Wartakita.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Rabu (7/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026). Hujan lebat disertai angin kencang diprediksi akan meningkat seiring perpaduan fenomena atmosfer.
Menyambut awal tahun 2026, BMKG tidak hanya memberikan data, tetapi juga imbauan konkret agar masyarakat dapat bersiap diri menghadapi potensi cuaca yang tidak bersahabat. Perpaduan anomali iklim global dan regional tengah membangun kondisi atmosfer yang lebih dinamis di atas Nusantara, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama bagi kita semua.
Ancaman Cuaca Ekstrem Menghantui: Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG telah merilis daftar rinci wilayah yang diprediksi akan mengalami peningkatan curah hujan dan angin kencang dalam periode dua hari mendatang. Laporan ini bertujuan agar masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak, dapat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.
Peningkatan pertumbuhan awan hujan yang signifikan diprediksi akan terjadi di sejumlah pulau besar, mulai dari Sumatera hingga Jawa. Kondisi ini bukanlah sekadar perkiraan biasa, melainkan hasil analisis mendalam terhadap pergerakan dan interaksi berbagai sistem atmosfer.
Faktor Pemicu: Perpaduan Dinamika Atmosfer Global dan Lokal
Menurut analisis BMKG, potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor atmosfer yang saling berinteraksi:
- La Nina Fase Lemah: Fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang terpantau menguat pada fase negatifnya, mengindikasikan kondisi La Nina lemah. Hal ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air di atmosfer, yang sangat mendukung pertumbuhan awan hujan.
- Angin Monsun Asia Menguat: Penguatan angin Monsun Asia turut berkontribusi dalam membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia, memperparah potensi hujan.
- Bibit Siklon Tropis 91S: Keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S, yang kemudian berkembang menjadi Siklon Tropis Jenna di Samudra Hindia barat daya Lampung, menjadi salah satu pemicu utama. Sistem ini bergerak ke selatan dan memicu gelombang tinggi, angin kencang, serta hujan lebat, terutama di Sumatera bagian selatan dan Jawa bagian barat.
- Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO): Diperkirakan aktif dalam sepekan ke depan, MJO turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif.
- Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator: Fenomena ini juga berkontribusi dalam meningkatkan aktivitas konveksi dan peluang hujan.
“Perpaduan faktor-faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir,” jelas BMKG dalam keterangan resminya.
Wilayah yang Wajib Waspada: Rincian Per 7-8 Januari 2026
BMKG membagi peringatan dini ini berdasarkan hari dan tingkat keparahan potensi cuaca:
Rabu, 7 Januari 2026
Potensi Hujan Sedang hingga Lebat Meliputi:
- Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.
- Jawa: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur.
- Nusa Tenggara: Nusa Tenggara Barat.
- Kalimantan: Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.
- Sulawesi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara.
- Maluku: Maluku Utara, Maluku.
- Papua: Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Selatan.
Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Meliputi:
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.
- Sulawesi: Sulawesi Selatan.
- Papua: Papua Tengah, Papua Pegunungan.
Potensi Angin Kencang Terjadi di:
- Kepulauan Riau
- Maluku
Wilayah Kabupaten/Kota yang Berpotensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat:
- Nusa Tenggara Timur: Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya.
- Kalimantan Barat: Kayong Utara, Ketapang.
- Kalimantan Tengah: Kabupaten Kapuas, Barito Selatan, Barito Timur.
- Kalimantan Selatan: Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Kotabaru.
- Sulawesi Selatan: Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar.
- Papua Tengah: Deiyai, Mimika, Paniai.
- Papua Pegunungan: Jayawijaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Nduga.
Kamis, 8 Januari 2026
Potensi Hujan Sedang hingga Lebat Meliputi:
- Sumatera: Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung.
- Jawa: Jawa Tengah, Jawa Timur.
- Bali
- Nusa Tenggara: Nusa Tenggara Barat.
- Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan.
- Sulawesi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara.
- Maluku: Maluku Utara, Maluku.
- Papua: Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua.
Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Meliputi:
- Sumatera: Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung.
- Jawa: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat.
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Selatan
- Papua: Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan.
Potensi Angin Kencang Terjadi di:
- Kepulauan Riau
- Maluku
Wilayah Kabupaten/Kota yang Berpotensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat:
- Aceh: Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Nagan Raya.
- Sumatera Barat: Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Dharmasraya.
- Kepulauan Bangka Belitung: Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung Timur.
- Banten: Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang.
- DKI Jakarta: Jakarta Timur, Jakarta Selatan.
- Jawa Barat: Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan.
- Nusa Tenggara Timur: Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya.
- Sulawesi Selatan: Pangkep, Maros, Gowa.
- Papua Tengah: Deiyai, Mimika, Paniai.
- Papua Pegunungan: Kabupaten Nduga, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Lanny Jaya.
- Papua Selatan: Kabupaten Asmat, Merauke, Boven Digoel.
Tips Keamanan Saat Cuaca Ekstrem
Menghadapi cuaca ekstrem, kesiapsiagaan adalah kunci utama. Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan:
- Pantau Informasi BMKG: Selalu perbarui informasi cuaca dari sumber resmi BMKG melalui situs web, aplikasi, atau media sosial mereka.
- Persiapan Perlengkapan: Siapkan payung, jas hujan, dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima jika terpaksa harus bepergian.
- Hindari Area Rawan Bencana: Jauhi daerah yang berpotensi longsor, banjir bandang, atau pohon tumbang.
- Amankan Barang Elektronik: Matikan atau cabut peralatan elektronik yang tidak perlu untuk menghindari kerusakan akibat lonjakan listrik saat badai petir.
- Jika Terjebak Banjir: Cari tempat yang lebih tinggi, hindari kontak dengan air banjir yang mungkin terkontaminasi, dan segera hubungi tim penyelamat jika diperlukan.
- Untuk Nelayan dan Pelaut: Tunda pelayaran jika kondisi laut membahayakan. Periksa kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan.
Tanya Jawab Seputar Cuaca Ekstrem
Q1: Kapan tepatnya cuaca ekstrem ini akan terjadi?
A: Potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang diprediksi terjadi mulai Rabu, 7 Januari 2026, hingga Kamis, 8 Januari 2026.
Q2: Apa saja penyebab utama terjadinya cuaca ekstrem ini menurut BMKG?
A: Penyebab utamanya adalah perpaduan antara La Nina lemah, angin Monsun Asia yang menguat, serta keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S yang berkembang menjadi Siklon Tropis Jenna.
Q3: Apakah ada wilayah spesifik yang memiliki risiko lebih tinggi?
A: Ya, BMKG telah merinci wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dan angin kencang, termasuk beberapa kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Jawa Barat, dan Banten.
Q4: Bagaimana cara paling aman untuk mendapatkan informasi cuaca terbaru dari BMKG?
A: Anda dapat memantau informasi langsung melalui situs web resmi BMKG, aplikasi Info BMKG, atau akun media sosial resmi mereka.
Q5: Selain hujan lebat, angin kencang juga menjadi perhatian. Apa saja dampaknya?
A: Angin kencang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan, pohon tumbang, serta membahayakan aktivitas penerbangan dan pelayaran.
Q6: Apakah saya perlu mengungsi jika wilayah saya masuk dalam daftar potensi hujan lebat?
A: Keputusan mengungsi bersifat situasional. Prioritaskan keselamatan diri dan keluarga. Pantau terus informasi dari BMKG dan pemerintah daerah setempat. Jika ada instruksi evakuasi, segera ikuti.























