Rabu, 29 April 2026
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI
No Result
View All Result
WartakitaID
No Result
View All Result
Home Arsip 2015-2018

Blokade Warga Dibuka Petugas

by Pewarta Warga
26/05/2016
in Arsip 2015-2018, Makassar & Sulsel
Reading Time: 3 mins read
A A
Blokade Warga Dibuka Petugas - Arsip

blokade warga dibuka petugas

Wartakita, PALOPO – Situasi sempat menegang kemarin (25/5) saat Polisi dan TNI melakukan penyisiran dilengkapi meriam air menemukan blokade yang dibuat warga menutupi jalan Trans Sulawesi. Warga yang mengira aparat datang untuk mengeksekui lahan, bukan untuk melakukan penyisiran berbondong-bondong datang menghadang. Sempat terjadi ketegangan, namun petugas dan warga masih bisa menahan diri.

Polisi yang ingin membuka blokade jalan dan warga yang bertahan sempat memacetkan jalan Trans Sulawesi hingga beberapa kilometer dari kedua arah. Penyisiran yang dilakukan petugas keamanan tni dan polri menyingkirkan puluhan kubik batu dan kayu yang terpasang disepanjang jalan Trans Sulawesi. Ratusan kendaraan yang akan melintas dari dua arah lumpuh total selama beberapa jam.

Meski eksekusi lahan seluas 25, 5 hektar belum dilakukan namun warga tetap bertahan untuk menolak eksekusi. Menurut warga Sampoddo, Nani mengatakan bahwa mereka akan tetap bertahan meski eksekusi besok akan dilakukan.

“Apapun resikonya, kami akan tetap bertahan, meski nyawa taruhannya, karena lahan ini adalah lahan leluhur kami,” Kata salah seorang warga setelah kondisi mulai kondusif.

Bentrokan atau penolakan keputusan pengadilan pada kasus sengketa lahan dengan turun ke jalan masih jamak terjadi di negeri kita. Bukan tanpa sebab bila pintu banding ke pengadilan tinggi hingga ke Mahkamah Agung tidak menjadi pilihan pihak yang bersengketa. Saluran-saluran resmi yang mestinya bisa dipakai warga atau pihak-pihak yang bersengketa seolah tidak dilirik, pemaksaan masih menjadi pilihan utama ketimbang dialog.

Kasus sengketa lahan di Luwu Timur berbeda dengan di Sumatera Barat, di Makassar, atau di Papua, setiap daerah memiliki keunikannya masing-masing.

Di Palopo dan Luwu Timur, berdasarkan pengalaman salah seorang kontributor wartakita saat terlibat di proyek pembangunan infrastruktur jaringan listrik di Bonebone – Mangkutana, sengketa lahan memang rawan terjadi karena hubungan yang tadinya rukun dan baik antara pemilik lahan dan warga yang tinggal dan menetap di atasnya mengalami pergeseran dan sudah berganti beberapa keturunan.

Secara de-facto dan de-jure tanah-tanah dikuasai oleh beberapa orang bangsawan sejak sebelum jaman Kolonial. Setelah Belanda masuk hingga ke pedalaman Luwu, beberapa di antara mereka memiliki surat resmi bukti kepemilikan dari pemerintahan kolonial Belanda. Warga yang tinggal di atas tanah mereka dahulu adalah petani penggarap, pekerja kebun dan peternak yang berbagi hasil dengan pemilik lahan. Rukun dan saling menguntungkan.

Hingga tahun 1994, masih banyak kantor-kantor pemerintahan yang berdiri di atas tanah mereka dengan ijin pemilik lahan. Tidak sedikit yang mewakafkan tanahnya untuk dijadikan fasilitas umum, seperti jalan, sekolah, rumah ibadah dan kantor. Dan tidak sedikit warga yang tadinya diberi hak guna pakai, lalu pada keturunun ke sekian mulai merasa memiliki. Namun sepelik apapun asal saling membuka pintu dialog, tidak ada silang pendapat yang tidak bisa terselesaikan.

Bila berdasarkan temuan kontributor wartakita di kota Palopo, Amir. Penolakan warga saat ini disebabkan oleh tidak jelasnya obyek dalam amar putusan. (Amir)

BACA JUGA:

Polri Makassar Siagakan 1.200 Personel Amankan May Day, Prioritaskan Pencegahan Kericuhan

Pangkep Terpilih sebagai Fokus Utama Keamanan Pangan Nasional 2026 oleh BPOM

Makassar Digitalisasi Data Bansos: Langkah Kunci Menuju Penyaluran Tepat Sasaran

Omzet UMKM Sidrap Meroket: Kisah Sukses Turnamen Domino Bupati Cup II

Sulawesi Selatan Mendesak Regulasi Tegas: Kompensasi Platform Digital untuk Konten Berita Demi Keberlanjutan Jurnalisme Faktual

Tags: Eksekusi LahanPalopoPewarta WargaSulawesi Selatan
Share6Tweet4Send
Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

ARTIKEL TERKAIT

Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured

Unhas Resmikan Satuan Pelayanan Gizi, Langkah Krusial Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden

28/04/2026
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured

Makkah Route ke Makassar Mulai 2026: Hadiah Ibadah Lebih Lancar untuk 15.804 Calon Haji

