang diperdebatkan secara teoretis, melainkan tantangan keamanan global yang sudah hadir saat ini. Hal ini menuntut respons kebijakan yang lebih serius, terkoordinasi, dan lintas negara untuk mengelola potensi bahaya sekaligus memanfaatkan kemajuan teknologi secara bertanggung jawab.

BACA JUGA:

Gugatan Deepfake Tanpa Izin: Anak Perempuan Elon Musk Lawan X AI, Kontroversi Grok Meluas

X Perketat Grok: Deepfake Seksual Dibatasi Meski Celah Masih Ada

Apple Gandeng Google Gemini: Revolusi AI Siri dan “Apple Intelligence”

Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

Google Hapus Ulasan AI Medis Menyesatkan Setelah Laporan ‘Bahaya’

Tags: AIAnthropicCivAIdemonstrasi AIGoogleKeamanan Siberkebijakan ASkecerdasan buatanopenairisiko AI
Share4Tweet3Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Gemini Kini Lebih Pintar: Mengenal ‘Personal Intelligence’ yang Akses Data Pribadi Anda - Utama

Gemini Kini Lebih Pintar: Mengenal ‘Personal Intelligence’ yang Akses Data Pribadi Anda

15/01/2026
Rahasia di Balik Foto Smartphone Berkualitas Tinggi: Membongkar Kehebatan Fotografi Komputasional - Utama

Rahasia di Balik Foto Smartphone Berkualitas Tinggi: Membongkar Kehebatan Fotografi Komputasional

15/01/2026
Samsung Internet untuk Windows: Kini Mendunia di Fase Beta. - Utama

Samsung Internet untuk Windows: Kini Mendunia di Fase Beta.

15/01/2026
X Perketat Grok: Deepfake Seksual Dibatasi Meski Celah Masih Ada - Utama

X Perketat Grok: Deepfake Seksual Dibatasi Meski Celah Masih Ada

15/01/2026
CES 2026: Intip Teknologi Futuristik dari TV 10.000 Nits hingga Robot Tangga - Utama

CES 2026: Intip Teknologi Futuristik dari TV 10.000 Nits hingga Robot Tangga

13/01/2026
Apple Gandeng Google Gemini: Revolusi AI Siri dan “Apple Intelligence” - Utama

Apple Gandeng Google Gemini: Revolusi AI Siri dan “Apple Intelligence”

13/01/2026
Google Hapus Ulasan AI Medis Menyesatkan Setelah Laporan ‘Bahaya’ - Utama

Google Hapus Ulasan AI Medis Menyesatkan Setelah Laporan ‘Bahaya’

12/01/2026
Lee Jae-myung: Tiongkok Salip Korea Selatan di Sektor Teknologi, Hubungan Ekonomi Perlu Disesuaikan - Utama

Lee Jae-myung: Tiongkok Salip Korea Selatan di Sektor Teknologi, Hubungan Ekonomi Perlu Disesuaikan

12/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya - Utama

    Banjir Melanda Indonesia 12 Januari 2026: Daftar Wilayah Terdampak dan Dampaknya

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Heboh Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah, Warga Berbondong-bondong Melihat

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • 47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam pada 11 Januari 2026: Laporan Lengkap BMKG

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Hoaks Tautan Pinjaman BRI hingga Rp500 Juta

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Malaysia & Indonesia Blokir Grok AI: Respons Cepat atas Ancaman Deepfake Seksual dan Langkah xAI Terkini

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Mens Rea, Pandji, dan Kita yang Lebih Memuja Sopan Santun Ketimbang Kebenaran

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • 10 Model Rambut Pria yang Cocok Untuk Menutupi Pipi Chubby 💈✂️

    3831 shares
    Share 1532 Tweet 958
  • Dari Luka yang Dicuri Menuju Janji yang Dinanti: Babak Baru Aurelie Moeremans

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem: Waspada Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • KPK Terapkan KUHAP Baru: Fokus HAM, Tersangka Suap Pajak Tak Lagi Dipajang di Konferensi Pers

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB - Utama

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus - Utama
Gadget

Hacker Gunakan AI Claude Code untuk Serangan Otonomus

14/11/2025
Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau - Utama
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup - Utama
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda - Utama
Gaya Hidup

Ancaman Senyap di Meja Kerja: Hindari 5 Kebiasaan Buruk WFH Ini Demi Kesehatan Anda

21/11/2025
Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming - Utama
Gadget

Labirin Pilihan Smartphone Modern: Dari Fotografi Hingga Gaming

15/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My - Utama
Gadget

Insta360 GO 3S Hadir dengan Video 4K dan Dukungan Apple Find My

25/07/2024
Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu? - Utama
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial? - Utama
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya) - Utama
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026 - Utama
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar - Utama
Gaya Hidup

Keseimbangan Hidup Optimal: Menjaga Kesehatan dari Dalam dan Luar

24/11/2025
tips keselamatan saat gempa bumi
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2015

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.