Sebuah insiden mengerikan terjadi di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, di mana pertemanan yang terjalin dalam pengaruh minuman keras berujung pada pertumpahan darah. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa dua pria muda, menyoroti dampak destruktif dari emosi yang tidak terkendali.
- Dua pria, Egi Ramadan (30) dan Hisam Adnan (30), tewas akibat penganiayaan brutal dan pembakaran di Pelabuhan Benoa, Bali.
- Lima pelaku, SA, DH, NU, DR, dan IS, ditangkap setelah melakukan serangan sadis yang dipicu oleh rasa tersinggung.
- Awal mula kejadian adalah perselisihan saat korban dalam pengaruh alkohol menghubungi salah satu pelaku melalui video call.
- Situasi memanas dengan adanya saling ancam, berlanjut pada pertemuan yang berujung serangan fisik dan pembakaran.
- Satu saksi mata berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Tersulut Dendam di Bawah Pengaruh Alkohol
Kasus yang menggemparkan ini bermula dari sebuah malam yang seharusnya diisi dengan kebersamaan, namun berakhir tragis di dermaga Pelabuhan Benoa. Menurut keterangan pihak kepolisian, insiden ini melibatkan sejumlah pria yang tengah mengonsumsi minuman keras. Dalam kondisi mabuk berat, korban Egi Ramadan dilaporkan menghubungi salah satu pelaku berinisial IS melalui panggilan video.
Kapolresta Denpasar, Kombes Leonardo Simatupang, melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa dugaan awal motif pembunuhan adalah rasa tersinggung. “Dugaannya karena tersinggung dengan ucapan korban,” ujar Kombes Simatupang, Jumat (10/4).
Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto, menambahkan detail mengenai pemicu awal perselisihan. “Korban Egi mengancam akan membunuhnya karena ditinggalkan saat pesta minuman keras,” ungkap Kompol Agus Riwayanto. Ancaman dan tantangan yang dilontarkan melalui panggilan video tersebut kemudian memanaskan situasi, mendorong kedua belah pihak untuk sepakat bertemu.
Kronologi Mengerikan: Dari Adu Mulut ke Aksi Brutal
Pertemuan yang disepakati terjadi di Jalan Pelabuhan Benoa, Denpasar. Tiga pria, termasuk kedua korban yang masih dalam pengaruh alkohol, duduk menunggu di lokasi yang telah ditentukan. Tak berselang lama, lima pelaku datang berboncengan menggunakan sepeda motor dan langsung melancarkan serangan membabi buta.
Serangan tersebut tidak pandang bulu, melibatkan pukulan tangan kosong, batu, dan balok kayu, serta tendangan berulang kali. Di tengah kekacauan, seorang saksi bernama Budi Listiyono (25) berhasil melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Ia kemudian kembali ke lokasi sekitar 30 menit kemudian, mendapati kedua korban dalam kondisi tak berdaya namun masih bernapas.
Namun, tragedi belum berakhir. Para pelaku kembali ke lokasi dan melanjutkan aksi kekerasan mereka dengan cara yang lebih sadis. Dalam tindakan terakhir yang mengerikan, kedua korban disiram bensin dan dibakar hidup-hidup sebelum para pelaku meninggalkan tempat kejadian.
Saksi Budi Listiyono, setelah memastikan para pelaku pergi, kembali ke lokasi dan menemukan kedua korban telah hangus terbakar dan diduga meninggal dunia. Ia segera meminta bantuan warga dan pecalang. Berkat kerja keras aparat gabungan dari Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa, Polresta Denpasar, dan Polda Bali, kelima pelaku akhirnya berhasil diamankan di beberapa lokasi berbeda di Denpasar, mengakhiri pelarian mereka.