27/04/2026
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured

Polri Makassar Siagakan 1.200 Personel Amankan May Day, Prioritaskan Pencegahan Kericuhan

27/04/2026
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured

Pangkep Terpilih sebagai Fokus Utama Keamanan Pangan Nasional 2026 oleh BPOM

25/04/2026
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured

Makassar Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Rp 50-60 Miliar di 2026, Dana Dialihkan ke Sektor Prioritas

23/04/2026
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured

784 Calon Haji Embarkasi Makassar Berangkat ke Makkah dalam Dua Kloter: Gambaran Lengkap

23/04/2026
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured

El-Nino 2026 Mengancam: Perumda Makassar Gelar Rapat Koordinasi Strategis Antisipasi Krisis Air Bersih

22/04/2026
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured

Makassar Perkuat Pendidikan Inklusif: Pelatihan Guru Pendamping Khusus Dibuka Serius

22/04/2026

TERPOPULER-SEPEKAN

  • Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured

    BREAKING NEWS: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek Parah

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • APBN 2026 ‘Survival Mode’: Menteri Keuangan Purbaya Tegaskan Nol Toleransi untuk Inefisiensi dan Kebocoran

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Respon Green SM Pasca Kecelakaan Kereta Bekasi: Pernyataan Resmi Tanpa Empati Tuai Kritik

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Koperasi Desa Merah Putih: Ambisi Ekonomi Rakyat atau Beban Fiskal Baru?

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kode CMD Untuk Mempercepat Kinerja Laptop

    593 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Indonesia Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Modernisasi Laboratorium Karantina, Target Sejajar Negara Maju 2027

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Unhas Resmikan Satuan Pelayanan Gizi, Langkah Krusial Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Mobil Listrik di Perlintasan Kereta Api Jakarta: Mitos Mogok dan Fakta Keamanan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Ancaman Baru AS: Serangan Terfokus di Selat Hormuz Jika Gencatan Senjata Gagal

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Kota Makassar Memasuki Musim Penghujan

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured

Unduh Buku Saku “SIAGA BENCANA” dari BNPB

02/11/2023

Buku saku siaga bencana ini tidak menjamin keselamatan Anda. Namun, memberikan pedoman secara umum untuk kesiapsiagaan.

Read moreDetails

WARTAKITA

Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured
Otomotif

Bukan Sekadar Skuter: Panduan Memilih Vespa Impian Anda di Tahun 2026

23/11/2025
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured
Otomotif

Ancaman Mogok Akibat Aki Lemah di Musim Hujan: Kenapa Perawatan Mandiri Mobil LCGC Jadi Krusial?

16/11/2025
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured
Fashion & Kecantikan

Ingin Rambut ‘Badai’ ala Jisoo Tapi Budget Terbatas? Ini 3 Alternatif Hair Styler Canggih Mulai 300 Ribuan!

29/11/2025
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured
Gadget

7 Gadget Traveling Wajib Bawa Buat Liburan Nataru (Anti Lowbat)

25/12/2025
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured
Gaya Hidup

Jeda di Tengah Badai: Tiga Kompas Batin untuk Mengarungi Gelombang Hidup

20/11/2025
img 1764471350 26f1c112a772ad44.jpg
Fashion & Kecantikan

Azzaro The Most Wanted: Parfum Pria yang Memikat dengan Aroma Melenakan

14/12/2025
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured
Gaya Hidup

Aroma yang Tak Terlupakan: Rahasia Kepercayaan Diri Pria Modern

02/12/2025
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured
Fashion & Kecantikan

Kenapa Parfum Anda Tidak Meninggalkan Kesan? (Dan Cara Mengatasinya)

16/11/2025
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured
Otomotif

Modifikasi Vespa Matic: 10 Aksesoris ‘Proper’ Budget Pelajar-Sultan

04/12/2025
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured
Fashion & Kecantikan

Smoothing vs Rebonding vs Keratin: Mana yang Terbaik untuk Rambutmu?

16/11/2025
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured
Gadget

Jisoo BLACKPINK dan Dyson: Rahasia Rambut Sehat Berkilau

21/11/2025
menari bersama misteri nara saluna
Gaya Hidup

Merasa Tertinggal dari Teman Seusiamu? Mari Berdamai dengan “Garis Waktu” Hidup yang Tak Terduga

29/11/2025
Blokade Warga Dibuka Petugas - Featured
Alam dan Lingkungan Hidup

Tips Keselamatan Saat Gempa Bumi

23/12/2023

Gempa bumi tidak seperti kejadian alam lainnya yang masih bisa diprediksi jauh-jauh hari dengan lebih akurat.

Read moreDetails
  • beranda
  • kontak
  • layanan
  • beriklan
  • privasi
  • perihal

©2021 wartakita media

  • Login
No Result
View All Result
  • 🏠
  • ALAM
  • WARTA
    • PEMBELAJARAN
    • HUKUM
    • NUSANTARA
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SEPAK BOLA
    • #CEKFAKTA
  • GAYA
  • MAKASSAR
  • TEKNOLOGI
  • KONTAK
    • Mari Bermitra
    • Tentang Wartakita
    • Tim Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    • TRAKTIR KOPI

©2021 wartakita media

wartakita.id menggunakan cookies tanpa mengorbankan privasi pengunjung.